I'm Sorry

650 49 0
                                        

Kyo berlari dengan air matanya yang mengalir deras.

"Dasar ceroboh! Kenapa kau sangat suka sekali ceroboh Jung Hoseok!!"

Dia sampai didepan sebuah ruangan. Pintunya ditutup rapat. Belum ada tanda-tanda seseorang akan keluar dari sana. Kyo mencoba menghilangkan rasa khawatir nya tapi bagaimana?. Akhirnya..

'Klekk'

"Dokter...dokter! Bagaimana keadaannya??!!"

"Hm. Dia baik-baik saja hanya luka ringan.. dia akan cepat pulihh. Tapi dia harus istirahat, karna luka dikepalanya"

Kyo menghela nafas lega. Jantungnya serasa ingin lepas. Dia masih menangis. Menangis sembari bersyukur karna namjanya baik-baik saja. Namjanya, Jung Hoseok yang selalu membuatnya khawatir. kecerobohan Hoseok yang membuat nya jatuh dari motor. Entah kecerobohan yang keberapa kali Jung Hoseok selalu tidak mendengarkan kata-kata yeojanya.

"Awas kau Jung Hoseok!" Kyo terisak masuk keruang rawat Hoseok.

....

Kim Nam Kyo. Yeoja ku yang sangat cerewet. Bukannya aku tidak ingin mendengarkannya dan membuatnya sempat menangis seperti beberapa hari yang lalu. Tapi, entahlah aku tidak mengerti diriku sendiri. Aku akan mengutuk diriku sendiri jika aku membuatnya menangis lagi.

"Ayo cepat habiskan setelah itu kita pulang!" Kyo mengambilkan sarapan yang baru saja diantar seorang perawat. Dan dia mulai merapikan barang-barang yang akan dibawa pulang.

"Suapin dong" pinta ku manja. Aku yakin dia sedang memutar bola matanya. Dia duduk disampingku.

"ayo buka mulutmu.. "

Aku menerima suapannya dan tersenyum. Aku tau dia sangat suka melihatku tersenyum. Dia mulai menatapku dengan mata yang membuatku jatuh cinta.

"Aku ingin kau mendengarkanku bukan karna aku ingin mengatur hidupmu... ini demi kebaikanmu sendiri.. siapa yang ingin dirinya celaka?? Hanya kau kurasa~" dia mulai mengomel. Aku selalu suka saat melihatnya mengomel.

"Iya aku mengerti chagi.. mianhaeyo... " aku mencubit pipinya. Sangat manis. Dia tersenyum membuatku gemas. Lesung pipi di setiap masing-masing pipinya.

Sudah lumayan lama kami menjalin hubungan. Sekitar 2 tahun. Aku mencintai dia apa adanya seperti dia mencintaiku.
.
.
.
3 hari berlalu. Jadwal lomba dance ku serta jam latihan membuatku tidak bisa bertemu dengannya. Walau begitu dia tetap bisa membuatku tersenyum dengan semua semangat yang diberikannya.
.
.
Seminggu kembali berlalu. Tidak ada kabar apapun dari Kyo. Ini sedikit membuatku cemas. Di kampus pun aku jarang bertemu dengannya. Padahal aku sedang tidak ada jadwal dan ingin mengajaknya makan malam.

'Tingg~ you got new message!'

Ahh. Dari Kyo.

Kyo ❤ :
'Hoseok..temui aku di starbuck sekarang'

Baiklah. Apapun untuk nya.
.
.
Ntah kenapa rasanya sangat aneh. Dia jadi lebih pendiam. Wajahnya yang ceria pun hilang.

"Hoseok..aku akan belajar diluar negeri .."

Aku mengangguk mengerti. "Lalu? Aku akan mendukung yang terbaik untukmu"

Walau akan sedikit sepi jika dia tidak ada disampingku.

Kyo menundukan kepalanya.
"Ayo... ki-kita akhiri saja h-hubungan kita.."

"Apa?!"
Aku yakin aku tidak tuli. Aku hanya tidak mengerti. Apa yang sebenarnya yang dia maksud. Aku melihat ekspresinya yang aneh. Dia bahkan tidak berani menatap mataku sejak tadi. Seperti ada yang dia sembunyikan dariku.

"Hubungan jarak jauh tidak baik untuk kita... a-aku juga ingin belajar dengan giat agar bisa sukses nantinya. Kau juga harus..."

"Apa yang kau bicarakan? Apa aku berbuat salah? Kau hilang selama seminggu lebih dan tidak ada kabar.. lalu kau mengajakku kesini untuk mendengar kata-kata mu yang tidak masuk akal itu.. apa yang-"

"Hoseok. Aku serius. Aku ingin putus denganmu. Aku akan pergi jauh. Mungkin tidak akan kembali sebelum kau dan aku menjadi orang yang sukses.."

Aku masih belum bisa percaya dengannya. Kyo pergi meninggalkanku. Meninggalkan rasa sakit pada diriku. Apa yang sebenarnya dia inginkan. Aku menyusulnya keluar dan menahannya pergi.

"Aku masih butuh penjelasan.." ucapku.

"Semua sudah jelas. Kau cukup pintar Hoseok. Bahkan untuk memahami ini dan untuk memahami diriku.."

"Baik! Aku akan tunjukan padamu kesuksesan yang akan aku dapatkan. Kesuksesan yang akan menghampiriku. Dan ku harap kau bisa menepati kata-katamu.. kau akan kembali setelah itu semua terjadi.."

Dia hanya tersenyum kecut. Aku merasa terluka. Senyum yang memandang remeh padaku.

"Selamat tinggal Jung Hoseok.."

Semua yang baru saja dia lakukan dan katakan padaku. Untuk pertama kalinya aku menangis karnanya.
.
.
.
.
.
Tbc

Short Story With J-HopeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang