VenArs#3

319K 16K 1.2K
                                    

Fak weh fak 😂 mulmednya ga nahan 😂

***

Setelah menempuh perjalanan yg lumayan jauh dan akhirnya Aku dan Mars telah sampai di rumahnya bunda. Aku pun turun dari motor dan memberi helmnya. Lalu Aku menunggu Mars. Iyalah kan dia tuan rumah masa iya aku nyelonong gitu aja.

Namun saat aku menunggu Mars, pintu rumah terbuka dan tampaklah seorang wanita cantik yaitu bunda Farensa. Aku pun mencium tangan bunda Farensa dan memeluknya. Aku di suruh masuk ke dalam rumah namun aku ingin menunggu Mars dahulu, tetapi Mars tidak ada?! Setelah aku menengok sedikit kedalam rumah. Dia sudah naik tangga? Cepat sekali anak itu!

"Maafin si Mars ya. Dia emang gitu orangnya cuek banget," ucap bunda dan aku hanya tersenyum. Ya memang aku harus memakluminya dan harus terbiasa olehnya.

"Bun baju aku gimana?" Tanyaku pada bunda.

"Nanti juga dateng kok tadi bunda udah suruh orang rumah bawain perlengkapan kamu, Kamu langsung ke atas aja dulu ya, kamar kamu di sebelah kamar Mars. Kamar Mars ada namanya, nah sebelah kirinya itu kamar kamu. Nnti kamu tulis nama kamu di pintu kamar kamu aja," ucap bunda dan aku menggaguk dan tersenyum.

Saat aku naik ke atas dan berjalan melewati kamar Mars. Pintu kamar Mars terbuka dan menampilkan seorang laki-laki tampan nan dingin sedang shirtless. Aku pun menahan nafas saat melihatnya seperti itu. OMG aku gabisa nafas. Aku gabisa nafas asli. gabisa nafas. Astaga astaga asta--

"AAAAAAAAA" teriakku sangat kencang buru-buru aku balik badan dan berjongkok sambil menutup mataku dan telingaku.

Terdengar suara orang berlari dari tangga.

"Mars? Kamu apain Venus?" Ucap seorang wanita. Ya aku yakin ini pasti bunda.

"Venus kamu kenapa sayang?" Ucap bunda dan aku hanya menggelengkan kepala. "Itu..i-itu M-Mars Telanjang!" Ucapku terbata tak lama setelah aku berbicara seperti itu bunda tertawa terbahak-bahak, aku pun membuka mataku dan benar saja bunda tertawa sampai guling-gulingan dan mengeluarkan air mata?

Segitu lucunya kah?

Ku lihat Mars dan dia menatap bunda dengan muka datarnya seraya menaikan satu alis. Merasa di perhatikan ia langsung menatapku segera aku membuang muka dan beranjak pergi

"Aku masuk dulu!" Ucapku sambil nunduk dan aku tak sadar aku menabrak sesuatu hingga aku terjatuh dan kepalaku terbentur sangat keras.

"Aww" Ini sebabnya jika aku ketakutan, gemeteran, gugup serta jalan nunduk. Pasti selalu seperti ini ku pegang perlahan dahiku yang kurasa sangat perih lalu kulihat tanganku hey ini berwarna merah? Ku pegang sekali lagi dan benar ini seperti darah lalu ku lihat tembok yg menjadi korban antrukan ku dan, oh lihat saja bagaimana tidak berdarah disana ada bebatuan kecil lancip yg terselip di cat. Dan tembok itu ada bekas darahku walau sedikit sih. Tembok Sialan! Sejak kapan tembok itu ada disana? Hehe aku pun tak tau..

"Venus! Astaga ini kamu berdarah sayang!" ucap bunda dengan nada khawatir.

"Bunda kebawah dulu ambil obat. Mars kamu bawa Venus ke kamar kamu dulu sementara!" Ucap bunda.

Oh bunda tolonglah ini gaswat kalau aku sekamar denganya. Bukan masalah fikiranku. Namun aku selalu deg-degan kalau berdua dengan Mars.

Mars pun mendorong bahuku agar masuk ke kamarnya dan menutup pintu. Lalu ia menuntunku ke sofa di kamarnya ini. Setelah itu bunda masuk ke dalam kamar Mars sambil membawa kotak obat. huft selamat.

"Mars kamu obatin Venus yah. Ayah kamu minta Mama ke kantornya bentar,. Mars jagain Venus dengan benar, ini perintah dan jangan bantah!" Ucap bunda dan langsung keluar.

Venus Dan MarsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang