Doctor Doctor

284 17 2
                                        

"hayy (y/n) kemarin ituu-... "

"jangan Yena kumohon hentikan.. " tempis (y/n) yang tadinya malas kuliah karna dia tau akan seperti ini akhirnya memutuskan untuk kuliah karna ada dosen dari luar. Bahkan (y/n) terlihat tidak semangat hidup.

"kenapa sih, aku cuman mau nanya loh.. Habisnya aku yang taunya kamu gabakal pacaran dan ga akan mau pacaran bahkan niat sedikitpun gadaa tiba-tiba di gendong begitu sama pangeran tampan kan aku syok se syok syok nya.. " ucap Yena teman sebangku (y/n) panjang lebar.

"lebay deh yen.. "

'Ctaakk'

"Apaan sih?! Sakit tau"

"siapa sih cowo kemaren"

"dia.. "

Tiba-tiba (y/n) merasakan semua teman kelasnya memasang telinga. Bahkan terlihat jelas.

'Sepenasaran ini mereka..' ucap (y/n) dalam hati.

"bukan siapa-siapa" ucap (y/n) tidak semangat.

Yena memasang muka 'ingin tampol tapi dia temanku'

"segitunya main rahasia-rahasian sama teman"

"ihh yena.. Dia memang bukan siapa-siapa... "
.
.
.
.
"yakin nih bukan siapa-siapa.. Seriusan pangeran tampan itu mencolok banget loh.. "

(y/n) memegang dahinya pusing. 'serius kenapa sih orang itu' ucapnya dalam hati.

'Kalau dia kesini berarti Lee Ahjussi gak jemput hari ini, kalau aku gak nurut sama dia hal memalukan kayak kemaren otomatis akan terulang, akh harus gimana ya aku gamau nurut sama orang itu, gak' ucap (y/n) yang asik berpikir sampai tidak sadar Hoseok sudah ada didepannya.

"hay kau siapanya (y/n)?, aku Yena teman (y/n)" ucap Yena memperkenalkan diri dengan semangat.

"Yenaa?!!" (y/n) yang tersadar dari lamunannya.

"aku? Aku calon suaminya (y/n)" Hoseok tersenyum. Sedangkan (y/n) terbelalak tidak percaya.

"bu-bukan bukan dia bukan... Ayo pulangg" (y/n) menarik lengan Hoseok.

Sedangkan Yena matanya berbinar-binar tidak percaya. Makhluk-makhluk kampus yang mendengar Hoseok itupun juga langsung heboh.

Hoseok dan (y/n) masuk kedalam mobil.

"heh? Memangnya kau gak punya kerjaan ya dirumah sakit..gak mungkin kan, atau kau sedang istirahat? kalau memang sudah pulang kerja gaperlu mampir kesini kan gausah repot deh.. Ada lee ahj-"

Omelan (y/n) terhenti saat Hoseok mendekatinya. Wajah Hoseok sangat dekat sampai-sampai (y/n) hampir teriak tapi dia sadar ini masih di wilayah kampus.

"kalau gak pakai safetybelt nya aku gak tanggung jawab atau repot-repot menjait kepalamu"

Hoseok mulai menjauh dan menyalakan mesin.

'duh nyebelin banget.. Kenapa juga wajahku jadi terasa panas gini' gerutu (y/n) dalam hati sampai memegang dadanya.

Disisi lain Hoseok tersenyum kecil.
.
.
.
.
.
Dukk

(y/n) langsung masuk ke rumahnya tanpa mengatakan apa-apa.

"selamat datang Tuan Jung Hoseok" sambut para pelayan dan sekretaris Lee.

"ku rasa hari ini aku akan menginap lagi.. "

"tentu saja Tuan, semuanya sudah dipersiapkan.. "

"huh.. Kemana anak itu, gak sopan sekali calon suaminya dibiarkan begini"

Sekretaris Lee hanya tersenyum melihat Hoseok.
.
.
.
.
.
1 bulan telah berlalu. Suasana masih sama, (y/n) yang sangat amat teramat membenci Hoseok sedangkan Dokter satu itu selalu mendekati calon istrinya itu. Hari ini Hoseok sedang libur dan berencana mengajak (y/n) pergi makan malam. Dan (y/n) menerimanya tanpa basa-basi yang membuat Hoseok memiliki perasaan yang aneh.
.
.
Malam ini mereka sedang menikmati makan malam yang romantis, tetapi (y/n) yang terlihat sangat cantik malam ini tidak memiliki semangat.

"bisa gak hentikan itu.. "

"hmm? "

"berhenti menjemput ku dan terlihat terlalu mencolok didepan teman-temanku, berhenti datang kerumahku, berhenti bersikap kau suka dengan perjodohan ini pak dokter.. "

"..." tidak ada balasan dari Hoseok.

"sebelumnya aku sangat berterima kasih, tapi aku tidak perlu belas kasihanmu atau orang tuamu selaku teman dari kedua orang tuaku.. Aku tau kau juga gak suka perjodohan ini kan"

"aku suka kok dengan perjodohan ini.. Karna kau bilang gak suka maka aku harus membuatmu suka.. " Hoseok menjawab dengan tenang.

[Y/n Pov]

Serius orang ini kapan nyerahnya sih. Bahkan drama ku ini aja gak mempan. Atau dia tau aku lagi pura-pura. Gak mungkin, itu pure rencana yang cuman aku yang tau. Sayangnya pure juga keras kepalanya dokter satu ini.

"ta-tapi ini sudah sebulan berlalu kenapa kau sangat bersikeras untuk membuatku menerima perjodohan ini.. "

"sampai bertahun-tahun pun aku akan berusaha.. "

"serius nih memangnya gak ada orang yang kamu cintai.. Karna aku... Ada.. "

Dia terdiam sebentar. Bener gak ya apa yang kulakukan.

"siapa?"

Duh, siapa? Siapa ya... Duh siapa????

"namanya Park Jimin.. " yah untuk sekarang biar nama itu dulu. Maaf ya Jimin.
.
.
.
Setelah selesai makan malam dia mengantarku pulang. Saat aku mengatakan hal itu dia gak ada mengatakan sesuatu. Aku kenapa jadi merasa bersalah. Gimana kalau dia kepikiran sedangkan dia seorang dokter yang harus menolong manusia. Gimana kalau dia gak fokus karna kepikiran. Gak mungkin dong dia pasti profesional.

Duh kenapa aku yang jadi kepikiran coba.
.
.
.
.
.
Tbc.

Hai teman2 seperti biasa maaf ya slow update. Dan ketypoan yang sangat luar biasa dicerita ini dan cerita2 sebelumnya. Tetap dirumah ya, jangan lupa cuci tangan. Jaga kesehatan selalu 💜

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 31, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Short Story With J-HopeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang