Bagaimana jikalau seorang kekasih yang kau jaga setulus hati, kau perjuangkan dengan sekuat tenaga, malah memilih cinta yang lain? Bagaimana jika dia tidak mau melihatmu lagi, seolah-olah kau bukanlah seseorang yang pernah dia kenal, atau pernah dia cintai? Atau, bagaimana jika saat itu kau tidak bisa melepasnya. Tulus mencintainya, kuat sekali ikatan cinta yang kau rekatkan padanya? Apa tanggapanmu?
Kalau aku, aku akan mencoba membunuh rasa sakit itu dengan tenggelam pada waktu. Membiarkan setiap kenangan yang hanya membuat senyum sirna, kenangan yang senantiasa menghadirkan air mata akan menghilang. Tidak sedikit pun membiarkan ia hadir pada relung hati. Bahkan walau hanya terpikir satu detik.
Aku akan membuat diriku sibuk dengan waktu, membiarkan diri tenggelam dengan kesibukan yang lain. Masih banyak mimpi yang belum terwujud. Kelak jika kita berada di atas, menggenggam segenap yang pernah kita miliki dulu, dia akan melihat kita dengan keterkejutan. Dia tidak menyangka kita mampu meraihnya, dan dia hanya tersenyum seraya menyesali semua perlakuannya padamu.
Cinta sejati tidak sedikit pun membuat kita lemah, malah sebaliknya. Cinta itu akan membuat kita gagah perkasa. Cinta tidak sedikit pun membuat kita putus asa. Malah memberikan kita sejuta harapan.
Hal keliru yang pernah kita percayai, yaitu mencintai selalu berteman dengan memiliki. Padahal tidak, cinta tidak semuanya kita miliki. Akan ada yang hanya cukup untuk disimpan di hati saja. Dan juga ada yang wajib kau perjuangkan, yaitu memperjuangkan cinta dia yang juga memperjuangkanmu. Memperjuangkan cinta kepada seseorang yang menganggapmu tak ada, hanyalah kesia-siaan. Membuang-buang waktu berhargamu.
*Demi Kamu

KAMU SEDANG MEMBACA
Membunuh Sepi
Poesia(Proses Terbit) Untuk yang mencintai lalu dibenci Untuk yang datang lalu pergi lagi Untuk yang setia lalu dikhianati Untuk yang teguh mempejuangkan lalu dipatahkan Untuk yang memendam lalu terlambat menyatakan, Untuk kamu yang patah hati, Merindukan...