Zyan menghentikan pekerjaannya dan melihat wajah cantik istrinya yang sedang tertidur di pangkuannya. Seakan seperti tersihir semua amarah dan kekesalan Zyan terhadap Vani karna keinginan gadis itu semua meguap hilang terbawa angin malam. Sebenarnya Zyan mengizinkan Vani kuliah di luar negri tetapi Zyan ikut. Karna sebenarnya Zyan trauma akan kejadian Tania yang pergi ke Paris untuk study disana dan Tania tidak memberikan kabar terhadapnya. Dan Zyan takut itu semua bakal terjadi bila dia mengizinkan Vani pergi ke luar negri. Zyan mengecup bibir Vani singak kemudian beralih ke kening dan mengecupnya lama Zyan semakin mengeratkan pelukannya.
"i love you" Zyan mengucapkan itu lalu mengecup bibir Vani lagi.
🐚🐚🐚
Seorang wanita sedang berbicara dengan seseorang. mereka sedang merencanakan sesuatu.
"Kalian hanya perlu mencelakakan wanitanya saja dan kalian ingat jangan sampai ada yang tau tentang ini" Ucap wanita itu pada dua orang laki laki.
"Siap boss kami akan melaksanakan ini dengan mulus" Jawab salah seorang laki laki.
"Bagus hahahahahaha" Wanita itu tertawa jahat.
"Zyan aku janji kita pasti bakal bersatu lagi. gk ada yang bisa dapetin kamu selain aku Zyan" Ucap Wanita itu dalam hati sambil tersenyum jahat.
Sedangkan di tempat lain Zyan sedang menggendong Vani menuju kamar mereka. Iya setelah pekerjaannya selesai Zyan langsung membawa Vani pulang dengan menggendong. Zyan meletakkan tubuh Vani dengan pelan pelan agar Vani tidak bangun lalu dia menyelimuti Vani sampai batas leher Zyan membungkukkan tubuhnya untuk mencium kening Vani setelah mencium kening Vani Zyan bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Lima belas menit berlalu akhirnya Zyan selesai mandi dia langsung ikut merebahkan diri di samping Vani di lihatnya wajah polos milik istrinya lalu Zyan merapihkan rambut yang menutupi wajah Vani setelah itu dia membungkuk dan mencium bibir Vani lama kemudian Kening Vani. Zyan memeluk Vani dan akhirnya dia ikut tertidur pulas bersama sang istri.
Sinar matahari mulai masuk kedalam kamar Zyan dan juga Vani, Vani yang merasa terganggu dengan adanya sinar matahari mulai membuka matanya dengan perlahan.
"eghhh" Lenguh Vani sambil perlahan membuka mata. Dilihatnya di sisi Kanan ternyata suaminya masih tertidur pulas sambil memeluk nya. Vani menelusuri wajah tampan Zyan dengan jari jari lentiknya.
"eughhh" Lenguh Zyan karna merasa terganggu dengan kegiatan Vani.
Zyan perlahan membuka matanya dan dilihatnya istri cantiknya dan Zyan semakin mengeratkan pelukkannya terhadap Vani.
"Pagi yang?" Sapa Zyan sambil tersenyum manis terhadap Vani.
"Pagi juga" Jawab Vani tak kalah dengan senyumannya.
"morning kiss" Ucap Zyan sambil menutup matanya kemudian memajukan wajahnya meminta untuk di cium.
Bughhh..
Ya bukannya mencium Vani malah memukul bibir Zyan yang monyong kaya bebek.
"Aduhhh.. Sakit yang. Jahat banget sih bukannya di cium malah di pukul" Gerutu Zyan sambil mengelus bibirnya. Sedangkan Vani dia hanya terkekeh melihat tingkah suaminya itu.
"Lagian pagi pagi udah mesum aja" Ucap Vani sambil tertawa.
"Mesum sama istri sediri juga, Morning kiss dong yang. lama nih gk dikasih" Ucap Zyan sambil memelas.
"gk mau, udah lah aku mau mandi dulu" Ucap Vani dan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sedangkan Zyan hanya bisa cemberut di atas kasur sambil meneruskan tidurnya lagi.
Sepuluh menit Vani membersihkan diri kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan keadaan sudah rapi dengan baju sekolahnya. Saat Vani keluar dia masih menemukan Zyan dengan keadaan sama masih bergelung dengan selimut dan bantal guling.
"Ka Zyan bangun" Ucap Vani sambil menuju tempat meja rias Kemudian dua mencepol rambutnya menjadi satu dan mengoleskan bedak dengan tipis tidak lupa juga memakai lips gloss agar bibirnya tidak kering setelah itu Vani menuju tempat tidur dan menarik selimut yang digunakan Zyan.
"Ka Zyan bangun udah siang ini!" Ucap Vani rada tegas namun nihil tidak direspon apapun oleh Zyan.
"Ka Zyannn bangunnnn gkk!!" Ucap Vani yang sudah mulai kesal dengan Zyan, tetapi hasilnya tetap sama masih nihil. Yang Vani lakukan sekarang dia merebut bantal guling yang di peluk Zyan, Vani memang mendapatkan bantalnya namun Zyan tetap sama.
"Ka Zyan maunya apaan sih, ini tuh udah siang udah jam 6:15 menit ntar aku telat Ka Zyan. Ka Zyan juga harus ngantor kan!" Cerocos Vani panjang lebar dengan kesal.
"Cium dulu" Ucap Zyan dengan posisi masih tiduran.
"okeh, tapi bangun aku udah telat ihh!" Jawab Vani kesal tepi sontak membuat Zyan langsung bangun dan duduk di atas kasur.
"Mana?" Pinta Zyan. Dan Vani pun melangkahkan kakinya dan berdiri di samping Zyan namun Zyan menarik tangan Vani sehingga Vani duduk diatas pangkuan Zyan.
Muahhhh. Vani mencium pipi Zyan.
"Udah kan?" Tanya Vani namun Zyan hanya diam tak menjawab dan memasang muka cemberut.
"hmmm" Jawab Zyan dengan malas, Karna you now lah yang Zyan inginkan tapi apa Vani malah hanya mencium pipi saja. Vani hendak bangkit dari pangkuan Zyan namun di tahan oleh Zyan.
"kalau udah lepas dong ka" Pinta Vani namun Zyan hanya diam dan memasang muka cemberut yang membuat Vani bingung padahal dia sudah menuruti permintaan Zyan.
"Kamu mah, bener bener gk peka yah yang" Protes Zyan kepada Vani namun Vani hanya bingung tidak mengerti apa maksud Zyan.
"gk peka gimana? " Tanya Vani dengan polosnya yang membuat Zyan geram dengan Vani.
"Tau ah gelap. aku ngambek sama kamu" Kesal Zyan sambil menurunkan Vani dari pangkuannya dan dia langsung menuju ke kamar mandi. Sedangkan Vani hanya cengo melihat tingkah Zyan yang seperti anak kecil tidak boleh membeli permen oleh ibunya.
Selama Zyan mandi Vani turun kebawah membawa tas juga tidak lupa namun sebelum dia turun menuju meja makan dia menyiapkan baju untuk Zyan. Vani mulai menyiapkan sarapan untuk Zyan yah walaupun hanya roti dan selai tetapi itu sudah cukup.
Tidak sampai 20 menit Zyan turun dari kamar sudah rapi dengan pakaian kerjanya namun wajah tampannya masih saja cemberut. Vani yang melihat itu hanya bingung tidak mengerti dengan sikap Zyan.
"Ka Zyan kenapa sih? " Tanya Vani saat Zyan sudah duduk dan memulai sarapannya. Vani juga duduk dan memulai sarapannya dengan cepat karna waktu sudah mepet.
"gak kenapa napa" Jawab Zyan dengan malas sedangkan Vani hanya menghendikan bahu saja.
Sepuluh menit mereka lalui dengan sarapan. Zyan dan Vani kemudian melangkahkan kakinya menuju mobil yang sudah terparkir rapih di garasi.Mereka masuk kedalam mobil dan Zyan menjalankan mobilnya, Sepanjang jalan hanya terdengar suara radio yang berada di dalam mobil yang dilakukan Vani hanya duduk dan memperhatikan Zyan yang sedang memasang wajah masamnya saja sedari tadi sedangkan Zyan hanya diam dan terus fokus ke jalanan. Lima belas menit mobil Zyan sudah berhenti di depan pintu gerbang sekolah Vani.
"Vani pamit" Ucap Vani sambil menyalami tangan Zyan.
"beneran gk mau ngomong Kaka kenapa?" Tanya Vani yang penasaran dengan Zyan.
"udah gk usah ntar kamu juga peka kalau emang kamu peka sih. udah sana masuk udah telat" Ucap Zyan sambil mengacak rambut Vani tetapi itu semua membuat Vani bingung dan semakin Vani berfikir keras apa yang telah dia lakukan.
🐙🐙🐙
Stopp segini aja dulu hehehe.
lagi gk ada kerjaan jadi lanjutin nulis dab update. Vote dan komen terus yaa buat semangat Author nulis okeh 😂😂👍👌
Selamat sore dan beristirahat sambil baca MLY 😀😀😀
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Wife [COMPLETED]
Romance#46 IN ROMANCE [24.05.2017] Perjalanan cinta seorang CEO dengan seorang gadis yang baru berusia 17tahun. mereka menikah dengan dasar cinta tapi berbagai macam masalah dari masa lalu mereka muncul saat hidup mereka sudah bahagia, akankah mereka mampu...
![My Little Wife [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/83372483-64-k334369.jpg)