Budayakan Vote Sebelum membaca dan Komentar Setelah Membaca!!! AWAS TYPO BERTEBARAN!!!
***
Vani terus berlari keluar dari rumah dia berlari tanpa tujuan karna memang dia belum memikirkan ia akan kemana. Sungguh bukan ini yang dia mau, bukan ini yang ingin dia dengar. Tak pernah terfikirkan oleh Vani bahwa rumah tangganya akan seperti ini hancur berantakan karna kesalahan yang dia saja tidak pernah melakukan nya. Emosi serta ke egoisan dari kedua belah pihak juga yang membuat mereka seperti ini.
Setelah beberapa saat berlari entah kemana Vani pun melihat adanya sebuah taman. Vani pun duduk disalah satu bangku taman tersebut.
Menangis sebenarnya itu bukan lah gaya Vani tapi luka ini luka yang Zyan berikan sungguh membuat Vani ingin sekali berteriak kencang untuk melegakan emosinya.
"Kenapa harus kaya gini, Gue gak nyangka Ka Zyan lebih memilih ular itu" Vani bermonolog dengan menagis.
Sakit itulah yang Vani rasakan saat ini dan untuk sekarang mungkin dia akan sulit untuk memaafkan Zyan. Pergi menjauh mungkin itulah yang sekarang ingin Vani lakukan. Tapi dengan apa ? Dia lari dari rumah tidak membawa apa apa dompet, ponsel, atau pun uang tidak ia bawa sama sekali. Vani terus menangis memikirkan apa yang akan di lakukan sekarang tidak mungkin kan dia tidur di taman ini. Pulang? Bukan lah pilihannya saat ini, tidak dia tidak akan pulang sampai kapan pun.
Lagian buat apa dia pulang bila ia sudah tidak diperlukan dan dibutuhkan lagi di sana. Zyan sudah tidak mencintai dia dan buat apa lago dia disana. Alasan satu satunya dia bertahan ialah karena dia memiliki Zyan memiliki Cinta Zyan tapi sekarang dia sudah tidak mempunyai nya lagi. Itulah yang sekarang dipikirkan dan menjadi alasan terbesar Vani untuk tidak pulang.
"Aduhhh gue laper lagi, kok gue kaya gembel gini ya" Vani berucap setelah lama menangis sambil memegangi perutnya yang sudah protes minta di isi.
"Vani?" Panggil seseorang dari arah samping Vani yang sedang berjalan menghampiri Vani.
Vani yang merasa dipanggil pun langsung membalikan badan untuk melihat siapa yang telah memanggilnya.
"Fadhil" Ucap Vani kaget melihat siapa yang tadi memanggilnya.
"Hey, Kamu ngapain disini?" Tanya Fadhil yang sekarang duduk disebelah Vani.
"Gak lagi ngapa ngapain kok" Jawab Vani sambil menghapus bekas air matanya agar tidak terlihat oleh Fadhil.
"Kamu nangis?" Tanya Fadhil yang memperhatikan Vani.
"Enggak kok, siapa yang nangis gue kan kuat" Sok tegar itulah kata yang pas untuk Vani.
"Yakin?" Tanya Fadhil memastikan karna Fadhil tahu jikalau Vani atau lebih tepatnya sang mantan itu sedang berbohong terhadapnya.
"Iya Fadhil gue baik baik aja, Hey im fine" Ucap Vani sambil tersenyum kearah Fadhil.
"Okey, oh ya lo disini sendirian?" Tanya Fadhil.
"Iya gue sendiri tapi sekarang gak kan ada lo yang nemenin gue" Jawab Vani yang membuat Fadhil tersenyum hangat.
"Fadhil?" Panggil Vani.
"Apa?"
"Gue laper" Ucap Vani dengan wajah memelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Wife [COMPLETED]
Romantik#46 IN ROMANCE [24.05.2017] Perjalanan cinta seorang CEO dengan seorang gadis yang baru berusia 17tahun. mereka menikah dengan dasar cinta tapi berbagai macam masalah dari masa lalu mereka muncul saat hidup mereka sudah bahagia, akankah mereka mampu...
![My Little Wife [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/83372483-64-k334369.jpg)