Hati-hati yang ini agak sedikit menampilkan adegan kissue../hanya mengingatkan.. :v
Kim Nam Kyo(OC) x J-Hope
Ya aku ingat saat itu. Saat aku dapat tantangan untuk menciummu. Waktu itu aku tidak benar-benar sengaja untuk mendaratkan bibirku pas ke bibirmu. Aku ingat reaksimu saat ciuman pertamaku kuberikan padamu. Diam membeku. Sedangkan aku, aku menahan air mata karena ciuman pertamaku kuberikan orang asing sepertimu. Tapi ada perasaan lebih, seperti aku menginginkannya lagi. Ya, menciummu sekali lagi. Ohh tidak, apa-apaan itu. Apa aku berubah menjadi orang yang mesum?! Tidak mungkin aku jatuh cinta padamu kan.
Seminggu setelah kejadian itu kita jadi sering bertemu. Disekolah terutama. Bertemu denganmu terus setelah kejadian itu membuat jantungku seperti ingin meledak. Tempat yang paling aman untuk tidak bertemu denganmu adalah di atas gedung sekolah. Tidak ada yang pernah ingin ke atas gedung sekolah karna tangga yang tinggi dan efek malas. Tapi beda denganku. Naik ke atas gedung sekolah melihat pemandangan indah, langit biru dan merasakan angin yang berhembus lembut menyentuh kulitku. Rugilah orang-orang yang tidak pernah merasakannya. Aku menantang diriku sendiri untuk terus ke surga dunia ini. Surga ini milikku seorang. "Huhh.." desahku pelan sembari menggoreskan pensil ke kertas putih yang besar. Menggoreskan sedetil-detilnya wajahmu. Entah kenapa harus wajahmu. Bukan pemandangan indah yang bisa kulihat jelas dari atas sini. Senyummu yang lebar dan hangat, matamu yang menatap kelam nan sejuk. Aku bahkan berpikir diriku pasti sudah gila karena senyum-senyum sendiri seperti ini melukis wajahmu. Ini pertama kalinya. Apa ini yang disebut dengan jatuh cinta?.
"Mmm... lukisan yang bagus.."gumam seseorang. Reflek aku meloncat karna terkejut dan terjatuh dari tempat dudukku.
"Aww..." jeritku. 'Apa tulang ekorku masih lengakap?'. Orang itu. Lagi-lagi orang itu. Orang yang baru saja kulukis, orang yang berhasil kuhindari dalam beberapa waktu. Aku bangun dari jatuhku mengerutkan alisku.
"Hey paboo..!! Apa yang kau lakukan disini??!!" Geramku.
"Sopanlah sedikit. Aku ini sunbae mu.." sahutnya.
"Hah.. persetanan dengan itu.." lanjutku dengan senyum sinis. Dia membalas senyum sinisku.
"Kau melukisku..."katanya. Aku membulatkan mataku. 'Oh astaga lukisannya!!' Batinku. Secepat kilat aku mengambil buku sketsaku dan menyembunyikannya dibelakangku.
"Ini bukan kau. Kau salah liat.." ucapku yang mengalihkan pandangan dari orang itu.
"Benarkah.." katanya yang mendengus.
"...wajahmu memerah.." lanjutnya.
'Sial' batinku. Aku membelakanginya sembari menenangkan jantungku yang tidak bisa berdetak normal dari tadi.
"Kalau itu bukan aku, biarkan aku melihatnya..." lanjutnya yang sepertinya melangkah mendekatiku. Aku bisa dengar suara langkah kakinya. Aku berbalik dan menghentikan langkahnya "Jangan mendekat.." kataku dingin. Buku sketsaku masih aman dibelakangku. "Sudah kubilang ini bukan dirimu. Ngapain aku harus melukis wajahmu hah?" lanjutku yang menyangkal. Aku benar-benar tidak tau apa yang membuat orang itu berani berjalan cepat kearahku dan memelukku hanya untuk mengambil buku sketsa milikku. Aku bisa rasakan dia sudah menggenggam buku sketsaku. "YAA!! MAU MATI YAA..." teriakku yang berusaha melepaskan dekapannya. Setelah dia melepaskanku dia tersenyum sombong. Ya, dia dapatkan buku sketsakku. "Hey kembalikan...!!" Geramku. "Kudengar-dengar kau gadis yang gila akan tantangan.." ucapnya sembari membuka dan membolak-balik lembaran buku sketsaku. Orang itu benar-benar akan mati tinggal nama batinku.
"Kalau begitu aku tantang kau untuk mengambil buku ini dariku dengan syarat kau mau menjadi pacarku..."
Entah sudah kemana nyawaku melayang. Yang pasti orang itu sukses membuatku gila. "Hey paboo... ambil sajalah buku itu..aku masih banyak dirumah.." ucapku mengabaikan tantangan orang bodoh itu. Tapi rasanya mengabaikan tantangan itu err~ apalagi tantangan yang bisa dibilang gampang seperti itu. Dan gambarku tadi..Haishh....!! Jika dia melihatnya dan melihat gambar itu memang dirinya, mau ditaruh dimana wajahku??! Aku beranjak pergi meninggalkan dia, kamu... orang bodoh itu. Selamat tinggal buku sketsaku..
.
.
Semalaman aku tidak bisa tidur karena telah menolak sebuah tantangan darimu, orang gila. Aku mondar-mandir dikamarku. Disisi lain aku tidak bisa mengabaikan sebuah tantangan dan aku ingin sekali buku sketsaku kembali. Tapi berpacaran dengamu? Apa yang dipikirkan orang itu. Dia tampan tapi menyebalkan. Aku menjatuhkan tubuhku ke atas kasur empuk yang gagal menggodaku untuk tidur.
'Baik!! Aku akan terima tantangannya besok' batinku. Akhirnya aku sukses untuk terlelap.
.
.
Masih diatas gedung sekolah. Ya, aku berhasil membawanya ke atas sini setelah melewati banyak mata yang terkejut melihat sang gadis berjiwa laki menyeret pangeran tampan di sekolah. Pangeran? Entah terbuat dari apa mata para gadis di sekolah ini.
"Aku terima tantanganmu.." ucapku dingin tanpa basa-basi.
"Hah, sudah kuduga.." katanya yang tersenyum sombong.
"Hari ini kamu sudah sah jadi pacarku..." lanjutnya.
Sumpah demi apa, jantungku rasanya sudah tidak berdetak lagi. Dia sukses membuat wajahku memerah layaknya tomat. Dia berjalan mendekatiku. Menundukkan wajahnya mendekati wajahku. "Aku akan kerumahmu menjemputmu untuk makan malam .. tidak ada alasan untuk menolak.," ucapnya. Ada rasa seperti 'aku akan meracuni mu wahai orang gila'. Ya, seperti itulah.
.
.
.
"Kau terlihat manis malam ini Nam Kyo-ah"
Kata-kata itu membuat aku berpikir bahwa namja yang baru saja berstatus pacar denganku itu sudah bosan untuk hidup. Dan aku bertanya-tanya perasaan apa ini? Saat dia menyebut namaku.
Untuk yang pertama kalinya aku ber'kencan' dan ber'pacaran'. Kukira semua akan terasa sangat membosankan dan canggung. Ternyata tidak. Dia, 'pacarku' itu selalu ada cara untuk menghilangkan kebosanan dan kecanggungan. Dengan cara cari mati_-
"Kau orang yang paling menyebalkan yang pernah kukenal..kembalikan bukuku!!" ucapku sembari memandang sinis wajah tampannya itu. Dia tersenyum. Kali ini senyumannya berbeda. Membuat hatiku sukses meleleh.
"Tempat ini membosankan.. Ayo kita pergi ketempat lain.." ajaknya.
.
.
Disini, ditempat yang sering aku kunjungi untuk membuat berbagai macam lukisan. Sangat damai dimalam hari. Bulan yang besar dan bulat ditemani beribu bintang. Aku menutup mataku menikmati angin nakal yang menyentuh kulitku lembut. Tersenyum damai memamerkan dua lesung pipiku pada bulan. Sampai aku menyadari seseorang menggenggam tanganku. Itu dia, orang yang menyebalkan itu. Aku hanya membiarkannya saja. Membiarkannya sampai aku membuka mataku, terkejut akan benda kenyal dibibirku yang mengecup dengan lembut. Kecupan itu berakhir. Kecewa?. Ya.. aku kecewa. Aku menatap dua maniknya yang bekilauan. Dia pun menatapku dalam. "Aku mencintaimu Kyo-ah" ucapnya yang nyaris membuatku mati ditempat. Aku. Aku juga mencintainya. Ya, jujur aku mencintainya. Aku tidak bisa mengelak dari perasaan ini lagi. Aku diam masih menatap kedua matanya yang luar biasa membuatku nyaman. Dia juga mencintaiku. Mengetahui hal itu membuatku bahagia didalam. Tapi diluar aku tak bisa mengekspresikannya.
"Hahh... ternyata dugaanku salah. Kukira kau juga mencintaiku. Tapi kurasa hanya aku yang mencintaimu.." kembali dia angkat bicara. Raut wajahnya sedikit kecewa. 'Ahh tidak. Bukan seperti itu. Aku juga mencintaimu pabo' ucapku yang sukses membatin. Aku masih diam. 'Kim Nam Kyo bodoh. Aku tantang dirimu untuk mengutarakan perasaanmu pada Hoseok. Iya dia Hoseok. Sang raja rapper dan ngedance. Pacarmu.. cepatt!!' batinku yang makin menjadi-jadi. Oke, aku menantang diriku sendiri.
"O..op..Oppaa a..aa...akuu..emmh.."
Sial. Aku benar-benar bodoh. Ucapkan saja!! Hoseok bingung melihat ku yang pertama kalinya terbata-bata. "Aku jugaa...a...aku..jugaa..."
Ahh persetanan.
Chuuuu~
Aku melompat kearahnya dan langsung mendaratkan bibirku sekali lagi ke orang itu, Hoseok, iya Dia. Namjachinguku. Berharap dia tau bahwa aku aku benar-banar mencintainya. Dia pasti terkejut. Tapi aku tak peduli aku terus menciumnya. Rasanya manis. Lama aku mengecup dirinya. Aku terkejut saat dia membalas ciumanku dan menggigit bibir bawahku. "Ugh...,sakit paboo..!! Dasar mesum" ucapku yang melepas moment manis tadi. Dia tersenyum manis. "Sopan-sopan lah padaku. Aku ini sunbaemu. Dan pacarmu. Tega sekali kau memanggilku bodoh.." ucapnya. Sepertinya dia telah mengetahui perasaanku. Semoga saja. wajahnya terlihat bahagia sekali. Aku merona. "Aku men...Cintaimu Oppaa.." ucapku yang masih terbata-bata. Aku menundukan kepalaku karena malu. Dia menarik tubuhku jatuh kedalam dekapannya.
"Aku juga chagi.. aku akan menantangmu untuk mencintaiku selamanya..."
"Aku terima tantangan itu..."
-The End-
Apa ini?! Haduhh..maafkan karna ceritanya seperti ini. Jangan lupa tinggalkan Vomment :v
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story With J-Hope
FanfictionAyo istri-istrinya J-Hope mampir. No plagiat please. Asli buatan author. Mohon maaf jika ada kesamaan cerita mungkin author terinspirasi dari ff yang pernah author baca sebelumnya.
