Bagian - 18

59.3K 2K 21
                                        

"Ka Zyan?" Ucap Vani lirih tapi membuat Zyan sadar dan langsung membalikan badan ke arah Vani yang sudah menangis.

"Vani.." lirih Zyan sambil menatap Vani dengan rasa bersalah.

"Van, dengerin kaka dulu. inj semua gk seperti yang kamu bayangin van" Ucap Zyan mencoba menjelaskan sedangkan Vani hanya bisa terisak dan langsung berlari menuju lift.

"VANII!!!" Teriak Zyan mencoba mengejar Vani namun di tahan oleh Tania.

"LEPAS GK" ucap Zyan murka namun dihiraukan oleh Tania.

"Zyan udah biarin aja sih" Ucap Tania manja sambil bergelayut fi lengan Zyan. Karna sudah jengah akan sikap Tania Zyan langsung Menyentakan tangan Tania Kasar dan langsung menuju lift berusaha mengejar Vani dan berharap Vani belum lari jauh.

Vani POV

Kecewa? pasti. itulah yang aku rasakan saat lihat Ka Zyan sedang ciuman dengan Ka Tania. Apa mereka gk sadar kalau mereka menyakiti ku. Lebih lebih Ka Tania tega sekali dia dengan ku. aku terus berlari menuju lobby sambil menangis aku gk perduli banyak orang yang menatapku bingung. saat sampai di depan kantor aku langsung mencari taxi untuk pergi sejauh mungkin dari tempat laknat ini tapi saat aku
sedang memberhentikan taxi aku merasakan ada seseorang yang memelukku dari belakang.

"Maaf" Ucap seseorang yang tidak lain adalah suami yang sudah tega mengkhianati istrinya.

"Lepas" Ucapku dingin sambil melepaskan tangan Ka Zyan yang sedang bertengger di perutku. tapi hasilnya nihil sia sia dia malah semakin mempererat pelukannya.

"please listen to me"
Ucap Ka Zyan lirih tepat di kupingku.

"KA ZYAN LEPAS" Ucap ku sambil terus memberontak di dalam pelukannya.

"gk yang kamu harus dengerin aku dulu"

"dengerin apa?semuanya udah jelas. aku bilang lepas Ka Zyan!" Ucap ku masih terus berusaha melepaskan pelukan Ka Zyan.  Zyan malah semakin mempererat pelukannya bahkan dia tidak peduli banyak pegawainya yang memperhatikan acara kami ini.

Sumpah demi apapun yang aku butuhin sekarang adalah lepas dari Ka Zyan dan pergi menenangkan diri. bukan seperti ini menjadi tontonan banyak orang. aku mulai jengah akan Ka Zyan yang tidak mau mendengarkan aku untuk melepaskan pelukkannya.

"ZYAN LO TOLOL APA BEGO, GUE BILANG LEPASIN GUE BERENGSEK!!" Ucap aku dengan teriakan dan ajaib itu membuat Ka Zyan melepaskan pelukannya dan itu adalah kesempatan untuk aku lari tapi belum ada lima langkah aku merasakan seperti melayang.

Author POV 

Zyan membopong Vani seperti Karung beras. Zyan kaget dengan apa yang di ucapkan Vani. karna dia belum pernah mendengarkan Vani berbicara kasar seperti itu dan itu semua berhasil menyulut emosi seorang Zyan Albert Milliano.

"AKHHHHHHH.LEPAS!!!" Teriak Vani tapi dihiraukan oleh Zyan.

Zyan memasukan Vani kedalam mobil Audi R8 miliknya.

Setelah memasukan Vani kedalam mobil Zyan lalu memasuki mobil dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk melampiaskan kemarahannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah memasukan Vani kedalam mobil Zyan lalu memasuki mobil dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk melampiaskan kemarahannya.

"KA BERHENTI!" Teriak Vani yang ketakutan akan Zyan yang gila dalam mengemudikan mobilnya. dan Vani bingung akan sikap Zyan karna yang seharusnya marah adalah dia bukan Zyan tetapi ini Zyan malah gila malah semakin gila dalam mengemudikan.

"KA ZYAN AKU BILANG BERHENTI!" Ucap vani lagi namun Zyan masih tetap tidak menajawab.

"oke kalau gk mau berhenti aku bakalan KELUAR DARI MOBIL SEKARANG JUGA GK PEDULI AKU JATUH ATAU APAPUN. AKU HITUNG SATU SAMPAI TIGA GK BERHENTI AKU LOMPAT!" Ancam Vani tapi Zyan masih tetap menjalankannya dengan gila.

"Sa..Tu"
Zyan masih tetap tidak bergeming

"Du..A"
Masih sama

"Ti..ga"
Ucap Vani sambil membuka pintu mobil tapi detik itu juga Zyan langsung menutup kembali dan membawa Vani kedekapannya.  Zyan masih menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. dan setelah kejadian itu Vani dan Zyan hanya diam tidak ada yang mengeluarkan suara sampai mereka sampai ke perkarangan rumah mereka Zyan langsung memarkirkan mobilnya sedangkan Vani langsung turun bahkan mobil belum sepenuhnya terparkir.

Vani langsung memasuki rumah dan menuju ke kamar dia merebahkan diri sambil menangis mengingat kejadian yang baru saja di alami. tidak lama suara pintu terdengar menandakan Zyan masuk ke dalam kamar.

"Aku gk suka kamu bicara gk sopan dan kasar kaya tadi!" Ucap Zyan tegas dan dingin. Zyan bediri di pinggir kasur sambil memperhatikan Vani yang sedang menangis dalam diam. sebenarnya Zyan merasa bersalah dan kasihan tetapi emosi menutupi itu semua.

Sedangkan Vani hanya terisak mendengarkan Zyan tidak ada niatan Vani untuk meminta maaf.

"Aku bisa jelasin itu semua"
Ucap Zyan masih dingin menatap Vani yang menutupi kepalanya dengan bantal sambik tengkurap.

"Habis rapat aku ke ruangan aku, dan tiba tiba Tania langsung aja cium aku tanpa permisi" Ucap Zyan To the Poin .

"terserah kamu mau percaya atau gk, aku udah jujur sama kamu. asal kamu tau yang aku gk bakal khianati kamu aku udah cinta banget sama kamu. dan aku gk bakalan biarin kamu pergi dari aku" Ucap Zyan dan langsung pergi ke luar dari kamar meninggalkan Vani yang masih terisak di bawah bantal.

👅👅👅👅👅👅👅👅👅👅👅👅

i'm back tapi ceritanya ancur. semoga kalian suka. Vote sama comment. aku juga butuh masukan nih hehehe 😂😂😂😂

My Little Wife [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang