Budayakan vote sebelum membaca ya :) walau sederhana itu suntikan semangat bagi penulis lho. Hehe. Jangan jadi sider oke? Bonus komen juga gppah jangan takut aku gamakan orang kok, wkwkwk.
Sudah?
Oke, happy reading!!!
*****
"Sebelum gue jelasin semuanya ke elo, gue nanya sekali lagi, lo beneran gak tau gue?" Alyssa meremas rambutnya, geram dengan perlakuan David.
"Lo maksa banget buat gue tau ke elo yah? 'kan gue udah bilang, gue gak tau siapa elo." Terang Alyssa dengan sedikit penekanan di kalimat akhir.
"Ok." David menghela napas. "Sebenarnya gue—"
BRAK!!
Seseorang menggebrak keras meja tepat di depan Alyssa, membuat dua orang yang tengah berbicara itu tersentak kaget. Tepat di samping meja tersebut, berdiri seorang gadis dengan tangan yang ia sampirkan di kedua pinggangnya, gadis tersebut menatap Alyssa dengan tatapan seakan ingin memakannya.
"Alyssa!!" teriak gadis itu membuat Alyssa dan David harus menutup telinganya.
"Apaan sih! Lo, Lav! Dateng-dateng bukan ngucapin salam atau apa kek, malah gebrak meja! Lo pikir ini meja punya buyut lo?!" Alyssa bersungut-sungut.
"Seharusnya gue yang marah sama lo! bukan, Lo!" Jika didalam komik pasti wajah Lavie digambarkan mengeluarkan asap.
Alyssa terkekeh, "Lain kali lo belajar bahasa dulu yang bener, bahasa lo ancur tau nggak." Alyssa tertawa, sedangkan David hanya diam mematung menyaksikan kegiatan dua manusia yang mengabaikan keberadaanya ini.
"Lo apain HP gue, hah?!" Lavie menahan nada bicaranya agar tidak berteriak. Alyssa nyegir seperti orang idiot. Sebelum ia pergi ke kantin Alyssa membajak handphone Lavie dan mengirimkan beberapa pesan pada Ray.
"Eitss, jangan salah paham dulu," Alyssa kembali nyengir mendapat wajah Lavie yang sudah merah padam. "gue cuma mau bantu lo, kok gak lebih."
"Bantu gimana maksud lo?! lo udah bikin malu gue didepan Ray tau nggak!"
"Gue bantu supaya kalian berdua cepet jadiannya, terus gue dapet pj deh dari kalian berdua, hehe."
Merasa David adalah orang luar dari urusan Alyssa dan Lavie, David merasa tidak enak berada diantara mereka.
"Umm, Al. Gue balik dulu yah udah dipanggil nih sama temen," ucap David sambil berpura-pura melihat handphonenya.
Alyssa yang baru tersadar kalau disana masih ada David merasa bersalah karena telah melupakannya, sedangkan Lavie cengo saat melihat ada orang lain yang sedari tadi bersama Alyssa. Apalagi orangnya adalah tipe cogan seperti David, Lavie yang terkena penyakit gak bisa nahan waktu ngeliat cogan, berdiri mematung melupakan percakapannya dengan Alyssa tadi.
"Eh, iya." Alyssa gelagapan. David tersenyum membuat Lavie semakin memperlebar mulutnya membentuk huruf O.
David membalikkan badannya, perlahan berjalan menjauhi mereka, Alyssa menoleh ke arah Lavie yang masih setia dengan wajah cengonya. Penasaran dengan apa yang Lavie lihat sampai membuatnya mematung seperti ini, Alyssa mengikuti pandangan Lavie yang masih setia melihat ke arah David yang mulai menghilang dari hadapan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dinosaurus I'mn love.
Fiksi Remaja[TAMAT] Stephanie Alyssa, si gadis biasa. Kehidupannya seperti gadis lain. Namun yang membedakannya adalah keberuntungan. Dia mampu menggenggam dua hati. Namun, tidak bisa menjaga rasa. Dia mampu menerima. Namun tidak mengerti dan tidak berusaha unt...
