maaf kalau ada kata kata kasar dan unsur dewasanya 😀😀😀😀😀😀😀😀
🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈🎈
"dia istiri gue!!" Ucap Zyan Dingin.
Tania tercengang atas jawaban Zyan. Tania tidak pernah kalau saudaranya itu menikah dengan mantan tunangannya. oke salahkan Tania yang pergi selama bertahun tahun tanpa adanya kabar dan membuat dia tidak tau berita pernikahan saudaranya itu.
"apa benar itu van, kalau Zyan adalah suami kamu?" Tanya Tania kepada Vani.
"eh-h iya Ka, Ka Zyan suami aku" Jawab Vani masih dengan Zyan yang memeluk pinggang Vani possesive.
"bagaimana bisa?" cecar Tania karna masih penasaran akan pasangan didepan yang jujur membuat Tania cemburu. Bahkan sudah terlintas di otak cantik Tania dia akan merebut Zyan bagaimanapun caranya dia tidak peduli bahwa istri dari Zyan adalah saudara satu kakek.
"aku sama Ka Zyan itu menikah karna dijodokan tapi walaupun dijodohkan kami tetap saling mencintai, ya gk Ka?" Jawab Vani yang di akhiri pertanyaan yang dilontarkan pada Zyan.
"iya, aku cinta banget sama kamu. you one and only in my life my little wife"Jawab Zyan yang diakhiri dengan mencium bibir Vani kilat. mereka melupakan adanya Tania. Tania melihat adegan itu dengan tatapan jijik. dan dia memutuskan untuk pergi saja dari kantor Zyan.
Vani dan Zyan tidak menyadari perginya Tania dari ruangan Zyan.
"loh, Ka Tania dimana? " Tanya Vani saat dia sudah menyadari bahwa Tania sudah pergi dari ruangan tersebut. Pertanyaan Vani hanya di jawab Zyan dengan mengangkat bahunya acuh. Justru Zyan malah memeluk Vani dari belakang dan menelusukpan kepala Zyan ke dalam leher Vani dan menghirup wangi tubuh istrinya itu.
"Ka Zyan le..pass ihh geli tau..u" Vani mulai risih dengan sikap Zyan karna dengan begitu Zyan bisa membuat Vani mendesah dan mungkin sehabis ini bakal ada hal yang Vani belum inginkan. walaupun itu adalah tugas dari seorang istri.
"diem lah yang.. cuma gini doang ko" Jawab Zyan sambil membawa Vani untuk duduk di kursi kebesaran Zyan atau lebih tepatnya Vani duduk di pangkuan Zyan.
Zyan makin melancarkan aksinya dengan mencium leher Vani dan telinga Vani. sedangkan Vani hanya bisa menahan untuk tidak mengeluarkan desahan walaupun itu sulit karna Vani harus menggigit bibir bawahnya.
"lepasin aja yang.. gk usah di tahan ruangan ini kedap suara" Titah Zyan sambil terus mencium leher Vani sampai menghasilkan kiss mark di sana.
"ahhhhh.. Ka Zyan ud...ah" akhirnya desahan Vani pun keluar. Zyan tidak menggubris omongan Vani malah Zyan semakin gila karna sekarang Zyan sudah memegang payudara Vani dan meremas pelan. Zyan membalikan tubuh Vani hingga sekarang Vani duduk mengangkang di pangkuan Zyan. Zyan langsung mencium bibir Vani. Zyan semakin memperdalam ciuman itu dengan memegang tengkuk Vani. Vani sudah melingkarkan tanganya di leher Zyan. Mereka terus berciuman dengan panasnya tanpa mereka sadari mereka belum mengunci pintu ruangan mereka. Tepat saat Zyan akan meremas payudara Vani sebuah suara mengintrupsi kegiatan mereka.
"ASTAGA MATA GUE UDAH GK SUCI LAGI YA TUHAN!!!" Teriak Teriak Bagas(sahabat zyan). ya di depan pintu sudah ada Bagas, dan juga Devan.
"Shit!!!"Ucap Zyan sambil mengeratkan pelukannya kepada Vani.
"Ka Zyan malu" Ucap Vani sambil menelusupkan wajahnya ke dada bidang milik Zyan.
Sedangkan Bagas dan Devan masih berdiri di depan pintu sambil memperhatikan kedua sejoli itu.
"Keluar dulu gk lo berdua!" Ucap Zyan yang langsung di laksanakan oleh Bagas dan juga Devan.
"Ka Zyan sih pake segala cara ke gini, tau ah aku mau pulang aja" Ucap Vani kesal sambil berdiri dari pangkuan Zyan dan merapihkan penampilannya yang agak berantakan.
"yaa kan aku gk tau kalau mau ada mereka, lagian udah si biarin aja kita udah sah ini" Ucap Zyan yang tidak mau di salahkan dan sebenarnya Zyan juga sebal karna aktivitasnya di ganggu oleh dua orang tadi.
"aku mau pulang. malu kalau disini terus" Ucap Vani dengan mengerucutkan bibirnya dan sambil keluar dari ruangan Zyan.
"aku anter yang" ajak Zyan
"gk usah aku bisa sendiri" Jawab Vani masih kesal dengan kejadian tadi. Zyan menyadari bahwa istrinya itu sedang kesal maka Zyan menarik tangan Vani yang sudah mau membuka pintu ruangan Zyan.
"Ko kamu jadi marah sih yang" Tanya Zyan.
"siapa yang marah.gk ko aku cuman kesel aja sama Ka Zyan" Ucap Vani acuh.
"Hey, aku juga gk tau kalau mereka mau dateng. jadi gk sepenuhnya juga dong salah kaka. lagian tadi kamu juga nikmatin kan?" Jawab Zyan masih tidak mau di salahkan. dan Zyan juga berbicara dengan nada agak sedikit keras
"kok jadi marah marah gini sih kaka. udah gk mau di salahin juga masih marah. udah lah aku cape mau pulang!" Ucap Vani sambil melangkahkan kaki pergi dari ruangan Zyan dan menutup pintu dengan kasar sehingga menimbulkan kerutan di dahi Bagas dan juga Devan. ya mereka bingung pada pasangan di dalem bagaimana tidak mereka tadi habis bermesraan masa ini si cewe keluar dengan keadaan marah marah.
Bagas dan Devan memutuskan masuk kedalam ruangan Zyan dan menemukan Zyan yang sedang duduk di sofa dengan wajah kusam dan mereka akhirnya duduk di sebelah Zyan.
"kenapa adek gue Zy?" Tanya Devan pada adik iparnya.
"Tau lah, semua gara² lo berdua tau gk" Ucap Zyan kesal pada kedua orang tersebut.
"kok kita sih yang di salahin" ujar Bagas tidak terima akan perkataan Zyan.
"Udah lah gue gk mood hari ini. gue mau pulang" Ujar Zyan sambil berdiri dan pergi.
"ehh bangsat kita kesini buat nemuin lu malah lu pergi gitu aja" Ujar Bagas tidak terima. sedangkan Devan hanya diam karna dia tau ada sesuatu di balik muka kusam Zyan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Wife [COMPLETED]
Storie d'Amore#46 IN ROMANCE [24.05.2017] Perjalanan cinta seorang CEO dengan seorang gadis yang baru berusia 17tahun. mereka menikah dengan dasar cinta tapi berbagai macam masalah dari masa lalu mereka muncul saat hidup mereka sudah bahagia, akankah mereka mampu...
![My Little Wife [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/83372483-64-k334369.jpg)