Resy Adinovitasari:
Pilar-pilar kayu yang kokoh dan serdadu-serdadu bersenjata, menatapmu dalam kebisuan yang ganjil. Tubuhmu penuh luka memar karena dicambuk. Tapi, senyum tetap merekah di bibirmu. Sejak dulu, kau memang tidak pernah takut pada eksekusi. Kau selalu siap mati demi kebenaran yang kau junjung tinggi.
"Yang patah tumbuh, yang hilang berganti," jeritmu, di antara lecutan cemeti yang menjilati tubuhmu.
Kau telah mencapai batasmu, tapi binar matamu tak sekalipun padam. Menatap seorang pemuda yang tergugu memandangmu. Di jarak lima belas langkah dari tempatmu dipaksa duduk berlutut.
"Cakka, yakinlah... suatu hari, yang sia-sia akan jadi bermakna. Dan yang jatuh, akan bangkit." Katamu tanpa suara. Tapi, pemuda itu mengerti. Seolah kau sedang berbisik langsung ke telinganya. Sebelum akhirnya, kau kehilangan kesadaran. Dan pemuda itu berlari, menerjang ke arahmu.
Menyadari, bahwa kaulah cinta yang seharusnya diperjuangkan.
.selesai.
:. Judul lagu : Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti oleh Banda Neira
Hanny Dewanti:
Senyummu terasa perih. Wajahmu tengadah kepada langit seolah meminta belas kasih. Kaki yang hancur itu tak lagi mengeluarkan darah. Tidak. Mortir Belanda takkan pernah bisa menyentuh semangatmu.
Kaki-kaki gagah melompatimu menggantikan posisi di garis depan. Di dalam keriuhan perang, kau temukan keheningan.
"Aku tidak meminta-MU matikan aku," bisikmu pelan. "Beri saja sedikit waktu dan kekuatan untuk mengenang orang-orang yang kucinta. Mereka yang akan menangisi kepergianku."
Wajah ayu Ningsih tergambar di kegelapan heningmu. Cinta yang menunggu sambil memeluk Ahmad kecil yang baru saja lahir. Bayi yang akan langsung menjadi yatim. Bayi yang akan bercerita dengan bangga tentang bapaknya yang mati membela negara.
"Ningsih, terima kasih telah menyabung nyawa melahirkan Ahmad. Sekarang giliranku yang berjuang demi kemerdekaanmu," bisikmu pada kegelapan. Meskipun jauh, batinmu percaya bahwa Ningsih akan mendengar. Cinta menyulam surga dalam hening kerinduan akan menyampaikan bisikanmu.
Entah, kekuatan siapa yang telah kau curi. Serta merta kau sandang lagi senapan di bahu. Kau letuskan senapan usang milik Bapak yang lebih dulu mati. Dengan senyum bangga kau tembak kepala-kepala kompeni. Sebelum kemudian sebuah meriam menghancurkanmu serupa butiran debu.
Judul lagu: Butiran Debu, Cinta Menyulam Surga, Matikan Aku
Yessie L Rismar:
Aku terdiam ketika melihat sosok yang berjalan anggun menuruni tangga. Gaun warna tulang dengan pita merah berukuran lebar yang melilit di pinggang membuatnya terlihat sangat memesona. Semua mata tertuju padanya. Dia, perempuan yang selama ini hanya bisa kupandang. Tidak dapat kusayang.
Begitu sampai di tangga yang paling dasar dia menyapa tamu undangan kerajaan dengan senyuman sambil mengangkat sedikit gaun dan menunduk sopan. Benar-benar anggun. Semua pasti setuju jika aku mengatakan dia begitu indah.
Langkah Puteri Adelia terhenti di hadapanku. Dia menatap beberapa gelas yang ada di atas nampan yang kubawa dan tampak berpikir sejenak. "Terima kasih," ujarnya sambil tersenyum dan membawa minuman berwarna merah itu pergi.
Dia pergi, tapi wanginya tertinggal. Aku menghirup aroma itu dalam-dalam sebelum hilang. Ya Tuhan, dia bicara padaku! Dia tersenyum padaku!
"Sadar diri, Henry. Kita hanya pelayan," tegur Fred sambil menepuk pundakku. "Ayo, pekerjaan kita di dapur masih banyak."
Nidji: Nelangsa
Padi: Begitu Indah
Inasni Dyah R:
Michael menarik napas, berusaha mengaturnya agar tidak terengah-engah. Dia menggenggam tangan Bertha erat, hanya memfokuskan diri pada kehangatan dari jalinan jemari mereka. "Sungguh, Bert, bahagia itu sederhana."
Bertha cemberut. Tatapannya menusuk ekspresi geli Michael, namun kemarahannya mereda karena angin segar yang berembus mendinginkan suhu tubuh mereka. Sulit mengatur emosi saat satu-satunya pakaian yang dia kenakan adalah gaun berkorset superketat dengan krinolin yang membuat roknya melebar dan mengganggu saat dia melangkah lebar.
Setelah berlari dari ruang utama rumah Baxter ke halaman belakang, hampir memasuki wilayah rumah tetangga, pikiran Bertha yang ikut berlarian hanya bisa mencerna sosok Michael. Sekarang. Dan bagaimana mereka akan menghabiskan waktu bersama.
"Kau gila, Michael," Bertha memberi komentar, diiringi seringai puasnya. "Keluargamu mungkin akan mengecamku setelah ini. Bagaimana bisa--oh, aku bahkan masih tidak percaya kau mengaku di depan semua orang tentang hubungan kita!"
"Tenang saja," Michael mengibaskan tangan. "Kita sudah bersepupu sangat lama, dan pihak keluarga kita tahu seberapa gila kalau kita sudah bersama." Michael melangkah mendekat, menyandarkan dahinya ke dahi Bertha. "Mungkin, keluargaku bakal sungguh-sungguh mengecammu kalau kau tidak mau menerima lamaranku kelak."
###
Judul: Bahagia itu Sederhana
Penyanyi: Wina ft. Abdul
Rohmah Wahyunie Plur:
Akankah kita sadar akan dunia yang semakin lama semakin kejam? Akankah kita sadar akan nyawa yang mulai tak berarti? Dan, akankah kita sadar akan harapan yang tak memiliki arti?
Seperti cinta yang harus memiliki nyawa dan harapan. Banyak manusia hidup tanpa hati. Tak peduli dan saling menyakiti. Mereka mengeluh akan hidup yang tak pernah berubah.
"Hidupku tak lebih dari sebuah permainan mereka orang-orang yang tak berhati," sebut Nara.
"Mereka tak menyadari bahwa doa akan memutar waktu. Dan harapan akan menemui jalannya. Dengan segala nyawa dalam harapanku." Suara Nara kembali terdengar dan bergema dalam kungkungan penjara. Hidup terasingkan dan terkurung selama bertahun-tahun. Siksaan yang tak pernah hentinya ia dapat. Ia akan tetap bertahan.
Meski cintanya direbut, hidupnya dihancurkan, dan nyawanya diancam. Nara percaya bahwa waktu masih tersisa dan semua akan kembali. Mereka itu hanya orang-orang yang tak pernah merasakan kebahagiaan. Dan hidupnya tak pernah memiliki harapan. Karena ia tak pernah memiliki hati, kebencian yang membuatnya nyaman, dan menyakiti akan terlihat wajar. Nara yakin mereka akan menyesali itu, kelak.
Pria itu akan terus mempercayai setiap harapannya. Bertahan dengan kejujurannya, hidup dengan cinta yang sudah tertanam begitu dalam, dalam hatinya. Lyra. "Aku akan kembali padamu, datang padamu. Dengan harapan kita."
Judul lagu : Nyawa dan Harapan by Raisa.
Terima kasih atas semua pastisipasinya ^_^
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Pilihan
Short StoryCerita-cerita yang ada di sini merupakan hasil karya para Memberdeul KANOI. Enjoy reading! ^_^
