VenArs#18

211K 10.5K 764
                                    

Pagi hari yang lumayan cerah, Mars dan Venus sedang berada di sekolah. Venus memang memaksa Mars agar ia di perbolehkan untuk sekolah karena ia sangat bosan berada di rumah.

Sejak sampai sekolah semua murid memandang Venus dengan tatapan mengejek atau meremehkan? Namun mereka hanya diam dan takut saja saat Mars balik menatap dengan tatapan dingin dan menusuk membuat murid-murid yg memandang Venus dengan tatapan mengejek itu menunduk ketakutan.

Saat sudah sampai kelas Venus pun kembali ke mejanya, dia duduk memakai kursi rodanya dan bangku yang biasa di pakai telah di pindahkan Mars.

Saat Mars pergi keluar untuk ke kantin, tiba-tuba suara seseorang dengan nada sedikit besar seakan menyindir.

"He to the loow, ewh ya, masa di sekolah kita eh di kelas kita lebih tepatnya ada anak lumpuh" ucap Putri dengan suara lumayan kencang dan dengan nada mengejek.

Venus hanya nenunduk seraya meremas jarinya sendiri. Denna yang geram akan ucapan Putri yang seolah menyinggung Venus, ia pun berdiri dari bangkunya dan segera ke meja Putri sambil mendobrak meja Putri membuat Putri dan dayang-dayangnya kaget serta make up yang ia pakai menjadi miring dan tidak beraturan.

"HEH! LO APA-APAAN SIH!" Teriak Putri.

"LO YANG APA-APAAN JABLAY KURANG BELAIAN!" teriak Denna membuat dayang-dayang putri ikut berdiri menatap horor Denna seakan-akan membuat Denna takut karena ia sudah mengatai bos nya ini.

"Lo bisa ga sih, gausah nyindir-nyindir, gue tanya sama lo, lo perfect ga?" Ucap Denna dengan sinis.

"Heloow Adenna Livyra, gua? Perfect atau engga? so pasti Perfect lah ya, ga kaya temen lo yang cacat" ucap Putri seraya menekankan kata Cacat.

"Hellooow Putri sang chili-chilan gosong, se-Perfect apa dirimu? Hhh~ gua rasa di salah satu bagian tubuh lo itu ada kudis, kurap, panu" ucap Nessa nyambung.

"Heh, lo jangan sok tau ya, gua ini mulus lus lus kaya model" ucap Putri dengan angkuh.

"Eh iya gue baru tau, kan Putri model guys model apa ya yang cocok" ucap Denna dan Putri mengangkat dagu tinggi-tinggi sambil mengangguk.

"Victoria Secret pastinya" ucap Putri seraya mengibas rambutnya kebelakang

"Model Yasin kayaknya lebih cocok" ucap Denna dan mengundang gelak tawa satu kelas dan Putri pun geram, tangan kanannya seakan ingin menjambak rambut Denna namun alhasil Denna menangkap tangan Putri seraya memplintir tangannya ke belakang membuat Putri menjerit.

"Jangan pernah sentuh gua se ujung kuku pun atau sentuh temen-temen gua Bitch" ucap Denna dan menekankan kata Bitch

Putri hanya meringis kesakitan dan Denna pun melepaskan tangan Putri seraya berjalan ke arah bangkunya  tanpa rasa bersalah.

"Jangan di ambil hati Ven, biasa, tar kalau dia ngerasain posisi dimana dia kesusahan juga pasti bakal nyesel" ucap Denna dan Venus hanya tersenyum tipis

"Kenapa?" Ucap Mars dingin saat ia baru saja masuk kelas sehabis dari kantin untuk membeli minuman, namun saat Mars datang, Mars sudah melihat Venus dengan wajah kesedihan.

"Gapapa Mars, sini mana minumnya aku haus" ucap Venus seraya mengembalikan suasana hening di kelas ini.

Mars pun menyerahkan minuman tersebut dan segera Venus raih juga meminumnya hingga habis.

"haus?" Tanya Mars aneh melihat Venus yang minum dengan sangat kalap.

"Iya Mars, Venus Gerah mungkin" ucap Nessa seraya menekankan Kata Gerah dengan nada sedikit keras sambil melirik Putri yang sedang memegang tangannya sehabis di oelintir Denna, sesekali ia menatap Venus tajam.

Venus Dan MarsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang