Chapter 27

53 15 35
                                        

"Adakah alasan agar aku bisa mengkhawatirkanmu?"—A

"Jika ini membuatmu bahagia, aku harus apa kecuali berusaha menyembuhkan luka yang diam-diam menyandera?"—D

****

"Kemarin kotak obatnya kamu kasih ke siapa?" tanya Mama sambil membantu Bi Inah menyiapkan sarapan.

Kemarin, aku tidak menemukan mama di sudut rumah manapun. Kata Bi Inah mama pergi. Entah kemana.

"Aland." Jawabanku berhasil membuat Mama menghentikan kegiatannya sebentar. Ia terlihat... terkejut? "Kenapa Ma?" tanyaku membuat Mama sadar lalu menggelengkan kepalanya.

Aku hanya mengangkat bahu tak acuh melanjutkan memakan sarapanku.

BRAKK!!

"Ak! Kak Radhit sialannn!!"

"Alyssa jaga bahasamu! Radhit jangan gebrak-gebrak meja sembarangan!!"

Kami berdua terdiam seketika.

****

Why you gotta hug me like that?

Every time you see me

Why you always making me laugh?

Swear you catching feelings

I love you from the start

So it's breaks my heart

When you say i'm just a friend to you

Friends don't do the things we do

Every body knows you love me too

Trying be careful with the word i use

I'm say it cause i'm dying too

"So much more than just a friend to you...." Aku bergumam mengikuti alunan lagu yang terputar di mobil Kak Radhit. "When there's other peop—"

"Diem dek!" Kak Radhit memekik, menatapku tidak suka.

"Apaan sih! Gue kan nemenin Kak Meghan Trainor nyanyi!"

"Suara sumbang lo ganggu gue nyetir!"

"Ish!!" kesal, aku membuang muka ke arah luar jendela. Jalanan cukup lengang karena aku berangkat pagi.

Beberapa menit. Di dalam mobil hanya terdengar suara Meghan Trainor bernyanyi. Tidak ada yang mau membuka suara. Aku sudah kesal dengan Kak Radhit memilih mengangguk-anggukan kepala mendengarkan musik yang mengalun, berniat mengusir mood jelekku.

"Kejebak friendzone ya dek?" ucapan Kak Radhit membuatku menoleh. Ia memasang tampang menggoda.

"Hah?" aku yang tidak mengerti hanya mampu mengeluarkan kata itu.

"Dari tadi lagunya diputar ulang, itu-itu mulu. Lo beneran kejebak friendzone ya?" Kak Radhit menunjukku dengan telunjuknya tepat di wajahku.

"Ishh! Apaan sih!" aku menyingkirkan tangan Kak Radhit dari depan wajahku dengan kasar, "gue suka aja lagunya makanya gue puter ulang!"

"Gak usah bohong!"

"Gak percaya banget sih sama adik sendiri!!" tukasku sambil menatap tajam Kak Radhit.

Kak Radhit terkekeh, "Gimana mau percaya, lo selalu boongin gue sih! Dan kejujuran dari tukang bohong itu langka!"

"Tapi 'kan gak selalu tukang bohong selalu bohong!"

Dinosaurus I'mn love.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang