Budayakan vote sebelum membaca yaw! :*
Sudah?
Oke, happy reading!!
****
"Alyssa!!" Teriak Aland yang hanya dibalas dengan cengiran olehku.
"Hehe, sorry Land," ucapku sambil mengangkat tangannku berbentuk huruf V.
Aland mendengus kesal, "Pokoknya lo harus gantiin minuman gue!"
"Iye, iye tenang aja kali." Aku kembali meminum sisa es jeruk Aland. Sedetik kemudian Aland merampasnya dariku, membuat minuman yang aku hendak minum tadi muncrat kemana-mana.
"Uhuk! woy! Apaan sih lo Land?!" Pekikku sambil mengambil tisu yang berada di meja depanku dengan wajah menahan kesal dan bibir yang maju beberapa senti.
"Enak aje lo!! Minum-minuman gue." Wajahnya melambangkan ketidak-relaan.
"Ya kan sama gue mau digantiin, ribet banget dah."
"Ganti ya ganti, tapi yang ini jangan diminum napa," belanya masih tak menyerah.
"Serah! Capek gua berurusan sama lu, ck." Aku memutuskan untuk tidak meladeni perkataannya, sambil terus membersihkan mulutku yang dibuat kotor karena ulah Aland.
Aland meneruskan memakan makanannya. Setelah percakapan yang terjadi tadi dengan Aland dapat kusimpulkan kalau Aland termasuk lelaki yang bawel.
Diam, kupandangi mangkok yang berisi kuah kental berwarna merah karena cabai itu. Dengan wajah trauma, aku mendorong mangkuk tersebut agar sedikit menjauh dariku. Merasa ada yang aneh denganku, Aland menghentikan kegiatannya, memandangku dengan tatapan penuh ekspresi menyebalkan yang keluar dari setiap inci wajah dia. Aku mendengus, yang dibalas senyum miring olehnya.
"Trauma lo?" Tanyanya yang hampir mirip dengan pernyataaan.
"Sok tau banget dah, lu." Aku balas menatapnya dengan wajah jengah, perutku mulai memanas efek pedas tadi baru terasa sekarang.
"Gak usah ngeles deh lo, lo gak nyadar kalo lo loncat-loncat dengan wajah yang merah seperti tomat?" Katanya dengan penekanan di setiap ucapannya, berhasil membuat kedua alisku menjadi satu.
"Dasar monster!" rasa panas di perutku semakin panas dengan susah payah aku menahan, "itu bukan urusa—"
'GRUUK!'
Suara itu kembali berbunyi. Aku meringis lalu memegang perutku yang rasanya semakin panas dan bergejolak. Aku menyesal telah memakan makanan sepedas ini padahal aku baru sembuh dari demam. Oh ya ampuun! Jika mama mengetahui hal ini pasti dia akan memarahiku habis-habisan.
Dan kini, perutku semakin panas omong-omong.
Tak mau akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan aku segera berdiri dari tempat dudukku lalu berlari menuju toilet. Aku harus cepat sampai ke sana. Jika tidak, pasti aku akan menjadi pusat perhatian lagi. Kalau-kalau aku akan menjadi terkenal dengan sebutan gadis SMA yang muncrat di kantin!
Oke, itu bukan terkenal yang patut dibanggakan.
"Nikmatin tu di toilet!!" Teriak Aland membuat seluruh murid yang ada di kantin menoleh ke arahnya.
Aku berhenti berlari, menoleh kearahnya diselai tatapan tajam yang mematikan.
*****
Trauma? Itulah yang aku rasakan sekarang, bagaimana tidak, sudah 2 jam lebih aku berada di tempat ini—toilet. Yang artinya aku tidak ikut pelajaran kira-kira 2 setengah jam. Entah bagaimana nasibku nantinya yang akan di omeli oleh guru yang mengajar sekarang, entah siapa itu aku tidak tau dan tidak mau tahu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dinosaurus I'mn love.
Novela Juvenil[TAMAT] Stephanie Alyssa, si gadis biasa. Kehidupannya seperti gadis lain. Namun yang membedakannya adalah keberuntungan. Dia mampu menggenggam dua hati. Namun, tidak bisa menjaga rasa. Dia mampu menerima. Namun tidak mengerti dan tidak berusaha unt...
