Bagian Enam

74.3K 2.5K 5
                                        

Vani masuk ke dalam kamar, Vani menghempaskan tubuhnya di kasur. Menangis hanya itulah yang hanya bisa Vani lakukan.

Vani berfikir apakah Zyan sudah tidak sayang lagi dengannya. Vani terus menangis sampai dia ketiduran. Vani terbangun karena sinar matahari masuk kedalam kamarnya.

Vani bangun dalam keadaan yang sangat kacau dengan mata bengkak karena dia habis menangisi Zyan sepanjang malam.

Setelah Vani bersiap siap untuk pergi ke sekolah Vani memakai kacamata supaya matanya tidak kelihatan bengkak. Vani mengambil iPhone di nakas dekat tempat tidur. ternyata ada satu pesan dari Zyan.

Ka Zyan : Pagi sweet :* nanti aku jemput kamu dan kaka harap kamu sudah memaafkan kaka. Love you :*

Vani tidak membalas pesan tersebut karna pesan dari Zyan sudah dari tadi pagi. Vani memutuskan untuk melangkahkan kakinya menuju meja makan. dan ternyata disana sudah ada Zyan yang sedang berbicara dengan Devan dan Hendra sedangkan Rani sedang menyiapkan makanan.

"Pagi Ayah, Abang, Bunda"
Ucap Vani sambil mencium pipi mereka.

"Zyan ko ga disapa Van?"
Tanya Rani.

"Pagi Ka Zyan"
Ucap Vani dengan senyum yang agak di paksakan karena Vani memang belum bisa melupakan kejadian tadi malam

"Pagi yang, ko aku ga di cium juga sih yang?"
Tanya Zyan genit.

"apaan sih Ka Zyan"
Ucap Vani tersipu malu karena ucapan Zyan. Zyan tersenyum pasalnya Vani tersipu malu saat di goda Zyan. Sesudah sarapan Vani dan Zyan berpamitan untuk pergi ke sekolah.

"Vani berangkat dulu yah,bun,bang dev"
Ucap Vani sambil menyalami Hendra, Rani dan Devan.

"Zyan juga pamit semua"
Zyan pun mencium tangan Hendra dan Rani.

Saat mereka didalam mobil seperti biasa hening belum ada yang membuka pembicaraan. Mobil Zyan berhenti menandakan adanya lampu merah.

"Kamu masih marah sama aku yang?"
Ucap Zyan.

Vani yang tadinya sedang melihat ke luar jendela akhirnya mengalihkan pandangannya ke Zyan.

"gk tau"
Ucap Vani lesu sambil menundukan kepalanya kebawah.

"kok gk tau sih yang, Kaka bener bener minta maaf sama kamu atas kejadian kemarin siang dan tadi malem kaka yang udah bentak kamu"
Ucap Zyan panjang lebar sambil menjalankan mobilnya lagi karena lampu merah sudah berganti menjadi hijau.

"yaa aku maafin tapi kaka janji jangan bentak aku lagi, kaka tau aku takut kalau di bentak"
Ucap Vani dengan lembut.

"makasih sayang kaka janji gk bakal bentak kamu lagi. love you"
Ucap Zyan lega karna telah di maafkan oleh Vani.

"love you too"
Ucap Vani lirih.

"apaan yang tadi kaka gk denger?"
Tanya Zyan menggoda Vani.

"apaan si gk ada siaran ulang tau gk"
Ucap Vani sambil memegangi pipinya.

Zyan tertawa melihat tingkah lucu Vani saat digoda olehnya yang akan membuat pipi Vani menjadi merah.

Mereka telah sampai di sekolah Vani. Saat Vani hendak membuka pintu mobil Zyan sudah lebih dulu mencegatnya.

"Bentar yang.. ada yang beda dari kamu"
Ujar Zyan meneliti wajah Vani.

"hah apanya yang beda mata aku tetap 2, hidung 1 lubang hidung 2, mulut aku satu.."
Ujar Vani sambil memegangi wajahnya. Sedangkan Zyan hanya terkekeh melihat tingkah konyol tunangannya itu.

"bukan itu yang beda tapi ini"
Ujar Zyan sambil membuka kaca mata yang dipakai Vani.

"ahhh jangan dibuka.. aku malu tau gk"
Ujar Vani sambil menutupi wajahnya. Sebab matanya masih bengkak karna habis menangis tadi malam.

"Kamu pasti tadi malem gk tidur trus kamu nangis terus iya kan?"
tebak Zyan yang sayangnya itu semua benar.

"ihhh apaan sih sok tau ga Ka Zyan, orang aku tidur nyenyak nyenyak.. trus kalau masalah ini tuh gara gara-"

"gara gara apa?"
Ucapan Vani di potong oleh Zyan karna Zyan tau Vani sedang bohong.

"kejedot pintu iyaa kejedot pintu"

"bohongnya ketauan banget tau gk"
Ucap Zyan sedangkan Vani hanya mengerucutkan bibirnya kesal.

"udah ahh aku mau masuk kelas"
Ucap Vani sebal.

"lain kali kalau ada masalah jangan sampai kaya gitu dong yang.. kasian kamunya semalaman sampai gk tidur.. liat kan sekarang mata kamu bengkak jadinya..nih pakai lagi kacamatanya"
Ujar Zyan menasehati sambil memakaikan lagi kacamatanya Vani.

"iyaa Vani janji gk kaya gitu lagi"
Ucap Vani.

"dahh Vani masuk ke kelas dulu"
Ucap Vani sambil mencium pipiku cepat dan meninggalkan mobil menuju kelas.

at Milliano Crop.

Zyan memasuki ruangannya dengan gagahnya. Memang akhir akhir ini Zyan sedang banyak pekerjaan pasalnya Mall di kota Bali yang sedang dalam pembangunan mengalami sedikit masalah dan Zyan harus turun tangan untuk menanganinya.

"Jadwal anda hari ini. nanti jam 09:00 ada meeting dengan perusahaan luar negeri, trus nanti siang setelah jam makan siang anda take off ke bali untuk menangani masalah pembangunan mall di sana sir"
Ucap Bagas sekertaris Zyan.

"Terbang ke bali?"

"iyaa sir ternyata masalah disana harus sir sendiri yang menanganinya"

"oke siapkan keperluan saya di bali. oh iyaa berapa lama saya di bali?"

"mungkin sampai masalah disana selasai sir"

"oke kamu boleh keluar"

Zyan Point of View

Sungguh akhir akhir ini pekerjaan ku sangat banyak belum lagi masalah pembangunan yang ada di bali. Setelah meeting aku segera bersiap siap untuk pergi ke bali. aku pergi ke bali menggunakan pesawat pribadi.

Akhirnya sampai juga di bali, saat aku sampai di bali aku segera menuju ke tempat pembangunan.

skip

Tak terasa waktu menunjukan jam 11 malam waktu setempat. dan ternyata aku belum menghubungi Vani sedari tadi pagi.

Ku telfon Vani tapi ternyata tidak diangkat mungkin dia sudah tidur mungkin besok pagi saja aku menghubunginya. Saatnya tidur.

My Little Wife [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang