Bagian - 23

60.2K 1.9K 26
                                        

Happy Reading

👉👈👉👈👉👈👉👈

"Ayahhh, Ka Zyann" Ucap Vani manja untuk mencari teman membalas Bundanya dan Abangnya.

"udahh Bun, Van gk usah godain Vani lagi deh. pusing kepala Ayah kalau dia udah ngambek" Ujar Hendra.

"Ayah ko gitu sih ihhh nyebelin dehh, udah lah Vani pamit pulang" Ujar Vani berpamitan.

"Zyan juga pamit semua" Zyan dan Vani meninggalkan Rumah Hendra.

👇👇👇👇👇👇

Zyan menjalankan mobilnya menuju Milliano Crop.

"ntar gk usah lama lama ya Ka?" Ucap Vani, Karna dia tau kalau suaminya sudah berurusan dengan pekerjaan pasti tidak akan hanya satu sampai dua jam saja.

"iya yang" Jawab Zyan masih fokus terhadap jalanan.

"Awas aja kalau lama!" Ancam Vani.

"ya, itu sih tergantung nanti yang kalau banyak yang harus di kerjain ya lama, kalau dikit ya bentar"

"Kalau lama aku pulang sendiri pokoknya!"

"liat entar aja yang, Kaka janji gk akan lama"

"Ka?"

"hmm"

"aku mau tanya boleh gk?" Ujar Vani.

"Tanya apa? "

"emmm..Kaka masih suka sama Ka Tania?"

Citttt.....

Suara Decitan rem yang Zyan injak secara mendadak. seketika tubuh Vani terdorong ke depan.

"Ka Zyan apa apan sih!" Bentak Vani kepada Zyan.

"Maaf" Ucap Zyan lirih karna merasa bersalah terhadap istrinya.

"Kenapa? gara-gara pertanyaan aku Kaka kaya gini?!" Tanya Vani karna bingung kenapa Zyan mengerem mendadak.

"gak yang, tadi ada kucing lewat di depan" Ucap Zyan berbohong dan langsung menjalankan lagi mobilnya.

"Bohong. baru aja baikan udah bikin kebohongan lagi!" Ucap Vani sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela.

"iy..aa lagian ngapain kamu tanya kaya gitu lagi" Jawab Zyan penasaran kenapa Vani tanya seperti itu lagi. jelas jelas dia sudah menjelaskan tadi kalau Zyan sudah tidak ada hubungan apapun.

"tau ah!" Ujar Vani ngambek.

"Kan aku tadi siang udah jelasin ke kamu yang kalau aku udah gk ada hubungan apapun sama Tania." Ucap Zyan memberi penjelasan.

"ya siapa tau aja masih, secara logika udah pernah tunangan. orang kaya Ka Zyan gk mungkin mau tunangan kalau gk cinta."

"iy..a itukan dulu yang, udah lah ngapain bahas gini lagi. yang seharusnya kita bahas itu masa depan kita. kaya kamu mau anak berapa, cewe apa cowo, kamu mau kuliah dimana, kaya gitu kan lebih penting yang" Ucap Zyan yang sudah mulai jengah dengan topik pembicaraan yang dibicarakan oleh Vani.

"Aku mau kuliah di luar negri." Ucap Vani.

"gk!" Zyan menolak keinginan Vani.

"gk butuh izin!" Ucap Vani tak kalah dengan keras kepalanya yang membuat emosi Zyan yang sadari tadi di tahan menjadi ingin meledak seketika itu juga.

Zyan tidak menjawab pernyataan Vani, yang dia lakukan sekarang adalah menjalankan mobinya dengan kecepatan tinggi untuk mengurangi emosinya. tidak sampai 5 menit Zyan dan Vani sudah sampai di Kantor Zyan.
Zyan turun terlebih dahulu meninggalkan Vani.

Zyan memasuki Lift diikuti Vani yang mengekor dibelakangnya dengan wajah cemberut pasalnya Vani masih kesal dengan sikap Zyan tadi.

Keheningan terjadi saat mereka berada di dalam lift mereka sibuk dengan pikiran mereka masing masing. Pintu lift terbuka Zyan keluar dahulu dan seperti biasa Vani selalu mengekor dibelakangnya. Zyan langsung masuk kedalam ruangannya dan duduk di kursi kebesarannya sedangkan Vani dia duduk di sofa yang ada di ruangan suaminya tersebut lalu mengeluarkan ponsel untuk mengurangi rasa bosan karna menunggu Zyan bekerja.

Satu jam berlalu Vani sudah bosan dengan ponselnya sedangkan Zyan masih asik dengan seperangkat berkas berkas dan kawan kawannya.

"Kalau bosen ke kamar istirahat aja" Seakan mengerti kebosanan yang dilanda istrinya Zyan pun menawakan Vani untuk istirahat di dalam kamar yang berada di ruangannya tapi tanpa mengalihkan perhatiannya dari pekerjaan yang sedang di tekuni.

"aku mau pulang" Ucap Vani meminta untuk pulang saja karna Vani pikir tidak ada gunanya dia disini kalau Zyan sibuk dengan pekerjaan.

Namun seakan omongan Vani hanya angin saja Zyan tidak menjawabnya dia terus fokus terhadap pekerjaannya.

Merasa kesal terhadap Zyan akhirnya Vani melangkahkan kakinya untuk membuka pintu dan berniat pulang sendiri. Tetapi sebuah suara membuat Vani berhenti untuk membuka pintu.

"berani kamu buka pintu Kaka bakal hukum kamu!" Suara dingin nan tegas itu menghentikan Vani. Vani membalikan badan dan menatap suaminya dengan sebal.

"Bosennn Ka Zyannn!!" Ucap Vani dengan nada kesal karna diabaikan.

Zyan mengalihkan perhatian ke Vani dia menatap Vani dengan tatapan datarnya.

"Kan ada kamar" Ucap Zyan datar mungkin Zyan masih marah karna keinginan vani yang akan berkuliah di luar negri.

"ngapain dikamar kalau ujung ujungnya sama BOSEN!" Cerocos Vani sambil menekan kan kata Bosen.

"Jam sembilan kita pulang." Ucap Zayn Kali melanjutkan pekerjaannya.

Vani berjalan mendekat kearah Zyan, Vani berdiri di samping Zyan dan menatap suaminya dengan kesal bagaimana tidak sekarang masih jam 18:00 WIB berarti akan butuh waktu 3 Jam untuk menuju ke angka 21:00 WIB ya ampun itu sungguh waktu yang cukup lama.

"Ya ampun Ka itu masih 3 jam lagi, dan disini aku gk ngapa ngapain ya ampuunn itu bosen banget Ka Zyan!" Cerocos Vani tepat di samping Zyan tetapi lelaki itu tetap sama diam dan mengerjakan pekerjaannya.

"pokoknya aku mau pulang. tadi aja bilangnya cuma sebentar, cuma nemuin klien trus pulang. ehhh taunya kaya gini" Gerutu Vani namun tanpa diduga Zyan menarik tangan Vani sehingga Vani sekarang sudah berada di atas pangkuan Zyan.

"udah gk usah bawel Kaka mau ngerjain ini kamu tidur" Ucap Zyan datar lalu dia mengerjakan pekerjaan lagi sedangkan Vani dia sudah bersender di dada bidang Zyan sambil memperhatikan Zyan yang sedang bekerja tetapi tetap saja Vani bosan dan sebal terhadap Zyan.

Karna merasa diacuhkan Vani memainkan kancing kemaja Zyan dan akhirnya lama kelamaan dia tertidur karna mati kebosanan.

Zyan menghentikan pekerjaannya dan melihat wajah cantik istrinya yang sedang tertidur di pangkuannya. Seakan seperti tersihir semua amarah dan kekesalan Zyan terhadap Vani karna keinginan gadis itu semua meguap hilang terbawa angin malam. Sebenarnya Zyan mengizinkan Vani kuliah di luar negri tetapi Zyan ikut. Karna sebenarnya Zyan trauma akan kejadian Tania yang pergi ke Paris untuk study disana dan Tania tidak memberikan kabar terhadapnya. Dan Zyan takut itu semua bakal terjadi bila dia mengizinkan Vani pergi ke luar negri. Zyan mengecup bibir Vani singak kemudian beralih ke kening dan mengecupnya lama Zyan semakin mengeratkan pelukannya.

"i love you" Zyan mengucapkan itu lalu mengecup bibir Vani lagi.

🐚🐚🐚

Baca juga cerita aku Kaena yah, Baru aku Update tadi pagi dan babnya masih perkenalan. Makasih yang udah stay sama MLW semoga kalian suka, maaf juga lama gak update soalnya lg ga mood 😂😂

Yang udah di bagi Raport nya semoga hasilnya memuaskan yaa. Selamat liburan 😂🎉🎊🎉🎊

My Little Wife [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang