Budayakan vote sebelum membaca ya :) walau sederhana itu suntikan semangat bagi penulis lho. Hehe. Jangan jadi sider oke? Bonus komen juga gppah jangan takut aku gamakan orang kok, wkwkwk.
Sudah?
Oke, happy reading!!!
****
15.46
Jam menunjukan angka itu sekarang, aku benar-benar bosan. Kehidupanku sangat monoton, tidak ada yang spesial, apalagi sekarang hari minggu tidak ada pekerjaan, kecuali tidur. Aku mendesah panjang kemudian turun dari kasurku berniat mengambil novel yang sengaja kuletakkan di tempat yang cukup tersembunyi. Mengingat Ayah melarangku terlalu banyak baca novel, awalnya aku tidak terima tapi dia Ayahku aku tidak berhak melawannya. Dan ini jalan yang kuambil sekarang, membaca novel diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun terkecuali Kak Radhit.
Aku menghempaskan tubuhku kembali di kasur, dengan kepala bersandar di bantal yang sengaja kubuat lebih tinggi. Tanganku mulai membuka halaman demi halaman mencari sampai dimana kemarin aku membaca. Tanganku berhenti bergerak saat mendapati kertas yang bergambarkan marmut berwarna merah jambu disana, sangat menonjol berada di atas kertas novel ini.
Sedetik kemudian aku mulai hanyut dengan novel yang aku baca, membuka halaman demi halaman. Membaca dalam diam.
Tap tap tap
Suara itu berhasil membuyarkan semua imajinasiku. Aku menajamkan pendengaranku berharap itu hanya halusinasiku saja.
Tap tap tap
Tidak itu bukan halusinasi itu nyata! Suara itu semakin mendekat dengan cepat aku melemparkan novelku kebelakang lemari, hingga membuat bunyi yang sedikit keras. Aku meringis pelan, saat ini aku hanya bisa berdoa dalam hati supaya Ayah atau siapapum itu tidak mendengar.
Aku mengacak-acak rambutku, menaruh kembali bantal ke posisi semula dengan tempo yang cukup cepat, suara sialan itu berhasil membuatku kalang kabut sekarang. Aku menarik selimutku hingga menutupi semua tubuhku menyisakan kepala. Sedetik kemudian aku tersadar kalau sekarang cuaca panas, sangat tidak logis jika memakai selimut. Namun mengingat langkah tersebut semakin mendekat, aku mengurungkan niat untuk melempar selimutku.
Ceklek
Pintu kamarku terbuka, dengan cepat aku menutup mata. Menahan rasa gerah yang mulai melanda sekarang, apalagi AC dikamarku sudah kumatikan dari pagi tadi.
Jantungku berdetak lebih kencang, berharap siapapun itu tidak melihat kakiku yang bergerak gelisah di dalam selimut. Dapat kurasakan sekarang orang itu memasuki kamarku, aku memejamkan mataku kuat-kuat dan....
Bukk!
Sesuatu mendarat di kepalaku keras, membuatku sedikit terlonjak. Sedetik kemudian aku mendengar suara kekehan di sampingku. Aku tau betul siapa pemilik suara itu.
"Gak usah pura-pura tidur deh lo! Lo gak bakat akting!" Kak Radhit! Ya suara itu milik Kak Radhit!
Aku membuka mata, dan dengan cepat aku membuka selimut yang membuat tubuhku serasa terbakar beberapa detik lalu.
Seseorang yang membuatku kalang kabut barusan, tengah berdiri di sampingku—samping kasur dengan tangan yang bersedekap. Aku menatap Kak Radhit tajam. Sedetik kemudian kusandarkan kembali kepalaku di kepala ranjang.
"Apaan?!" nadaku bicaraku sangat tidak bersahabat sekarang. Kak Radhit terkekeh sambil menaruh benda pipih di nakas tepat disebelah kasurku.
Mataku membulat sempurna saat melihat handphone ku sedari tadi ada pada Kak Radhit, kenapa handphoneku bisa ada padanya? Bagaimana kalau ia berbuat yang tidak-tidak dengan handphoneku? Mengacak-acak handphoneku?
KAMU SEDANG MEMBACA
Dinosaurus I'mn love.
Ficção Adolescente[TAMAT] Stephanie Alyssa, si gadis biasa. Kehidupannya seperti gadis lain. Namun yang membedakannya adalah keberuntungan. Dia mampu menggenggam dua hati. Namun, tidak bisa menjaga rasa. Dia mampu menerima. Namun tidak mengerti dan tidak berusaha unt...
