VenArs#36

182K 8K 711
                                    

Kayaknya beberapa part lagi bakal end 😂
Mau cerita baru gak? 😂 TeenFic? FanFic? Chicklit? Action? Or Humor? Semua itu ada di draf gue 😂 tapi kayaknya gue mau Hiatus duku deh 😂

***

"Guys-guys," panggil Denna dengan suara pelan semacam berbisik namun maaih terdengar di meja mereka.

"Kenapa?" Tanya mereka semua.

"Gue tadi gak sengaja nengok ke meja si planet merah tuh, trus gue ngeliat si Via senyum licik," ucap Denna membuat Venus terkaget juga. Berarti yang ia lihat tidak salah?

"Gue juga lihat Na," ucap Venus.

"HA!" teriak Nessa seraya menggebrak meja membuat semua orang yang berda di kantin menatap Nessa tak luput dari Mars yang juga melihat ke arah meja mereka. Terutama semua orang yang duduk di meja itu sedang mengusap dadanya kaget karena teriakan Nessa.

"Gila Lo! Jantungan gue!" Ucap Mada.

"Hehe sorry-sorry, jadi menurut gue guys, si Via itu ada rencana licik dengan merebut Mars dari lo Ven," ucap Nessa yang di angguki oleh lainnya merasa mereka semua sepemikiran.

"Yap! Gue juga merasa begitu," ucap Arsa.

"Jadi?" Tanya Venus.

"Ya kita juga harus ada rencana licik juga dong Ven! Lo gimana sih. Nih ya, lo gak selamanya harus lemah dalam urusan beginian, apalagi sama cabe-cabean busuk kaya dia, idih geli lahir batin gue," ucap Nessa.

"Yap! Menjijikan!" Ucap mereka semua.

"So? Kita harus apa?" Tanya Venus.

"Sini gue bisikin," ucap Nessa seraya memberitahukan rencananya pada mereka.

***

Bel masuk telah berbunyi membuat semua murid bergegas ke kelas agar tak tertinggal pelajaran.

Namun berbeda dengan Arsa yang kini tengah mengajak Mars untuk mengantarnya mengambil buku di loker yang padahal loked itu telah lama tak di buka oleh pemiliknya karena Arsa selalu membawa bukuke kelas hanya satu yaitu buku tulis saja.

"Tumben Sa," ucap Mars curiga.

"Yaelaa bro, gur rajin salah gue gak rajin juga salah, hayati tuh gak bisa di giniin," ucap Arsa mendrama sedangkan Mars hanya mendelik.

Ruanv kelas ke loker itu lumayan jauh sih, tapi gak jauh-jauh banget, hanya saja harus melewati perpustakaan juga ruang guru.

Berbeda dengan keenam orang ini yang kini tengah mengacak-acak isi tas Mars untuk mengambil handphonenya.

Setelah di dapatkannya mereka pun segera mengambil handphone Mars dan membuka kuncinya, untung saja Venus tau, karena kuncinya itu masih tanggal jadian mereka.

Ah jadi baper!

"Biasanya Mars kalau chat tuh dimana?" Tanya Nessa.

"Line"

Setelah mendapatkan jawaban, mereka pun membuka aplikasi berwarna hijau dengan ikon line tersebut dan membukanya.

Teman > 6
Grup > 1
Obrolan > 3 (klik)

>Via (klik)
>Venus
>Cogan (4)

Mereka pun membaca semua chat Mars dan Via dengan pandangan jijik. Bagaimana tidak? Disini Via lah yang sangat agresif dan banyak menggombal. Oh God.

"Wait-wait, see? Kalian lihat chat ini? Disini Via memaksa Mars untuk menjadi pacarnya dan--WHAT?!" Teriak Mereka seketika.

"Kenapa?" Tanya Venus, ya. Venus tidak membaca chat itu, dia terlalu malas untuk flashback, bikin sakit hati aja :'

Venus Dan MarsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang