Bagian - 29

52.4K 1.8K 28
                                        

💧💧💧

"Aku benci sama Ka Zyan aku benci. Kenapa Ka Zyan selalu bikin aku sakit hati? kenapa? kenapa Ka? Kalau emang kaka udah gk cinta sama aku ceraiin aku dari pada aku kaya gini terus. Aku cape..cape Ka" Ucap Vani sambil terisak di dada Zyan menumpahkan seluruh isi hatinya.

"Kamu gk boleh ngomong kaya gitu dan gk ada kata cerai di hubungan kita" Ucap Zyan.

"Tapi aku cape. Aku gk ngerti sekarang sama perasaan Ka Zyan. Ka Zyan selau bilang gk ada hubungan sama Tania tapi ini udah dua kali aku lihat Ka Zyan kaya gitu. Sakit Ka, Kalau emang ka Zyan udah gk cinta dan cape sama aku mending kita CERAI."

💧💧💧

Vani terus saja menangis di pelukan Zyan sedangkan Zyan bingung apa yang harus di lakukan pasalnya permintaan Vani sangat sulit atau bahkan Zyan tidak akan mau untuk mewujudkan nya. Zyan berfikir apakah sebegitu fatal kah kesalahannya hingga istrinya meminta untuk bercerai. Shit!! Ini semua gara-gara Tania. Semua salah Tania. Umpat Zyan dalam hati dia sudah muak dengan perilaku Tania yang berusaha untuk menghancurkan rumah tangganya.

"Vani dengerin Kaka, kamu boleh minta apapun itu dan Kaka bakal berusaha untuk mengabulkannya. Tapi satu yang Kaka minta jangan pernah sekalipun kamu minta Kaka buat ceraikan kamu itu adalah hal yang mustahil Kaka lakuin. Kamu ngerti?" Ucap Zyan lembut sambil menatap Vani dengan tatapan memohon agar Vani mau memikirkan ulang permintaannya.

"Okeh, aku minta setelah keluar dari rumah sakit aku tinggal di rumah Bunda" Ucap Vani menatap Zyan balik dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

"Memang gk ada permintaan lain selain itu ya Van, kamu gau Kaka gk bisa jauh jauh dari kamu kan? " Ucap Zyan gusar karna permintaan Vani. Sedangkan Vani hanya diam tanpa menanggapi ucapan Zyan.

"Okeh 2 minggu di rumah Bunda!" Ucap Zyan tegas meng-iya-kan permintaan Vani.

"Satu bulan di rumah Bunda!" Ucap Vani tak kalah tegas menentang Ucapan Zyan.

"Dua minggu atau gk sama sekali! Kaka gk terima penolakan!" Ucap Zyan final.

"Okeh Dua minggu tanpa ketemu, aku mau nenangin pikiran aku" Ucap Vani.

"Okeh, Sekarang waktunya kamu istirahat Kaka jagain kamu disini" Ucap Zyan sambil membantu Vani untuk berbaring di ranjang.

Ceklek...

Suara pintu terbuka sontak Zyan dan Vani langsung memutar padangannya ke arah pintu.

"Oh maaf ternyata saya salah kamar, saya kira ini ruangan Mama saya. Sekali lagi saya minta maaf" Ucap lelaki itu yang ternyata salah kamar.

Namun lelaki itu terus memperhatikan Vani dengan seksama karna lelaki itu merasa familiar dengan wajah Vani. Begitupun dengan Vani yang merasa familiar dengan wajah lelaki yang telah salah masuk ke kamarnya.

"Vani..?"

"Fadhil..? "

Ucap Vani dan lelaki itu berbarengan.

"Kamu beneran Fadhil?" Tanya Vani sambil memperhatikan lelaki yang bernama Fadhil itu yang masih berdiri di pintu.

"dan kamu beneran Vani? Stevani Eylis Demian? Anak perempuan dari keluarga Demian yang super bawel itu?" Tanya lelaki itu dengan expresi bingung. Vani hanya tertawa mendengarkan ucapan Fadhil. Dan jangan lupakan Zyan yang sedang memperhatikan tingkah istrinya dengan lelaki yang bernama Fadhil.

My Little Wife [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang