Bagian - 47

80.4K 2.1K 109
                                        

Budayakan VOTE  Sebelum membaca dan KOMENTAR  Setelah  membaca!!! AWAS TYPO BERTEBARAN!!!!

Ps:Anggap aja kandungan Vani udah 9 Bulan dan mau lahiran :) Thank You!!!

Follow Ig Rosaarka_ (wkwk)

  ***


Di usia kandungan Vani yang memasuki bulan ke 9 ini membuat semua orang antusias menyambut kelahiran King or Queen dari dua keluarga besar yaitu keluarga Demian dan Milliano. Tetapi di usia kandungannya sekarang Vani merasa sangat sebal di karenakan sang suami sangat sibuk akan pekerjaannya. Ya benar Zyan akhir akhir ini sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga dia hanya mempunyai sedikit waktu bersama Vani. Seperti sekarang ini Zyan harus mengurusi pekerjaan yang sangat penting walaupun sekarang hari sabtu yang seharusnya untuk berlibur dan itu membuat Vani cemberut sedari tadi.

"Aku ke kantor dulu ya yang?"
Ucap Zyan yang sedari tadi membujuk Vani agar ia di perbolehkan pergi ke kantor. Bukan tanpa alasan dia selalu sibuk akhir akhir ini karna dia berusaha menyelesaikan pekerjaan sekarang agar ia bisa menemani Vani saat lahiran dan bisa ikut menjaga sang bayi saat nanti sudah lahir.

"Yang kamu jangan diem aja dong, Bikin aku frustrasi tau gak" Ucap Zyan dan duduk di samping Vani yang sedang duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya.

Zyan mengambil ponsel Vani dengan lembut dan meletakannya di nakas dekat ranjang. Vani mendelik sebal ke arah Zyan sedangkan Zyan hanya menatap dengan lembut. Zyan membawa tubuh Vani ke dalam pangkuannya.

"Kalau aku lagi ngomong itu di dengerin" Ucap Zyan lumayan dingin sembari memeluk pinggang Vani.

"Minggir ahh.. Kalau mau ke kantor ya udah sana gak perduli aku" Vani sebenarnya hanya ingin di masa masa minggu kelahirannya Zyan selalu bersamanya namun Zyan juga punya pemikiran sendiri dengan mengerjakan pekerjaannya dan menyelesaikan dengan cepat.

"Tapi aku perduli yang. Denger yang aku nglakuin ini demi kamu dan Dedek" Ucap Zyan lembut dan mengelus perut Vani lembut.

Vani hanya diam tidak menjawab dan memalingkan wajahnya dari Zyan.

"Ok gini aja. Aku janji bakal pulang setelah meeting aku janji gak bakal lama" Ucap Zyan mecoba bernegosiasi dengan Vani.

"Emang ya pekerjaan lebih penting dari pada istri sendiri" Ucap Vani ketus dan turun dari pangkuan Zyan.

"Bukan gitu yang, tapi ini benar benar meeting penting gak bisa diwakilkan" Zyan masih mencoba berbicara dengan Vani.

"Gak peduli. Kamu gak dateng juga gak bakal bikin kamu bangkrut" Vani menatap Zyan dengan sengit. Zyan memegangi bahu Vani dengan lembut.

"Oke. Aku bakal telfon Daddy kalau Daddy bisa menggantikan maka aku gak akan pergi tapi kalau sebaliknya aku bakal pergi oke. Dan aku harap kamu ngertiin aku." Zyan mencium kening Vani yang hanya diam dan cemberut. Zyan mengeluarkan ponselnya untuk menelfon Ferdi.

"Hallo Daddy" Sapa Zyan berbasa basi saat sambungan telfon sudah terjawab.

"Ada apa Yan?"

"Gini Dadd, Dadd bisa gantikan aku buat meeting sama relasi kita dari Korea gak." Ucap Zyan yang masih berdiri di depan Vani.

My Little Wife [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang