Melihat Aland dan Claudia bertengkar bukan berarti dirinya merasa kalau dia tidak ada urusannya dengan penyebab mereka seperti itu. Sebagian dari dirinya mengatakan kalau hal itu tidak sepenuhnya salah Alyssa. Namun, bagian yang lain mengatakan kalau mereka seperti itu karena dirinya. Hal ini membuat Alyssa semakin terpuruk dengan masalah yang ia hadapi. Perasaan bersalah tak henti-hentinya menghantui dirinya. Jika dilihat dari luar mungkin Alyssa termasuk orang yang gampang menyelesaikan dan melupakan semua masalah. Namun, aslinya Alyssa adalah orang yang tidak bisa menghentikan pemikirannya tentang masalah atau kejadian yang menurutnya ganjal sebelum ia berhasil memecahkan semua masalah itu.
Dave. Alyssa butuh Dave sekarang. Tapi apa mungkin dia akan menceritakan semuanya pada Dave? Tentu saja tidak! Bukankah jika Alyssa menceritakan semuanya pada Dave akan semakin memperburuk hubungan Aland dan Dave? Ia tidak akan mengambil kesalahan yang fatal untuk kesekian kalinya.
Waktu kecil dulu jika Alyssa mempunyai masalah, entah itu dimarahi Mama atau bertengkar dengan Radhit ia selalu menceritakan semua pada Dave, terisak di samping Dave lalu Dave akan memeluk tubuh kecil Alyssa dan menenangkannya. Alyssa rindu masa-masa itu, masa dimana tidak ada yang dipikirkan, masa dimana dimarahi Mama adalah masalah terbesar. Memang hidup selalu ada tingkatannya bukan? Jika masih kecil dimarahi Mama adalah hal yang luar biasa maka jika besar nanti dimarahi Mama bukanlah masalah terbesar karena, masalah di marahi Mama sudah dikalahkan dengan masalah yang dilewati di setiap tingkatan kehidupan.
Dia saja bisa mengatasi 'masalah' dimarahi Mama waktu kecil dulu walaupun sedikit bantuan dari Dave. Waktu masih kecil. Dan sekarang dia sudah tumbuh besar, harusnya ia bisa mengatasi masalah ini sendirian. Dia tidak butuh Dave lagi untuk memeluknya, karena ia sadar dirinya sudah besar. Ia harus maju ketingkatan kehidupan yang selanjutnya. Ia harus bisa menyelesaikan masalah dengan dewasa tanpa bantuan orang lain. Ia tidak bisa menggantungkan semua masalahnya kepada Dave ataupun Lavie. Karena dia sudah dewasa, bukan anak kecil ingusan lagi. Ia harus bisa.
Mencoba memunculkan senyuman dan mengusir semua perasaan yang membuatnya kalut, Alyssa memelankan langkahnya saat warung Mang Suryo hanya berjarak beberapa langkah dari tempatnya.
"Sore, Mang Suryo!" sapa Alyssa sambil melambaikan tangannya ke arah pria paruh baya yang sedang manyalin nasi goreng ke salah satu piring. Mendengar nada yang tak asing di telinganya, Mang Suryo menoleh ke arah Alyssa, kemudian tersenyum dikala menyadari kalau orang yang dipikirkannya memang benar. Yang Mang Suryo kenal, Alyssa adalah tipe orang yang selalu ceria, dan penuh tawa. Tak jarang Alyssa selalu menyapa para pembeli di warung Mang Suryo dengan senyuman. Waktu masih SMP dulu Alyssa sering membantu Mang Suryo melayani pembeli dikala kewalahan, tak heran jika mereka sangat akrab.
"Sore Alyysa. Beli?" tanya Mang Suryo sambil menunjuk nasi goreng dengan dagunya kepada Alyssa.
"Enggak Alyssa mau liat-liat doang." Alyssa terkikik pelan melihat Pak Suryo yang berdecak geli mendengar jawabannya.
"Ya sudah mau beli berapa?" Mang Suryo mengantarkan sepiring nasi goreng lalu menoleh ke arah Alyssa yang kini tengah mencondongkan tubuhnya ke dalam warung Mang Suryo demi melihat seramai apa warungnya Mang Suryo hari ini.
"Wahh, rame ya hari ini?" Alyssa tersenyum menoleh ke arah Mang Suryo yang tengah menanti jawaban dari Alyssa. "Beli satu doang dibungkus ya, soalnya punya abang."
"Radhit? Katanya dia study tour? Udah dateng ya?" Mang Suryo membalikkan badan kembali bersiap bertempur dengan wajannya.
"Yup. Baru aja dateng tapi udah nyusahin."
"Hahaha, makanya Bang Radhitnya suruh cepatan nikah biar kamu gak disuruh-suruh terus."
"Nikah? Orang dia gebetan aja gak punya gimana mau nikah?" Alyssa melangkah memasuki warung nasi goreng beratapkan terpal itu kemudian mendaratkan pantatnya di salah satu kursi yang tersedia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dinosaurus I'mn love.
Novela Juvenil[TAMAT] Stephanie Alyssa, si gadis biasa. Kehidupannya seperti gadis lain. Namun yang membedakannya adalah keberuntungan. Dia mampu menggenggam dua hati. Namun, tidak bisa menjaga rasa. Dia mampu menerima. Namun tidak mengerti dan tidak berusaha unt...
