Sepertinya orang-orang di dekat gue sering banget kesurupan. Nggak di sekolah, di kampus bahkan di tempat kerjapun ada aja yang kesurupan.
Kejadiannya waktu gue shift 2 bersama kak Tere. Dia kan penakut banget lebih penakut dari gue.
Gue kerja di laboratorium mikrobiologi, nah disamping laboratorium ada sekat penghubung ke ruang pengemasan. Sekat itu dipakai untuk ruang administrasi.
Sift 2 ruang administrasi kosong tak ada penghuni. Sedangkan di bagian pengemasan ada dua orang operator.
Gludak...
Terdengar suara seperti ada yang rubuh. Waktu itu sekitar pukul 21.30. Gue mengintip dari balik pintu kaca. "Astaga kak Tere!" jeritku.
Ada seorang gadis ambruk di ruang pengemasan. Gue bisa ngeliat dari balik kaca lab karena sekat pembatas berupa kaca bening. Gue dan Kak Tere segera memeriksa apa yang terjadi.
Gue denger gadis itu teriak-teriak, "Jangan tebang pohon itu! Itu tempatku!"
Hah, pohon jambu depan lab mikro ternyata ada penghuninya. Baru sadar gue, padahal gue sering duduk di bawah pohon itu kalau lagi galau.
Bukan kapasitas gue buat ngusir setan. Gue dan kak Tere memutuskan untuk memanggil satpam. Biar pak Satpam dan orang yang sudah profesional dalam hal persetanan yang menangani.
Gue balik ke lab mikro, "Kak Tere. Padahal gue sering nongkrong di bawah itu pohon lho. Terus katanya kamar mandi tengah juga ada penunggunya."
"Gue nggak pernah ke kamar mandi tengah. Emang auranya gak enak," sahut Kak Tere.
"Masa sih? Justru gue paling seneng tuh di kamar mandi tengah. Nggak antri haha jadi itu alasannya baru tau gue, kak." Gue agak merinding juga sih, berarti selama ini gue diintipin dong sama tu makhluk. Aduhduh!
"Kak Tere bicara soal kamar mandi dulu gue pernah kekunci kak di kamar mandi cowok waktu SMK." Gue mencoba mencairkan suasana biar nggak tegang karena ruang sebelah ada ritual usir setan.
"Hah kok bisa?" tanya kak Tere penasaran.
Flashback
Meski nggak ada yang penasaran gue bakalan tetep flashback... Baca baik-baik ya dan jangan meniru adegan ini!
Waktu itu setelah pelajaran olahraga. Gue mau ganti baju. Kamar mandi cewe bener-bener antri. Maklum aja SMK gue kan mayoritas cewe. Gue dan dua orang temen gue memutuskan pergi ke kamar mandi cowok.
Gue tengak-tengok tak ada cowok jadi aman. Gue masuk di kamar mandi tengah sedangkan dua temen gue di samping kiri dan kanan gue.
Dua temen gue udah selesai ganti baju. Jadi mereka menjaga kamar mandi di depan. Selesai gue ganti baju, gue buka pintunya.
"Wadidaw kok nggak kebuka ya!" teriak gue.
"Aprit! Ajeng! Tolongin gue!" teriak gue tapi sayangnya tak terdengar oleh mereka berdua.
"Duh jangan-jangan mereka udah pergi!" Gue makin deg-degan.
Gue nggak punya pulsa maupun kuota jadi gue nggak bisa hubungi siapa-siapa.
Gue mencoba naik bak mandi dan berusaha menggapai tembok untuk lompat ke kamar mandi sebelah.
Sewaktu gue lompat dari bak buat meraih pinggiran tembok pembatas, gue berhasil meraihnya tinggal naikin aja tetapi tangan gue nggak kuat. Guepun terjatuh di lantai kamar mandi.
Gue cuma bisa meringis kesakitan. Gue coba teriak panggil nama temen gue, tetep aja nggak direspon. Kamar mandi cowo memang jarang dipakai bahkan sering dikunci dari luar. Gue makin panik.
Gue mutar otak, akhirnya gue lemparin tas gue ke kamar mandi sebelah. Gue berharap kalau ada orang masuk ke kamar mandi itu bisa peka dan nyelametin gue. Gue dobrak pintu kamar mandi juga percuma. Nggak bisa!
Setengah jam kemudian....
"Loh ini tas siapa?" terdengar suara pria dari kamar mandi sebelah.
"Tas gue kak!" teriak gue.
"Eh kok ada suara cewe?" sahutnya.
"Kak! Tolongin gue kak gue kekunci dari kamar mandi kak! Gue nggak bisa buka! Udah sejam gue disini!" pinta gue penuh harap.
"Siapa suruh lo masuk kamar mandi cowok!" teriaknya.
"Kak plis kak, gue belom merit kak gue nggak mau kekurung disini selamanya!" Mungkin rayuan gue agak lebay tapi biarin aja.
"Bentar gue ambil tangga dulu!" teriaknya.
Gue harap-harap cemas, kuatir kalo dia justru ngerjain gue. Eh, ternyata pemikiran gue salah.
Pria penyelamat gue ternyata Kak Jacob. Dia beneran lompat ke kamar mandi. "Eh, lo tuh! Punya mata nggak bisa baca pa? Ini kamar mandi cowok ngapain lo masuk? Ini kok susah ya bukanya!" Selesai marahin gue, Kak Jacob mencoba membuka kunci kamar mandi yang memang seret.
"Duh! Gimana nih kalo kita kekurung berdua disini!" gerutu gue.
"MUSIBAH!" jerit kak Jacob. "Gue tuh baik nyoba nolong lo. Eh gue jadi ikut kekurung. Bisa-bisa kita disidang nih! Gara-gara lo!" omel kak Jacob.
"Makanya usaha! Lemah amat sih tenaga lo kaya cewe!" ejek gue.
"Tau gitu gue biarin aja lo kekurung!" Kak Jacobpun dengan sekuat tenaga membuka pengait pintu yang seret.
"Ayo kak! Kau pasti bisa!" Gue nyemangatin.
"Diem lo! Yeah! Akhirnya." Kak Jacob berhasil membuka pintunya.
"Thanks ya kak!"
"Hey! Jangan sampai lo masuk kamar mandi cowo lagi! Gue nggak bakal nolongin kalo lo kekunci!" omelnya.
Gue cari-cari Aprit dan Ajeng ternyata mereka duduk depan kamar mandi. "Lama amat sih lo!" gerutu Aprit.
"Gue kekunci,blik!" seru gue.
"Hah gue pikir lo lagi pup makanya lama!" sahut Ajeng.
Disitulah awal gue kenal Kak Jacob.
Flashback off
"Satu kesimpulan gue, Katt!" ucap kak Tere yang sejak gue cerita ketawa mulu sampai kesedak.
"Apa tuh kak?"
"Otak lo udah nggak pada porosnya!" seru Kak Tere.
"Serah lo deh kak!" gerutu gue.
Selesai gue cerita ke Kak Tere pengalaman gue, si gadis kesurupan tadi udah berhasil dikeluarin setannya. Ternyata yang bantuin bopong gadis itu si Steve. Steve liat gue lalu nyamperin gue. "Rusuh ya dimana-mana kalau ada lo!" ucap Steve.
"Sembarangan lo kalau ngomong," seru gue yang nggak terima dibilang perusuh.
Kak Tere senyum-senyum geli melihat gue dan Steve, "Cieee... gabruk aja Katt!"
"Apaan sih kak Ter, cowok aneh begitu! Kita siap-siap pulang aja kak, bentar lagi bel pulang."
Ternyata tempat kerja gue begitu sempitnya, hingga terus-terusan gue bertemu dengan Steve, makhluk ngeselin yang hadir dimana-mana. Hampir mirip dengan kak Jacob.
KAMU SEDANG MEMBACA
My (Ex) Boyfriend
HumorKumpulan kisah kegilaanku di masa lalu.... Dalam revisi... Maaf jika nama-nama pemain diganti untuk menjaga privasi. 😊 #3 in humor (02.02.17)
