Song Into Action host Stefani Jovita

128 4 0
                                        

Di minggu ke-4 bulan Action/Thriller Romance, kali ini para member KANOI diajak untuk membuat flashfic dengan memasukkan judul lagu di dalam tulisan itu. Tentu bila judul lagu memakai bahasa lain, judul tersebut boleh diterjemahkan ke bahasa Indonesia, boleh juga tidak.

Mari kita simak saja langsung :)

******

STEFANI JOVITA

Adam menendang kerikil hingga memantul beberapa kali di lorong. Tumpukan kardus juga ditabraknya. Dia sempat menoleh. Orang-orang berbaju serba hitam meneriakinya dari ujung gang. "Sialan!" Dia menggeram sambil lanjut berlari.

Ini benar-benar hari buruknya. Sudah ditolak cewek, menguntit sampai rumahnya malah dikejar-kejar mafia?! Adam masih tak percaya bahwa keluarga Nikki itu pembunuh bayaran.
Gang-gang menuju rumah Nikki tergolong sepi dan berkelok-kelok. Adam menoleh kiri-kanan. Dia lupa gang mana yang tadi dilewatinya. Mini-market atau toko apa pun itu juga tidak ada. Napasnya sudah semakin habis. Dia mengelap dagunya yang berkeringat.

"Itu di sana!" Orang-orang tadi sudah semakin dekat di belakangnya.

Gawat ini! Adam memilih jalur kanan. Betisnya mulai lemas hingga dia sering terhuyung. Sesekali tapaknya terlalu keras, menambah sakit di kakinya. Bunyi mesin pabrik terdengar makin dekat.

Eh, bukannya tadi udah lewat sini?!

DOR!

Adam bisa mendengar suara itu. Namun, di saat bersamaan, kakinya pun sudah terasa perih. Dia jatuh tersungkur.

"Kau pikir bisa kabur, bocah?"

Adam menyeret dirinya, masih berusaha kabur, tetapi kaosnya ditarik dari belakang. Tubuhnya terlempar hingga membentur pagar.

Seorang pria berkumis dan berbadan kekar menatapnya garang. "Tempat ini adalah taman bermain keluarga Tristan. Cuma orang-orang kami yang tahu jalan keluar. Tak ada juga yang bisa menolongmu di sini."

Pistol mengarah ke dahi Adam. Dia membelalak, lalu meringis sambil memejamkan mata.
Mati aku!

"Tunggu, Ayah!" Suara Nikki membuat Adam terperanjat. Dia langsung mengangkat wajah. Nikki membelah kerumunan, lalu berdiri di depannya, merentangkan tangan. "Dia pacarku. Jangan ganggu dia!"

Jantung Adam berdetak keras. Hei, mungkin ini bukan hari burukku?

(250 kata, dari lagu "Bad Day")

(250 kata, dari lagu "Bad Day")

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

******

SUBETTY (Judul karya: Persimpangan)

Leon menginjak pedal gasnya dalam-dalam. Mobil itu melaju kencang di ruas jalan tol yang lengang, hingga di suatu titik terdengar sirene meraung. Diliriknya kaca spion, kerlip biru lampu mobil polisi di belakang masih tampak jauh.

Cerita PilihanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang