Sebagai pengawal pribadi veranda, Kinal menempati kamar persis di samping kamar veranda. Kinal memang harus selalu berada didekat veranda setiap saat supaya bisa selalu mengawasi dan menjaga gadis itu, serta cepat bertindak jika terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan veranda. Memang terkesan berlebihan, tapi begitulah prosedur pengamanan standar anak presiden yang secara tidak langsung ikut membantu presiden agar bisa berkonsentrasi penuh dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Sebetulnya ada kamar lain di belakang rumah dan kinal telah meminta untuk menempati kamar tersebut,tapi nenek veranda malah meminta kinal menempati kamar di samping veranda. Alasan neneknya supaya kinal lebih dekat dengan veranda. Nenek dan kakek veranda juga menganggap kinal sebagai cucu sendiri walau baru beberapa hari mengenal kinal. veranda yang heran dengan sikap kakek-neneknya sempat bertanya, neneknya menjawab "Nenek sudah mengenal berbagai macam karakter orang. Dari wajah dan sikap orang itu saat pertama kali bertemu, nenek bisa tau sifat dan karakternya. Nenek tahu kinal gadis yang baik dan pintar, nenek yakin dia akan bisa melindungi kamu."
Soal keahlian neneknya mengenali karakter orang, veranda memang tidak bisa membantah. Neneknya memang bisa menebak sifat dan karakter orang dengan melihat wajah dan tingkah lakunya saja, dan 99% tebakannya itu benar.
Dan kelihatannya nenek veranda sangat menyukai kinal. Lima hari sudah kinal tinggal dirumah nenek veranda, tapi baru hari ini dia punya kesempatan untuk merapikan dan menata kamarnya. Sebelumnya kinal hanya sempat meletakkan pakaian di lemari, sedang barang-barangnya yang lain masih di biarkan tergeletak di berbagai sudut kamar tanpa kepastian kapan akan dirapikan.
Hari ini veranda sakit. Bukan sakit serius sih, cuma demam biasa. Tapi, itu cukup membuat gadis itu harus beristirahat di rumah dan absen dari sekolah. Veranda berada di rumah seharian, maka pengamanan terhadapnya tidak terlalu ketat. Artinya kinal tidak harus berada disisi veranda. Dia bebas berada dimana pun selama masih dalam radius dua puluh meter atau masih berada didalam rumah, dan veranda dalam keadaan aman.
Siang ini veranda tertidur lelap karena pengaruh obat yang diminumnya. Kesempatan ini dimanfaatkan kinal untuk membereskan kamar. Tentu saja dia masih tetap dalam kondisi siap siaga, jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Barang-barang pribadi kinal telah selesei ditata, diletakkan dengan rapih supaya terlihat indah. Sebetulnya kinal tidak banyak membawa barang pribadi, karena tahu kehadirannya ditempat ini karena tugas, dan sewaktu-waktu dia bisa dipindahkan.
Beres! batin kinal.
Dia melirik jam meja berbentuk hello kitty yang berada di dekat tempat tidur. Sudah jam dua!
Veranda pasti masih tertidur karna pintu kamarnya masih tertutup rapat. Kinal tidak perlu keluar kamar untuk mengetahui hal itukarena pihak paspampers telah memasang CCTV di beberapa bagian rumah ini, termasuk di depan pintu kamar veranda, dan kinal bisa mengakses kamera-kamera tersebut dari HP atau tablet PC nya.
Saat pergi kedapur, kinal melihat nenek sedang membuat sesuatu.
"Nenek..." Mendengar sapaan kinal dari belakang, nenek menoleh.
"Hai... sudah selesei membereskan kamar?" tanya nenek.
"Sudah, Nek."
"Bagaimana veranda? masih tidur?" tanya nenek lagi.
"Masih." Kinal terus memperhatikan nenek yang sedang mengaduk adonan.
"Bikin kue, Nek?" tanya kinal.
"Iya. Bikin cupcake kesukaan veranda, kalo dia sakit biasanya suka minta dibikinin," jawab nenek.
Kinal mendekat dan membantu nenek yang ingin mengambil tepung terigu yang berada pada dekat kitchen set di atasnya.
"Makasih," ujar nenek.
"sama-sama nek," jawab kinal.
"kamu bisa bikin kue" tanya nenek.
Kinal menggeleng. "Mau bantuin nenek buat kue? sekalian belajar..." tawar nenek.
"Tapi, saya sedang bertugas"
"Tugas apa? veranda sakit dan sekarang sedang tidur. Jadi kamu sekarang sedang ngga bertugas toh?"
Dalam hati kinal mengakui kebenaran ucapan nenek veranda. Walau belum pernah membuat kue, ternyata kinal murid yang cerdas. Dia belajar dalam waktu yang singkat. Tentu saja nenek sangat senang melihatnya, bahkan veranda sendiri tidak bisa belajar secepat kinal.
"Asalmu dari mana, Nak?" tanya nenek.
Kinal yang sedang menambahkan cokelat ke dalam adonan cupcake terdiam sejenak mendengar pertanyaan tersebut.
"saya dari bandung juga, dari lembang" jawab kinal kemudian.
"Oya? kamu sekarang tinggal dimana? maksud nenek sebelum jadi pengawal veranda" tanya nenek lagi
"di jakarta, nek. Di barak"
"Kamu sering pulang ke lembang?"
Kinal terdiam mendengar pertanyaan tersebut. Seakan-akan dia sangat berat untuk menjawabnya. Suara bip di HP kinal menyelamatkan gadis itu dari pertanyaan nenek, kinal segera meraih HP-nya.
"Maaf, Nek, saya harus menelepon" ujar kinal pada nenek, lalu keluar dari dapur.
******
Setelah beristirahat sehari penuh, kondisi veranda membaik. Dokter kepresidenan yang memeriksanya pun mengatakan tidak ada yang perlu di khawatirkan. Gadis itu hanya terkena flu ringan dan kelelahan.
Keesokan harinya veranda sudah kembali masuk sekolah, otomatis kinal juga kembali masuk. "Kayaknya ada yang aneh deh," kata Jeje.
"Aneh apanya? aneh liat gue masuk?"
"Bukan gitu..."
Jeje melirik kerah kinal yang sedang menuju tempat duduknya. "Apa dia ngga bisa pergi sekolah sendiri? pas lo ngga masuk, kenapa dia juga ngga masuk? emang dia ikut-ikutan sakit?" tanya Jeje.
"Mana gue tau...," jwab veranda. "Mungkin dia nggak tau jalan ke sekolah kalo di sini, atau masih takut pergi sendiri."
.
.
.
.
.
TBC

KAMU SEDANG MEMBACA
First Girl
General Fictionjalan cerita, dan judul yang sama cuma ubah nama karakter jadi anak-anak JKT48, cerita dari Luna Torashyngu. cekidot ^.^