Bagian - 46

68K 1.9K 115
                                        

Budayakan Vote sebelum membaca dan Komentar setelah membaca!!!
AWAS TYPO BERTEBARAN!!!

follow ig : Rosaarka_ (wkwk)

***

Usia kehamilan Vani sekarang sudah menginjak bulan ke 5. Vani pun sudah resmi melakukan Home Schooling. Di usia kehamilannya yang sekarang Vani sangatlah manja kepada Zyan. Pernah sekali saat itu Vani meminta Zyan untuk menemani dirinya seharian di kamar tidak diperbolehkan untuk pergi keluar kamar.

Zyan tentu sekarang semakin posessive terhadap istrinya. Vani tidak di perbolehkan untuk bekerja sekecil apapun bahkan hanya untuk sekedar membuat kopi saja Zyan lebih memilih memerintahkan Bi Birlah. Ya sekarang asisten rumah tangga yang dulu bekerja di rumah Rani di pindahkan ke rumah Zyan karna menurut Rani Bi. Birlah sudah sangat terpercaya.

Sekarang Zyan dan Vani sedang berada di ruang tengah untuk sekedar menonton televisi. Vani dan Zyan duduk bersebelahan dengan lengan Zyan yang merangkul bahu Vani yang sedang memakan es krim, Walaupun tadi sempat berdebat dengan Zyan karna hanya memakan es krim. Zyan melarang Vani memakan es krim banyak banyak namun Vani tetap kekeh untuk memakannya dan Zyan hanya bisa pasrah menurutinya.

"Udah sih yang makan es krim nya, udah dua wadah besar loh kamu" Ucap Zyan yang melarang Vani yang sudah memakan es krim terlalu banyak.

Vani yang mendengar itu hanya bisa mengerucutkan bibirnya tetepi terus memakan es krim nya.

"Nanti nanggung tinggal dikit lagi" Lihat padahal es krim di dalam wadag itu masih banyak sekali es krim karna baru saja Vani mengambilnya.

"Dikit gima itu masih banyak banget yang, Udahan ya kasihan Dedek nya dari tadi belom makan nasi" Memang nafsu makan Vani sedikit berkurang saat hamil namun berat badan Vani tidak turun namun menambah karna Vani lebih sering mengemil makanan berat dari pada memakan nasi.

"Gak mau ihh, Dedek nya juga suka kok sama es krim nya" Vani mendongakan kepalanya menatap Zyan dengan pandangan manjanya.

"Tapi kamu belom makan nasi loh. Makan dulu ya" Membujuk Vani saat ini sangat lah susah karna bila langsung di paksa Vani akan menangis. Hormon orang hamil mungkin.

Zyan mendengus kasar memikirkan bagaimana lagi membujuk istrinya ini. "Di simpen dulu es nya nanti kalau udah makan baru di lanjut lagi, yang penting perut kamu ke isi ya" Zyan tetap berusaha membujuk istrinya.

"Oke, Tapi suapin" Ucap Vani manja dan meletakan kepalanya di atas dada Zyan. Lantas Zyan mengelus rambut Vani lembut.

"Ya udah ayo makan, matiin dulu tv nya" Zyan menuntun Vani agar berdiri dan melangkah pelan menuju ruang makan.

Zyan mendudukan Vani di salah satu kursi yang ada dan ia mulai mengambilkan nasi dengan berbagai macam lauk. Kemudian Zyan duduk di sebelah Vani namun tanpa di sangka dan tanpa di duga Vani dengan sendirinya langsung duduk di atas pangkuan Zyan. Sontak Zyan yang belum siap sedikit kaget dengan perlakuan Vani namun ia segera merengkuh pinggang Vani.

"Manja banget sih Mommy" Ucap Zyan sembari mengecup pipi gembul Vani.

Zyan mengambil piring yang di meja dan mulai menyuapi Vani. Dengan telaten Zyan menyuapi Vani dengan penuh kesabaran. Zyan sedikit mendengus kesal saat Vani tidak ingin memakan sayuran yang ada karna menurut Zyan itu sangat penting bagi ibu hamil.

"Yang ini makan sayur nya ya dikit aja" Ucap Zyan memaksa Vani agar memakannya namun Vani tolak dengan menutupi mulutnya.

"Engga mau itu makanan kambing ihh" Tolak Vani dan menyingkirkan piring yang di pegang Zyan.

My Little Wife [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang