Halooo terimakasih sudah membaca, kalau berkenan pencet dong tombol votenya, hehe. Untuk menghargai penulis lah, wkwkw.
Sudah?
Oke, jadi gini... khusus chapter ini kayak family's time gitulohhhh
Semoga ga bosen sama ceritanya...
Happy reading!!
*****
Sinar matahari menembus masuk menyelinap diantara celah-celah gorden, menarik perhatianku agar melangkahkan kaki agar lebih dekat melihat sang surya, tak ayal aku melangkahkan kakiku menuju balkon kamar, yang menyediakan pandangan daun-daun yang tengah menari-nari menikmati desah angin yang diberikan. Burung-burung berkicauan ikut bersuka cita karena sang surya kembali muncul setelah dua hari malu-malu menampakkan keindahannya.
Mataku beralih menatap hamparan langit yang kini terlihat sangat cerah, terbukti dengan tidak ada satupun awan yang menghalangi keindahannya, sejauh mata memandang warna biru langit yang terlihat--warna yang kusukai. Beberapa burung tengah berterbangan menghiasi indahnya langit. Kadang aku merasa iri pada burung itu, kenapa ia memiliki sayap sedangkan aku tidak? Aku 'kan juga ingin bebas terbang mengelilingi dunia seperti dia. Andai aku bisa bertemu dengan doraemon walaupun aku tidak punya sayap setidaknya aku bisa meminjam baling-baling bambunya 'kan? Ok imajinasiku terlalu tinggi sekarang.
Aku mendengus geli menyadari pikiran konyolku satu detik lalu, bagaimana aku bisa iri dengan burung sedangkan disini aku sudah bisa dibilang bahagia.
Mataku bergerak-gerak liar mencari sesuatu yang lebih menarik hingga berhenti bergerak melihat mobil Ayah, Ayah tersenyum kepadaku saat menyadari aku tengah memerhatikannya, aku balik tersenyum. Mata Ayah membelalak seakan sedang mengatakan sesuatu padaku, alisku bergerak ke atas mengikuti permainan Ayah seakan mengatakan 'Apa?' Ayah kembali membelalakan matanya sekarang diikuti dengan gerakan kepalanya menjawab isyaratku, aku semakin mengerutkan kening masih tidak mengerti apa yang dibicarakan Ayah.
Hingga sesuatu memukul bahuku keras, membuat napasku tercekat karena perlakuan itu.
"Woy!!"
"Kyaaa!!" aku berteriak refleks saat mendengar teriakan seseorang di belakangku.
Jantungku serasa ingin keluar rasanya, aku menoleh kebelakang demi mendapati seseorang yang membuatku kaget, mataku membelalak saat melihat siapa yang telah membuat napasku berhenti ditenggorokan.
"Kak Radhit!!" teriakku membuat seseorang yang tak tau aturan di depanku ini memecah tawanya, menghancurkan kedamaian yang aku rasakan beberapa menit lalu.
Aku mendengus, dengan bibir yang sudah mengerucut beberapa senti aku memukul bahu Kak Radhit yang kini sedikit tertunduk karena tertawa. Aku mengalihkan pandanganku ke arah Ayah tadi, Ayah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sembari tersenyum melihat kelakuan dua anaknya ini, ahh ralat kelakuan Kak Radhit. Sekarang aku mengerti apa arti isyarat Ayah tadi. Huh! pikiranku memang tidak bisa diajak berpikir cepat.
Sekarang kembali kurasakan sepasang tangan tengah merangkul pundakku, aku menoleh ke arah Kak Radhit yang kini wajahnya berubah menjadi sedikit memerah karena terlalu lama tertawa, bibirku maju beberapa senti saat melihat senyuman kemenangan dikedua sudut bibir Kak Radhit.
Aku mendengus kemudian kembali melihat ke arah Ayah yang hendak masuk kedalam mobil, Ayah melambaikan tangannya kearah kami sambil tersenyum. Aku membalas lambaian tangannya sembari balas tersenyum diikuti Kak Radhit. Mata kami mengikuti laju mobil Ayah yang menghilang di balik pintu pagar rumah kami.
Aku menoleh saat mendapati suara cekikikan disebelahku, dengan kasar aku melepas rangkulan dibahuku membuat si empunya kembali tertawa. "Kebiasaan banget sih! Kalok mau ngagetin sekali-kali bilang dong!" aku membenarkan posisi berdiriku, dengan tangan yang kutaruh ke balkon kamar, memaksa agar menahan tubuhku. Kak Radhit kembali tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dinosaurus I'mn love.
Novela Juvenil[TAMAT] Stephanie Alyssa, si gadis biasa. Kehidupannya seperti gadis lain. Namun yang membedakannya adalah keberuntungan. Dia mampu menggenggam dua hati. Namun, tidak bisa menjaga rasa. Dia mampu menerima. Namun tidak mengerti dan tidak berusaha unt...
