Bagian Empat

80.7K 2.8K 14
                                        

Pagi ini Vani berangkat sekolah diantarkan oleh supir karna Zyan tidak bisa menjemputnya di karenakan ada suatu pekerjaan. Zyan memang bisa di bilang seorang WorkHolic.

skip langsung di kelas.

Vani memdudukan pantatnya di bangku sebelah Diandra.
Tiba tiba iPhone Vani bergetar menandakan adanya pesan. Vani membuka pesan tersebut.

Ka Zyan
nanti pulangnya aku jemput. tunggu kaka di depan gerbang okeh. love you :*

begitulah pesan dari

Vani
iya kaka sayang Vani tunggu jangan kelamaan datengnya. too :*

Ka Zyan
iyaa habis dari meeting kaka langsung menuju ke situ. belajar yang rajin jangan mainan terus. jangan deket deket sama yang namanya mual mual itu.

Vani
Zamuel bukan mual ihhh kaka mah..iya janji jadi anak nurut :). udah dulu.. udah bel :*

Begitulah percakapan Vani dan Zyan. Vani mengikuti pelajaran dengan baik, Karna memang Vani anak yang cukup pintar di bidang pelajaran.

Bel istirahat berbunyi semua siswa di SMA N 22 JAKARTA(author ngarang karna 22 tgl ultah author)
berhamburan keluar kelas menuju Kantin.

"Kantin yuk Van?"
ajak Diandra

"yuk, kebetulan juga gue laper.."

Saat mereka sedang menikmati bakso mereka. Samuel dan Alvaro datang menghampiri mereka. Banyak orang mengira mereka adalah 2 pasang kekasih karna mereka sangat serasi.

" Kalian jahat ke kantin gk ngajak ngajak yah ga Muel"
Ucap Alvaro kepada 2 sahabatnya itu.

"maaf deh Var, habisnya gue sama Vani udah laper pake binggou hehe"
Ujar Diandra meminta maaf kepada Alvaro dan Samuel.

"udah deh Var mending sekarang lo berdua pesen makanan deh"
Vani menyuruh Alvaro untuk memesan makanan. Sebab Vani tidak bisa di ganggu kalau sedang makan.

"aye aye captain"

Vani Point of View

kring... kring.. kring

Bel berbunyi menandakan saatnya pulang. Aku segera memasukan buku dan yang lainnya ke dalam tas.

Aku langkahkan kaki ku keluar kelas. berniat menuju gerbang sekolah. Saat sedang melewati koridor sekolah tiba tiba Samuel datang.

"Pulang bareng yuk Van?"
Ajak Samuel.

"hmmm maaf banget Muel gue udah ada yang jemput.. maaf yah.. maybe next time"
Ujar ku merasa tidak enak menolak ajakan Samuel, Tapi mau bagaimana lagi aku sudah lebih dulu janji dengan Ka Zyan.

"oh ya udah gk papa sante ae lah, ya udah gue duluan"
Ujar Samuel.

"maaf yah Muel, oh ya udah"

"by Vani"
Ucap Samuel sambil melangkahkan kakinya menjauhi ku.

Setibanya aku di gerbang aku segera menghubungi Ka Zyan tapi setelah beberapa kali aku mencoba untuk menelfonnya Ka Zyan tidak mengangkatnya.

To: Ka Zyan
Ka? Kaka dimana udah mau jemput apa belum?

send..send
namun setelah beberapa menit Ka Zyan belum memberikan jawabannya.

"ihhh jadi ga sih jemput.. lama lama gue jadi rempeyek gara gara kepanasan gini"
gerutu ku di dalam hati karna kesal sama Ka Zyan. Bayangin dia udah janji mau jemput tapi malah dia ga on time.

1jam berlalu dengan aku berdiri di depan gerbang sekolah nunggu seseorang yang mungkin udah lupa sama janjinya.

Aku putuskan untuk pulang naik taxi. Saat aku sedang menyetop taksi tiba tiba ada yang marik tangan ku.

"jalan aja pak"
Ujar Ka Zyan kepada sopir taxi yang tadi aku setop.

"Kok kamu pulang naik taxi sih yang?"
Ucap Ka Zyan tapi aku tetap mengabaikannya.

"iya soalnya bosen nunggu orang yang katanya mau jemput aku.. tapi entahlah kayanya orang itu udah lupa sama janjinya!"
aku menjawab pertanyaan Ka Zyan dengan nada Ketus dan menyindir.

"maaf tadi kaka ada rapat penting dadakan"
Ka Zyan mencoba memberi penjelasan.

"emang kalau ga bisa yang bilang ga bisa gk usah pakai janji janji segala!"
Ucap ku ketus lagi.

"tadi kaka ga sempet hubungin kamu soalnya kaka lagi sibuk banget tadi"

"bodo amat!!"

"aku cape mau pulang kalau ga mau nganter ya udah aku naik taxi aja"

"ya udah kita pulang pakai mobil kaka aja okeh"

Zyan Poin of View

Aku berniat menjemput Vani tapi tiba tiba sekertaris ku bilang kalau ada rapat yang tidak bisa di tinggalkan. Aku marah karna aku sudah berjanji pada Vani.

Dan aku sangat tau kalau Vani pasti akan marah kalau aku sampai membuatnya menunggu.
Akhirnya rapat sialan itu selesai juga. aku berlari keluar ruangan meeting berniat menuju sekolah Vani. mungkin Vani masih di sana.

Saat aku turun dari mobil aku lihat Vani sedang menyetop taxi segera ku cegat dia.

"jalan aja pak"
Ujar Ku kepada sopir taxi tersebut.

"Kok kamu pulang naik taxi sih yang?"
Aku coba bertanya pada Vani. Berharap dia tidak marah kepada ku.

"iya soalnya bosen nunggu orang yang katanya mau jemput aku.. tapi entahlah kayanya orang itu udah lupa sama janjinya!"
Dugaan ku sudah tidak salah lagi Vani benar benar marah pada ku.

"maaf tadi kaka ada rapat penting dadakan"
aku mencoba memberi penjelasan.

"emang kalau ga bisa yang bilang ga bisa gk usah pakai janji janji segala!"
Ucap Vani ketus.

"tadi kaka ga sempet hubungin kamu soalnya kaka lagi sibuk banget tadi"

"bodo amat!!"

"aku cape mau pulang kalau ga mau nganter ya udah aku naik taxi aja"

"ya udah kita pulang pakai mobil kaka aja okeh"


My Little Wife [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang