Your B'day

448 57 7
                                        

"..fosil kuda yang ditemukan oleh Marsh dan Osbom adalah Hyracotherium. Kuda pertama yang pertama kali hidup pada zaman Eosen 60 juta tahun yang lalu. Yang anda tau hanya kuda-kuda yang hidup sekarang ini.." jelas Su Din-saem panjang lebar. Entah mengapa hari ini pas sekali sonsaengnim membahas tentang kuda saat aku memikirnya.

".. banyak nama-nama kuda yang tidak anda ketahui, tapi nanti akan anda temukan...."

Ya sonsaengnim aku sudah menemukan satu. Kuda Harapanku, Jung Hoseok namanya. Dia jenis kuda yang membuat para wanita jatuh hati termasuk diriku. aishh... karna kuda itu aku pusing memikirkan akan persiapkan apa untuk ulang tahunnya. Dari semalam sampai siang ini aku menghindarinya, tidak membaca pesannya, mengangkat telponnya bahkan aku berangkat kesekolah jam 5 pagi untuk menghindarinya. Aku tau dia akan datang ke apartemenku dan mencariku. Jadi, mari kita pikirkan matang-matang kejutan yang sangat bagus untuk Kuda yang satu itu.

Membuat kue, membeli properti, mengundang teman-teman, membeli dan membungkus hadiah. Oke-oke. Sepertinya pulangan ini aku sibuk.

.

.

Aku meletakkan barang belanjaan diatas meja. Rasanya pinggangku sangat sakit karna belanja banyak barang sendirian. Inikah yang namanya pacaran rasa jomblo *plakk*

Untung Jimin dengan senang hati membantuku untuk memata-matai Hoseok. Betul dugaanku. Hoseok ada diapatemenku menungguku. Kasihan namjaku itu. Aku mencari kesempatan untuk pulang saat dia pergi dari apatemen ku. Itu juga berkat bantuan Jimin untuk menyingkirkannya dari apartemen ku. huh. Menyusahkan.

Aku menunci pintu dan memulai kegiatan menyiapkan bahan, membuat adonan, memanggang kue seperti apa yang dilajarkan Eomma ku, memasang properti dan menyiapkan lain-lainnnya sambil menunggu kuenya matang. Aku melakukannya dengan sangat baik sejauh ini. Setelah selesai dan kue sudah matang aku menghiasnya dengan krim hijau dan beberapa potongan coklat. Dan selesai. Aku melihat jam dinding.

19.32. Sial! tinggal 27 menit lagi. Aku harus siap-siap.

tunggu....

seperti ada yang janggal...

seperti ada sesuatu yang kurang.......ada yang terlupa..

tapi apa??

Setelah berpikir keras akhirnya aku tau apa.

Hadiah.

Sial. Aku lupa membeli hadiah.

Aku berlari-lari mengambil jaketku kembali. Lihat, bahkan aku bahkan masih memakai baju sekolah dan parahnya bajuku sangat kotor berlumuran noda kue dan keringat tentunya. Sial. Dimana pula kunci mobilku?!

Handphoneku berdering. Setelah melihat layarnya ternyata itu Jimin aku cepat-cepat menggeser layar untuk menjawab sambil berlari keluar dan ternyata sudah ada Jimin dan teman-teman lainnya.

"Yaishh...Jinjja! apa-apaan ini kamu belum siap?! sebentar lagi Hoseok hyung akan datang.."

"YAA! KAU MAU KEMANA!"

aku tidak menggubris Jimin dan teman-teman lainnya. Ini untuk Hoseok. Aku tidak boleh menghancurkannya sedikitpun.

Aku melaju ke supermarket dan berlari-lari mencari hadiahnya.

Aku melihat kearah jam tanganku. 19.45. Kalau aku cepat aku bisa sampai tepat waktu.

Kembali aku melaju pulang. Ya Tuhan bahkan aku sekarang benar-benar kotor dan bau. Aku menelpon Jimin. Dia bilang Hoseok belum disana tapi dia akan segera sampai. Oke. Aku sudah memarkir mobilku dan berlari kekamar apartemenku. okeh, hampir sampai dan........

oh tidak......

Orang yang siap mengetuk pintu apartemen ku melihat kearahku. Itu Jung Hoseok.

"YAK!!" teriaknya menghampiriku.

"Kemana saja kau selama ini hah?!" Ujarnya sambil menekan kedua pipiku.

"Aigooo...gezz....jinjja anak ini benar-benar membuat ku khawatir!"

"Darimana kau hah?! Lihat! Belum ganti baju, kotor, dan kenapa kau berkeringat seperti dikejar hantu.." gerutunya tanpa henti.
.

"SURPRI..Eeess....~"

Teman-temannya yang lain bingung melihat kami berdua yang masuk bersama keapartemenku. Aku gagal. Aku malu. Hoseok hanya diam. Dia tidak berkutik. Bahkan ekspresinya pun tidak ada sama sekali sembari melihat ruangan yang sudah kuhias dengan indah. Yah. Aku tidak datang tepat pada waktunya. Itu memang karna aku yang bodoh dan pelupa. Aku memaki-maki diriku sendiri dalam hati.

Sudah terlanjur aku harus apa? akan kuberi hadiahnya. Untung disana tadi ada jasa membungkus kado, jadi hadiah untuk Hoseok sudah terbungkus rapi.

"ng....aku punya sesuatu untukmu..saengil chukkae" ucapku.

Teman-teman hanya menutup mulut mereka menyaksikan. Ingin rasanya aku berkata kasar. Tidak bisakah mereka membantu memeriahkan atau apalah jangan hanya diam.

Hoseok mengambil hadiah yang kuberikan dan membukanya ditempat. Masih dengan tanpa ekspresi. Apa dia tidak suka? aku membelikannya koleksi lego yang baru? biasanya dia senang?.

"kau......tidak suka ya??" tanyaku pelan. Dirinya yang tanpa ekspresi tidak seperti biasanya membuatku takut. Entah kenapa.

"AHAHAHAHHA....BAIKLAH..BAIKLAH. HEY SEBAIKNYA KAU MANDI SANA CEPAT BARU KITA TIUP LILIN DAN POTONG KUE.." ucap Jimin sambil mendorong ku masuk. Dan dia menggandeng lengan Hoseok untuk duduk didepan kue yang kubuat. masih tanpa ekspresi. Aku jadi kebingungan.
.
Setelah mandi dan memakai parfum banyak-banyak aku ikut merayakan pesta Hoseok. Kali ini kami bernyanyi "selamat ulang tahun" dan "tiup lilin" kulihat Hoseok masih tanpa ekspresi. membuatku semakin khawatir. Apa terjadi sesuatu dengannya?. Dia meniup lilinnya.

"Ayo make a wish dan potong kuenya.."

Hoseok melihat ku dengan tatapan masih tidak berekspresi. Lalu dia menutup matanya membuat permohonan. Dengan semangat teman-teman berteriak menyanyikan lagu "potong kue". Aku takut setelah ini aku dikeroyok para tetangga.

Hoseok berdiri dari duduknya dan menatapku tajam membuat yang lainnya berhenti bernyanyi.

"Kau melakukan ini semua?" Tanyanya dengan ekspresi datar.

Kenapa? Apa ada yang salah? Dia tidak suka pesta kejutan? Atau apa???

Belum aku menjawab, Jimin sudah menyambar terlebih dahulu.

"Semua hyung....semuanya. kue, properti, kejutan semua ini... kita cuma datang memeriahkan dan untuk makan kue hehee.."

Jiminie pabo! Lihat ekspresinya Hoseok. Tambah menakutkan.

"Kamu melakukan semua ini sendirian hanya karna ulang tahunku?!" Ucap Hoseok dengan nada yang cukup tinggi. Oke kurasa dia benar-benar tidak suka pesta kejutan. Salahku.

Aku menunduk tak berani melihat wajah tampannya. Tetapi aku bisa merasakan sebuah tangan mengambil daguku dan-

'Chuu~'

Reflek aku menutup bibirku. Hoseok hanya menyengir melihat ku. Ini pertama kalinya dia menciumku. Anak-anak yang lain berseru ria. Aku yakin sebentar lagi para tetangga berdatangan untuk protes.

"Kamsahamnida chagiii...jeongmal saranghae yoo..." ucap Hoseok sembari memelukku.

Jantungku terasa berhenti berdetak. Tapi aku membalas pelukannya.

"Nadooo saeanghaeyoo..." balasku.

"Aku benar-benar suka semua yang kau lakukan ini untukku. Terima Kasih banyak...."

.
.
.
.
The End.

Jeongmal saranghae hoseokiee... happy b'day saengil chukkae urii sunshine 💝. Maafkan author ye klo garing. Typonya juga. Annyeong.

Short Story With J-HopeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang