"terserah kamu mau percaya atau gk, aku udah jujur sama kamu. asal kamu tau yang aku gk bakal khianati kamu aku udah cinta banget sama kamu. dan aku gk bakalan biarin kamu pergi dari aku" Ucap Zyan dan langsung pergi ke luar dari kamar meninggalkan Vani yang masih terisak di bawah bantal.
🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢🐢
Setelah kepergian Zyan Vani malah semakin terisak semakin keras. Vani merasa kecewa terhadap Zyan karna kenyataan yang memperlihatkan perlakuan Zyan di belakang Vani. entah Vani bisa percaya atau tidak akan penjelasan Zyan tadi tapi yang pasti Vani sangat kecewa terhadap Zyan. Setelah menangis akhirnya Vani terlelap ke dalam mimpi.
Zyan POV.
akhhhh sial sial sial. kenapa wanita itu harus kembali dan merusak rumah tangga ku. Entah harus bagaimana aku menjelaskannya lagi terhadap istriku dan entah dia percaya atau tidak aku sungguh tidak tau. "ya allah kenapa kebahagiaan yang baru engkau berikan kepada kami engkau ambil kembali" . Sumpah demi apapun aku tidak ada niatan sedikitpun untuk mengkhianati istriku.
Flashback On
Saat aku sudah selesai rapat aku segera melangkahkan kakiku menuju ruangan ku untuk menyelesaikan berkas berkas yang menumpuk. Ku buka knop pintu dan pada saat itu juga di suguhi pemandangan akan seseorang yang tidak ingin aku lihat ataupun aku temui. ya Tania sedang duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya sehingga kaki jenjangnya sampai paha mulusnya terlihat dan dia juga mengenakan pakaiaan yang sangat minim.
"Ngapain lo kesini?!"Tanya ku To the Point.
"aku kangen sama kamu honey" Ucap Tania manja sambil maju menuju tempat aku berdiri di depan pintu yang sudah tertutup. Tanian mengalungkan salah satu tangannya ke leher ku dan tangan yang satu memainkan dasi ku.
"Tania lepas!!" Ucapku datar sambil melepaskan tangannya.
Tetapi dasar wanita genit dia melakukan hal yang sama lagi.
"diem atau gk aku cium"
Ucap Tania dengan nada sok tegas dan aku tidak menggubris ucapannya dan dia juga tidak main main dengan ucapannya. saat aku akan melepaskan pelukan tangannya yang berada di leher pada saat itu juga membungkam bibir ku.
Flashback off
Aku memutuskan untuk melangkahkan kakiku menuju ruang kerja dan melampiaskan masalah ku dengan bekerja.
percepat.
Jam menunjukan pukul 20:00 tidak terasa aku bekerja sudah lama. aku melangkahkan kakiku menuju kamar untuk membersihkan diri. ku buka pintu kamar dan ku lihat Vani yang masih di tempat yang sama dan rupanya dia sudah tertidur mungkin karna kelelahan menangis.
Aku melangkahkan kakiku maju menuju ranjang dan aku duduk di tepi ranjang ku pandangi wajahnya yang bengkak. aku sungguh tidak tega melihat dia seperti itu.
"maafin kaka sayang" Ucapku sambil mengecup keningnya.
"Tapi kadang mulut kamu itu bisa bikin kaka marah dengan kata² kamu, tapi kadang mulut kamu bisa buat kaka seneng karna kata² manja kamu" Ucap aku pelan sambil mengecup pelan bibir Vani
Setelah itu aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi dan membersihkan diri setelah itu aku baru ingat bahwa istriku belum makan sedari sore, dan aku menyuruh ART untuk membangunkannya sedangkan aku masuk lagi ke dalam ruang kerja. sengaja aku tidak ingin bertemu Vani karna aku tau dia pasti masih dalam keadaan emosi biarkan lah emosinya turun.
Vani Pov
Aku mengerjapkan mataku saat aku merasa ada orang yang membangunkan aku. akhh ternyata ART di rumahku.
"non, makan dulu ini bibi udah bawain makanannya" Ucap ART sambil meletakan nampan yang berisi makanan di atas nakas.
"Iya bi makasih, bibi boleh keluar"
"iya non permisi" Ucap ART yang ku jawab anggukan. setelah itu aku bangun dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan aku langsung memakan makanan yang telah di bawakan oleh ART ku.
setelah melakukan ritual tadi aku memutuskan untuk pergi ke bawah menuju ruang keluarga untuk merilexkan tubuh. entahlah aku sudah tidak mau memikirkan hal apapun dulu karna itu membuat emosiku bangkit dan satu hal lagi aku masih belum bisa untuk bertatapan langsung dengan suamiku itu. mungkin nanti aku akan coba menghindarinya. aku dudukan tubuhku di sofa dan kunyalakan tv berharap itu semua dapat menghibur ku. Setelah beberapa lama Ka Zyan datang menghampiri ku. itu semua membuatku malas untuk menonton tv dan ku bangkit dari sofa berniat menuju kamar agar terhindar dari Ka Zyan tetapi saat aku melawati Ka Zyan dia langsung mencegat ku.
"kita harus bicara?" Ucap Ka Zyan sambil memegang lenganku.
"gk ada yang perlu kita bicarakan" Ucapku ketus sambil menatap kosong ke depan.
"kamu gk bisa egois dong. kamu harus dengerin penjelasan aku dulu" Ucap Ka Zyan yang sepertinya sudah tersulut emosinya.
"Kaka bilang aku egois. terus kalau egois kaka APA? PENGKHIANAT!" Ucap ku sambil membentak
"makanya kamu dengerin penjelasan aku dulu"
Ucap Ka Zyan menggebu
"Udahlah gk perlu aku dengerin ke gituan lagian udah jelas aku lihat dengan mata kepala ku sendiri kalau kamu SELINGKUH!" Ucapku menekankan pada kata selingkuh.
"oh ya mulai besok aku mau tinggal di rumah Bunda dulu" Ucapku datar lalu meninggalkan Ka Zyan yang sedang berdiri.
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Hahaha Aku sempetin buat walaupun lagi banyak tugas numpuk 😂. oh ya makasih buat yang udah Vote dan yang Comment makasih 😂😂😂
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Wife [COMPLETED]
Romance#46 IN ROMANCE [24.05.2017] Perjalanan cinta seorang CEO dengan seorang gadis yang baru berusia 17tahun. mereka menikah dengan dasar cinta tapi berbagai macam masalah dari masa lalu mereka muncul saat hidup mereka sudah bahagia, akankah mereka mampu...
![My Little Wife [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/83372483-64-k334369.jpg)