Pasangan Action Romance host Stefani Jovita

1K 6 1
                                        

Untuk games hari ini, yuk coba bikin FF dengan memasangkan senjata dan adegan romantis.

Caranya:
1. Pilih 1 dari 3 senjata berikut: Pisau, pistol, atau tangan kosong
2. Pilih 1 dari 3 adegan romantis berikut: Ciuman, pelukan, atau pernyataan cinta
3. Gunakan kedua pilihan kalian untuk bikin cerita max 300 kata.  

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Stefani Jovita:

Adam duduk dengan napas terengah-engah, darah keluar dari hidung dan mulut. Borgol yang mengikat kedua tangannya di belakang kursi menggesek kulit setiap kali dia dipukuli. Kakinya juga terikat pada kaki kursi. Dia menunduk. Cuma anak kuliahan yang deketin cewek, terus jadi gini?!

Dari luar ruangan, terdengar panggilan. Pria yang menginterogasinya menoleh. Tembakan menggema, disusul teriakan. Ada yang datang, semakin lama semakin dekat. Polisi? pikir Adam.

Tak lama, tempat itu menjadi sunyi. Si pria sudah memegang pisau. Dia menelan ludah sebelum membuka pintu. Perlahan. Hanya derit engsel reot yang menggema. Adam ikut gemetaran. Tidak ada orang di luar.

Pria itu dengan sigap mengacungkan pisau. Namun, begitu tangannya menyembul ke luar pintu, belati lain mencabiknya. Dia mengaduh, tapi tak lama. Belati itu menusuk lehernya dalam sekejap. Dia mundur terhuyung-huyung hingga jatuh menggelepar. Darah mengalir ke karpet hotel.

Ketika seorang gadis bergaun hitam masuk, Adam langsung membelalak. "Nikki?! Kau?"

Gadis itu terdiam sambil mengambil kunci borgol. Dia mendekati Adam, lalu ke belakang kursinya.

"Jadi benar apa yang dikatakan mereka? Kau pembunuh bayaran?" Adam bisa merasakan tangan Nikki menyentuhnya, membuka borgolnya. "Aku benar-benar tidak tahu! Aku cuma mendekatimu karena penasaran. Kau ... cantik. Aku tahu itu alasan klise, tapi memang cowok itu simple. Sialan! Kenapa harus jadi begini?" Kedua tangan Adam bebas. Gadis itu beralih ke depan sehingga Adam bisa menatapnya khawatir. "Tapi aku ... kenapa kau menyelamatkanku?! Bukannya bahaya?! Iya, aku tahu kau kuat, cuma aku jadi kelihatan lemah. Uh! Aku—"

Tiba-tiba saja mulut Nikki beradu dengan Adam. Pemuda itu membelalak, lalu perlahan menutup mata. Kedua tangannya bergerak ingin menyentuh bahu Nikki.

Namun, Nikki menghentikan ciuman. "Jangan cerewet," ucapnya dingin.

Adam menelan ludah. Setidaknya, dia bungkam, menikmati kenangan bibir yang beradu tadi. Iseng-iseng mendekati cewek judes ada enaknya juga. Mungkin saja dia akan berhasil lulus dari perjaka tak lama lagi.

(298 kata, yang dipake pisau & ciuman)  

Syauqi:

"Ch- Chika... Apa yang kamu lakukan?" Kataku. Tangan Chika memegang pisau. Bersimbah darah. 

"Maaf, Arya. Aku telah membunuh seluruh keluargaku," katanya singkat. Tangannya mengusap darah yang terciprat di wajahku. 

"Aku melakukan ini karena cinta kita, Arya!" Teriaknya memekakkan telinga.
.
"Aku sadar ini semua salah. Tapi hubungan kita tak pernah berjalan mulus. Semua keluargaku menolak kehadiranmu. Hanya karena perbedaan kasta. Aku muak dengan semua itu!"

Aku bergeming. Tubuhku membeku. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutku.

Chika menghampiriku. Masih mengenakan pakaian tidur. Namun tangannya masih menggenggam pisau.

"A-apa yang kamu lakukan?" Aku mulai panik.  Aku berusaha menyeret tubuhku menjauh. Namun sayang, tembok membentur punggungku.

"Jangan takut, Arya," Chika mendekat ke arahku. Tatapan dingin yang haus darah tadi berubah menjadi tatapan yang hangat penuh cinta.

Tak lama, dia berhenti di hadapanku. Aku masih meringkuk ketakutan. Namun, tangan Chika mencoba meraihku. Aku pun menengadahkan wajah. 

"Berdirilah bersamaku, " Dia tersenyum. Membuatku memberanikan diri meraih tangannya. Ikut berdiri seperti yang dia katakan.

"Maaf, Arya, " 

"Untuk apa?" 

"..."

Cerita PilihanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang