"Langsung ke catering aja, bang Suho bilang seserahannya udah lengkap tinggal aku nambahin aja." Jawab gue.
Gue akhirnya ke tempat Catering yg bang Suho suruh. Pas kita dateng ternyata sample-samplenya udah ada.
"Pak saya mau pesen makanan buat 2000 orang, atas nama Suho Kim." Kata gue.
"Oh itu iya, sebenernya makanannya udah dipesen buat makanan pokoknya. Tinggal pesen makanan sampingnya aja. Kemaren pak Suhonya dateng sendiri sama calonnya." Kata pak Cateringnya.
"Kenapa ga sekalian sih, bikin gue berduaan aja sama Chanyeol." Batin gue kesel.
"Udah pak pecel sama rendang jengkol.." Sahut Chanyeol.
"Ih bukan gitu, ini kakak kakak kita ya nikahannya ala luar negeri, masa ada pecel sama jengkol? Kolega bang Suho rata-rata dari luar negeri semua. Dan mereka orang kaya." Kata gue.
"Ya kali aja orang kaya bosen makan enak, kaya aku. Udah pecel, gado-gado, capcai, rendang jengkol, pete."
"Terserah kamu terserah!!" Gue mijit kening gue.
"Minumnya ya jus-jusan aja segala rasa, sama air putih." Gue keliling nyobain sample makanannya.
"Lumayan." Gue nyobain dimsumnya.
"Makan apa kamu?" Tanya Chanyeol.
"Nih cobain aaaaa." Gue nyuap dimsum.
"Wah enak sih ini. Apalagi disuapin sama calon istri aku." Jawab Chanyeol selengean.
BODO AMAT!
"Bu, ini totalnya, abis itu besok saya kirim sample makanan semuanya ke rumah pak Suho Kim kan?" Kata petugasnya.
"Ah iya, jadi saya DP berapa? Transfer ke rekening siapa?" Gue mengeluarkan hp gue buat ngebuka m-banking.
"10 juta aja mbak. Ini rekeningnya."
"Saya udah transfer 50juta." Jawab gue.
"Yaudah makasih ya pak," Gue jalan keluar sambil narik Chanyeol.
"Jadi gini ya ribetnya nikah. Coba kita yg nikah, ga bakal cape aku kamu ajak keliling-liling." Kata Chanyeol buat gue miris...
"Kita sodara Chanyeol, gabisa.."
Chanyeol ga ngegubris gue, dia masuk ke mobil. Dan kita diem-dieman lagi.
"Aku gatau harus ngomong apalagi, aku belom bisa terima kenyataan." Kata Chanyeol.
"Emang kamu fikir aku udah?" Jawab gue.
Kita diem lagi...
"Gatau mau sampe kapan begini. Sakit." Batin gue.
"Eh udah sampe."
"Mau mampir?" Gue memecah keheningan.
"Besok kan aku mampir, buat makan kedua kali keluarga besar kita buat ngomongin pernikahan bang Suho sama kak Yoora, jadi ga usah." Chanyeol senyum.
Gue natap Chanyeol.
"Makasih ya udah mau nemenin aku..."
"Sampai ketemu besok Mantan Terindah." Gue ngebuka pintu mobil.
"Tunggu." Chanyeol narik tangan gue.
"Apa?" Tanya gue.
"Bilang aku kalo kamu udah punya pengganti aku biar aku punya pengganti kamu juga dan biar aku ga stuck di kamu terus."
"Tapi kalo belum nemuin juga. Ayo kita kawin lari."