💋💋💋
"gk usah bohong kamu Van, Bunda tau kok kalau kamu lg ada masalah. Ya walaupun Bunda gk tau masalahnya apa. Tapi kalau memang betul kamu lagi punya masalah Bunda cuma mau bilang selesaikan masalah itu dengan baik gk usah emosi ya" Nasehat Rani terhadap putrinya.
"Iya Bun" Jawab Vani lesu.
💋💋💋
sudah dua hari ini Vani di rawat di Rumah sakit dan selama itu pula Vani masih mendiamkan Zyan yang terus berusaha untuk memperbaikinya. Berbagai macam cara Zyan lakukan agar bisa membuat Vani mau berbicara lagi dengannya. Seperti sekarang Zyan sedang duduk di bangku dekat ranjang Vani sambil memaksa Vani untuk mau makan dengan disuapi olehnya.
"yang makan ya?"
Ucap Zyan sambil membujuk Vani untuk makan. Tetapi Vani hanya mengalihkan wajahnya ke arah jendela.
"yang?" Ucap Zyan masih dengan sabar.
"Ayo lah yang makan 5 suapan aja deh" masih tidak ada respon dari Vani membuat Zyan menghela nafasnya kasar.
"Van makan okeh!" Ucap Zyan mulai terselut emosi.
"Vani buka mulut kamu!" Ucap Zyan agak sedikit keras.
"gk!" Jawab Vani acuh.
"Van Kaka bilang buka mulut kamu Kaka suapin kamu makan! " Ucap Zyan mulai tersulut emosinya namun Vani tetap diam tak merespon dan hanya memalingkan wajahnya.
BRAKKK...
zyan yang sudah emosi langsung membanting piring itu dan membuat semua makanan berceceran. Kaget? tentu saja Vani rasakan tapi dia berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikan rasa kagetnya dan Vani juga menahan air mata yang sedari tadi terus mendesak meminta untuk keluar.
"Terserah lah Van kamu mau makan apa gk. Kalau kamu gk mau makan gara-gara masalah kemarin kamu sungguh kekanakan tau gk. dengan kamu gk makan kamu bisa buat diri kamu sakit lagi bisa buat ngedrop keadaan kamu lagi. Oke kamu marah sama Kaka tapi gk gini caranya dengan kamu mogok makan. Ngerti kamu Van!"
Ucap Zyan dengan mengebu dan dengan nada yang tinggi.
"Sekarang Kaka beli makanan buat kamu terus kamu makan!" Ucap Zyan datar dan langsung meninggalkan Vani.
Setelah Zyan keluar lolos lah air mata Vani yang sedari tadi ia tahan. Siapapun yang mendengar tangisan Vani pasti akan merasa pilu.
"ak..u ha..rus gi..mana ya..allah" Ucap Vani sambil terisak.
Ya Vani bingung mau melakukan apa. Apakah dia akan memaafkan Zyan sedangkan hatinya masih sakit karna dia merasa di khianati oleh suami dan kaka sepupunya. Tidak Vani belum siap untuk memaafkan Zyan. Ya dia akan menunggu seberapa butuh Zyan terhadap dirinya jika memang Zyan sudah tidak membutuhkan ataupun Zyan sudah tidak mencintai dirinya dan Zyan kembali kepada masa lalunya dia akan mundur. Itu lah satu satu nya cara yang berada di otak cantik Vani.
Tiga puluh menit berlalu akhirnya Zyan datang membawakan makanan dan Zyan langsung duduk di dekat ranjang Vani untuk memulai menyuapi Vani. Namun saat Zyan sudah manyuapi Vani satu suapan Vani menghentikan Zyan yang akan memasukan suapan ke dua.
"gue bisa makan sendiri" Ujar Vani lirih dan mengambil alih makanannya. Zyan hanya bisa pasrah.
Setelah makan suasana menjadi hening Vani yang masih duduk bersandar di kepala ranjang dan Zyan yang duduk di kursi dekat ranjang. Sedari tadi Zyan terus memperhatikan wajah Vani yang menurut dia agak berbeda. Dengan keberanian akhirnya Zyan menangkup wajah Vani dengan tangannya yang membuat mereka saling pandang namun cepat cepat Vani mengalihkan pandangannya.
"Kamu kenapa? " Ujar Zyan lirih.
"gk papa! "
"tatap mata Kaka Van?! " Pinta Zyan karna sedari tadi Vani masih memgalihkan pandangannya.
Karna tidak ada respon dari Vani akhirnya Zyan menarik dagu Vani agar Vani menatapnya.
"kenapa nangis?" Tanya Zyan.
"gk papa!" Jawab Vani masih dingin.
"jujur sama Kaka Van"
"gue gk nangis!"
"bohong!"
"gue gk bohongin lo!"
"jelas jelas mata kamu merah dan pipi kamu basah. dan kamu gk pinter bohonh sama kaka! " Ucap Zyan tegas sambil menatap manik mata Vani tajam.
"gue gk bohong Zyan!" Vani tetep kekeh berbohong kepada Zyan.
"sejak kapan Kaka sama keluarga kamu, ngajarin kamu ngomong pake lo-gue pada orang yang lebih tua.!" Ucap Zyan karna sebal terhadap perubahan gaya bahasa Vani.
"Kalau kamu marah sama Kaka, kamu ngomong jangan diem aja. Dan seharunya kamu percaya sama Kaka kalau kaka gk ada apa apa terhadap Tania. Itu semua tuh sama kaya kejadian yang di kantor. Apa kamu gk cape beratem terus kaya gini hmm? " Ucap Zyan namun Vani tetap diam sambil menahan air matanya.
"kalau kamu mau nangis udah nangis aja luapin emosi kamu gk usah di pendem kaya gini. Kamu bikin kaka pusing dan khawatir tau gk sama kondisi kamu. Keluarin emosi kamu kaka akan dengerin semuanya." Ucap Zyan lembut dengan mencium kening Vani lama dan kemuadian memeluknya dan seketika iti pertahanan Vani runtuh. Ya Vani menangis di pelukan Zyan sambil memukul mukul dada Zyam.
"Aku benci sama Ka Zyan aku benci. Kenapa Ka Zyan selalu bikin aku sakit hati? kenapa? kenapa Ka? Kalau emang kaka udah gk cinta sama aku ceraiin aku dari pada aku kaya gini terus. Aku cape..cape Ka" Ucap Vani sambil terisak di dada Zyan menumpahkan seluruh isi hatinya.
"Kamu gk boleh ngomong kaya gitu dan gk ada kata cerai di hubungan kita" Ucap Zyan.
"Tapi aku cape. Aku gk ngerti sekarang sama perasaan Ka Zyan. Ka Zyan selau bilang gk ada hubungan sama Tania tapi ini udah dua kali aku lihat Ka Zyan kaya gitu. Sakit Ka, Kalau emang ka Zyan udah gk cinta dan cape sama aku mending kita CERAI."
💋💋💋
Haloo balik lagi maaf ya updatenya lama. Maaf juga kalau tambah kesini tambah gak jelas ceritanya. Maaf ya jangan lupa Vote dan Comment biar tambah semangat nulisnya. Aku minta comment nya yang bikin semangat ya jangan cuma next next tapi aku hargain ko kalain yang udah mau comment dari pada yang gk sama sekali buat vote ataupun comment.
Happy Reading 💋💋💋
22 Januari 2017
#authorUltahloh haha
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Wife [COMPLETED]
Romance#46 IN ROMANCE [24.05.2017] Perjalanan cinta seorang CEO dengan seorang gadis yang baru berusia 17tahun. mereka menikah dengan dasar cinta tapi berbagai macam masalah dari masa lalu mereka muncul saat hidup mereka sudah bahagia, akankah mereka mampu...
![My Little Wife [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/83372483-64-k334369.jpg)