Flashback on_
"Yak! Apa yang kalian lakukan eoh?!" Teriak gadis kecil itu dengan kayu yang ditopang dengan bahu kanannya.
"Pergi jauhi anak itu atau kalian satu persatu akan kupukul!" lanjutnya.
"Nuguya... apa itu pacarmu? Memalukan sekali..kau dilindungi oleh seorang gadis.. " ucap salah satu anak laki-laki yang mengganggu teman lainnya yang sedang tersungkur ditanah. Yang lainnya tertawa mengolok.
"YA! Kenapa kalian banyak mulut sekali, kalian tidak mau pergi eoh.. tidak mau eoh.. sini kemari akan kupukul kalian satu.." gadis kecil itu menghentak, mengancam anak-anak nakal yang mengganggu anak lemah lainnya itu. Anak-anak itu berlari takut akan dipukul oleh kayu yang dibawa gadis kecil itu.
Gadis kecil itu mendekat kearah anak laki-laki yang masih terduduk ditanah dengan luka-luka kecil.
"Gwenchana..?" Tanya gadis kecil itu dengan logat yang lucu.
"Apa yang kau lakukan?!" Anak laki-laki yang terlihat lebih tua dari gadis kecil itu geram.
"Apa yang aku lakukan? Tentu menyelamatkan mu.." ucapnya dengan nada yang sedikit meninggi.
"..jika tidak mau bilang terima kasih setidaknya jangan marah-marah.. " cibir gadis kecil sembari ingin meranjak pergi.
"Goma-... wo" ucap anak laki-laki itu dengan nada yang menurun. Gadis kecil itu berhenti dan melihat anak lelaki itu.
.
.
"Sudahh..." ucapnya sembari melekatkan plester terakhir dilutut anak lelaki itu.
"Apa kau suka membawa kayu kemana-mana?" Tanya anak laki-laki itu penasaran dan bingung dengan gadis kecil yang duduk disampingnya.
"Tidak... aku hanya lewat dan melihatmu sedang diganggu, kebetulan ada kayu didekatku ya aku bawa saja.."
"kau berani sekali, seperti preman kecil.. apa kau tidak takut?"
"Jangan beritau siapapun yah.. sebenarnya aku sangat takut tadi kalau saja anak-anak nakal itu tidak pergi.."
Anak laki-laki itu tertawa kecil diikuti oleh gadis kecil itu. Seketika ekspresi anak laki-laki itu berubah datar.
"Itu tidak lucu bodoh.. kau bisa saja diganggu mereka juga hanya gara-gara aku!" Ucapnya sembari memukul dahi gadis kecil itu. Gadis kecil itu meringis kecil.
"Setidaknya cukup percaya diri saja, itu juga pelajaran untukmu kata ayahku anak laki-laki harus berani.."
"Kau ini pintar bicara..! Siapa namamu?"
.
.
Flashback off_
…
"Apa kau menyukai (y/n).."
"Yak! Apa lagi yang kalian lakukan eoh?! Mau buat kondisi (y/n) tambah buruk eoh?!" Hana tiba-tiba datang melerai ku dan Hoseok hyung. Hana kembali menaikkan nada bicaranya. Hae In menenangkan Hana dan menyadarkan bahwa sekarang mereka ada dirumah sakit.
"Apa kata dokter? Apa (y/n) baik-baik saja?" Tanya Hana yang terlihat jelas kekhawatiran nya.
"Kata dokter dia perlu banyak istirahat dan harus dirawat sementara disini.."
Hana mencoba menenangkan dirinya sendiri. Tapi aku...
Apa benar aku mencintaimu (y/n).
.
.
[Y/n pov]
Aku membuka mataku perlahan, samar-samar aku melihat putih, hanya putih. Ku lirikkan mataku keseluruh ruangan yang masih terlihat samar. Kepalaku berdenyut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story With J-Hope
FanfictionAyo istri-istrinya J-Hope mampir. No plagiat please. Asli buatan author. Mohon maaf jika ada kesamaan cerita mungkin author terinspirasi dari ff yang pernah author baca sebelumnya.
