VenArs#32

173K 7.8K 322
                                    

"Mang Ujo, Gue Bakso 3 Porsi sama Teh Botol 5," ucap Nessa sambil cemberut, sedangkan yang lainnya hanya menatap Nessa dengan pandangan tak percaya.

Ya, saat ini Venus dkk dan Mars dkk sedang berada di kantin, namun yang mengejutkan adalah Nessa datang dengan muka yang memerah entah menahan marah atau menahan tangis, karena ia tiba-tiba datang langsung memesan makanan yang begitu banyak.

"Gila Nes, perut atau karet, lo di kelas baru aja makan roti gue sama nyolong bekel si Fela, dan sekarang lo beli makanan lagi dengan porsi banyak, Astaga Nes lu knpa woi, katanya lu mau diet kar--" ucap Denna yang terpotong.

"Persetan dengan Diet, gue gak mau diet, bodo amat gue gendut melebihi gendutnya si Denok, bodo bodo bodo," potong Nessa kesal.

"Kamu baik-baik aja Nes?" tanya Yuvi.

"Gak! Gue. Gak. Baik. Baik. Aja!" sentak Nessa dengan menekankan setiap katanya.

"Lo kenapa sih Nes?" tanya Venus.

"Gue kesel pake banget, arrgghh kesel kesel kesel!!!" ucap Nessa dengan nada sedikit meninggi.

"Ya lo keselnya kenapa? Lo kira kita paranormal yang tau isi hati lo dan apa yang terjadi sama lo?" ucap Denna.

"Gue liat Ka Leo sama cabe kelas Bahasa, najis banget anjir masa tadi yaa, gue kan berangkat sekolah gitu, terus gue lewat kelas Bahasa, eh yang gue liat Ka Leo sama Venia si cabe kelas Bahasa lagi pangku-pangkuan, ish kesel gue kalo nginget," ucap Nessa berapi-api.

"Trus gak lo samperin?" tanya Denna.

"Gak, gue takut kalau gue samperin ntar dia malah minta putus, yaudah gue bersikap seolah-olah gak ada apa-apa aja," ucap Nessa.

"Bodoh!" gumam Arsa yang dapat terdengar oleh semuanya.

"Lo bodoh," ucap Arsa seraya menatap Nessa tajam.

"Kok gue?" tanya Nessa.

"Ya emang lo yang bodoh, lo terlalu di butakan sama cinta lo yang ga guna buat cowo kaya Leo," ucap Arsa masih menatap Nessa lurus.

"Tapi gue sayang sama Ka Le-" ucap Nessa terpotong

"Itu lo yang sayang, coba lo tanya sama dia, lo bagi dia itu apa? Apa dia pernah bahagiain lo sedetik aja? Apa dia selalu ada di saat lo terpuruk? trus tujuan dia apa macarin lo kalau ujung-ujungnya lo gak bahagia sama sekali," sentak Arsa.

"Gue bahagia Sa," ucap Nessa.

"Bahagia? Dengan cara lo liat Leo sama cewe yang berbeda setiap harinya? Dia yang kasar sama lo tapi lo masih bilang dia baik? Dia yang emang punya pacar banyak di luar sana selain lo tapi lo bilang dia pengertian? Dia yang gak ngertiin lo sama sekali, dia yang gak pernah tau lo nangis setiap hari, dia yang gak pernah tau apapun tentang lo walaupun lo pacarnya dia, apa itu yang lo bilang bahagia?" jelas Arsa panjang lebar sedangkan manusia yang ada di meja itu hanya diam saja mendengarkan perdebatan mereka berdua.

"Lo kenapa sih Sa?" tanya Nessa.

"Kenapa? Gue emang kenapa?" tanya Arsa.

"Lo aneh," ucap Nessa.

"Gue begini karna gue gak mau lo disakitin terus, gue gak mau liat setetes pun air mata lo cuma karna dia, gue emang playboy Nes, gue emang punya banyak cewek di luaran sana, tapi gue gak sebrengsek Leo, karna pada dasarnya cuma ada satu nama di hati gue... yaitu Lo," ucap Arsa menatap Nessa lurus, sedangkan Nessa hanya bisa terdiam karna kekagetannya begitu juga yang lainnya.

"Gue cabut," ucap Arsa seraya beranjak dari meja dan pergi, sedangkan Nessa hanya terdiam.

"Nes," panggil Venus.

Venus Dan MarsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang