#46 IN ROMANCE [24.05.2017]
Perjalanan cinta seorang CEO dengan seorang gadis yang baru berusia 17tahun. mereka menikah dengan dasar cinta tapi berbagai macam masalah dari masa lalu mereka muncul saat hidup mereka sudah bahagia, akankah mereka mampu...
Setelah melakukan ritual mandinya Vani segera melangkahkan kakinya menuju dapur. dia berniat untuk membuat makan malam tp apalah daya Vani yang hanya bisa memasak Mie Instan itupun kalau jadi. Tapi demi Zyan Vani rela lah berkutat dengan alat alat dapur.
"hmmm, bismillah aja deh semoga bisa" doa Vani dalam hati. Setelah 1jam lamanya Vani membuat Mie Instan akhirnya berhasil hahaha. Vani segera memanggil Zyan yang sedang berada dikamar mereka. Vani masuk ke dalam kamar dan melihat Zyan yang sedang berkutat dengan macbook miliknya.
"Ka, Makan dulu gih.. aku udah masakin makan malemnya.. makan yuk" Ajak Vani yang sudah duduk di samping Zyan.
"ntar dulu yang.. kerjaan masih banyak" Jawab Zyan tanpa mengalihkan pandangannya dari macbook .
"ihhh ayo dong makan dulu.. gk hargain aku banget sih yang udah masakin cape cape" Ucap Vani dengan nada merajuk.
"yaa udah ayo, gk usah ngambek gitu deh.. oh iya emang kamu masak apa ?" Tanya Zyan penasaran.
"emmm ada deh, makannya ayo turun" Ucap Vani sambil menarik tangan Zyan untuk turun ke lantai bawah tepatnya ke dapur. Ketika sampai di dapur Zyan terkejut ternyata selama 1jam istrinya masak cuma bikin Mie Instans doang.
"Kamu masak 1 jam cuma bikin ini doang yang?" Tanya Zyan sedikit tidak percaya.
"emmm kan emang aku cuma bisa bikin ini, ini juga udah yang paling bagus biasanya bikin mie aja gosong" Ucap Vani lesu.
Zyan yang melihat istrinya lesu pun merasa kasihan.
"yaa udah gk papa kali yang, ini aja udah cukup yaa udah ayo kita makan Mie Instans istimewa butan Wanita Istimewa" Ucap Zyan antusian sambil memakan mie nya. Sedangkan Vani hanya diam berdiri karna merasa tidak bisa bersalah kepada Zyan karna belum bisa menjadi istri yang bisa melayani suaminya.
Zyan yang merasa Vani hanya berdiri saja akhirnya mengakhiri acara makannya.
"hai, sini dong katanya mau makan kok diam aja" Ucap Zyan sambil menarik Vani ke pangkuannya.
"kenapa hm ?" Tanya Zyan saat Vani hanya diam menundukan kepalanya.
"ayo bilang ke kaka kamu kenapa.. kok tiba-tiba diem gini?" Ucap Zyan sambil mengelus rambut Vani.
"aku merasa bukan istri yang baik buat Kaka. buktinya tadi pagi aja aku udah bikin kaka kesel sama aku karna aku bangun kesiangan terus ini aku cuma bikin mie buat makan malem. masak aja aku gk becus apalagi ngurusin suami. aku bener bener bukan istri yang baik buat Kaka" Ucap Vani masih dengan menundukan kepalanya.
"Terus?" Ucap Zyan sambil menatap Vani yang sedang menunduk.
"yaa, aku takut kalau Kaka bakal cari perempuan lain dan ninggalin aku gitu aja gara-gara aku gk bisa masak lah, ini lah, itu lah." Ucap Vani sambil menitikan air matanya.
"hay sini dong liat mata kaka" Ucap Zyan sambil menarik dagu Vani agar mata mereka bertemu dan saling pandang.
"Dengerin kaka. Kaka gk bakal dan gk akan pernah ninggalin kamu cuma gara masalah kaya gini. Dan kaka gk pernah minta kamu buat jadi istri yang sempurna yang kaka minta dari kamu adalah kamu nurut sama Kaka, terus di samping Kaka baik suka maupun duka dan terus jaga cinta dan kepercayaan kaka. dan masalah kamu gk bisa masak itu kan gampang kamu bisa belajar dari mommy ataupun dari Bunda. jadi gk usah mikir yang aneh aneh deh. Kaka sayang sama kamu Kaka cinta sama kamu" Ucap Zyan panjang lebar dan diakhiri dengan pelukan Zyan terhadap Vani.
"Vani juga sayang dan cinta sama Kaka" Ucap Vani melepaskan pelukannya dan menatap mata Zyan. Zyan memcium kening Vani lama dan diakhiri dengan Zyan mencium Bibir Vani dengan lembut yang didasari cinta bukan nafsu.
"yaa udah sekarang kita makan okeh" Ucap Zyan sambil mendudukan Vani di Kursi sebelahnya.
"gk mau udah dingin, udah gk enak" Ucap Vani lesu.
"terus maunya apa?" Tanya Zyan sambil merapihkan rambut depan Vani.
"Makan diluar aja gimana ?" Usul Vani
"ya udah kamu siap siap gih" Ucap Zyan dan Vani pum bergegas menuju kamar untuk berganti pakaian .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vani keluar dengan menggunakan dres berwarna hitam dan juga switter berwarna abu abu. Vani langsung menuju Zyan yang sedang duduk di sofa sambil memainkan iPhone.
"ayo ka" Ajak Vani dan sontak Zyan mengalihkan pandangannya menuju ke Vani.
"ayo" Zyan pun menggenggam tangan Vani menuju restauran terdekat.
Setelah makan malam Zyan dan Vani langsung pulang menuju rumah mereka .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vani pun langsung naik menuju kamar utama yang terletak di lantai 3 dan mengganti pakaiannya denga piyama tidurnya. Setelah selesai berganti Vani pun duduk di pinggir ranjang dan pada saat itu pun Zyan datang dan langsung duduk di sofa yang ada di kamarnya dengan ditemani macbook miliknya.
"kamu tidur aja dulu yang, kaka masih ada kerjaan buat meeting besok" Ucap Zyan yang mulai sibuk dengan pekerjaannya.
"gk mau, Ka Zyan temenin sini" Ucap Vani sambil menepuk tempat tidur kosong di sebelahnya.
"uuhhh manjanya istriku, ya udah kaka pindah tapi kamu harus tidur besokkan kamu sekolah" Ucap Zyan sambil bangkit dari sofa menuju tempat tidur.
"iyaaa" Ucap Vani sambil memeluk Zyan yang sudah duduk disampingnya.
"yaa udah sekarang tidur"
"hmmm, Kaka juga tidur"
"iyaa, nanti kaka tidur. good night sweet heart" Ucap Zyan sambil mencium kening Vani.