Hari Jumat ini kita main kata untuk bikin FF yah.
Gak usah banyak gak papa, kok. Hanya saja, FF kamu harus ada tiga kata kunci
Kasusnya gak selese juga gak papa. Berupa riddle pun boleh. Tapi, tetep yah
Dan gak lebih dari 200 kata
Minwar Honey Dew
***
Darkest Room
honeydew1710
Honey Dew
Mayat Trevor Dingham terbaring kaku di tengah ruangan. Studio milik pengusaha multinasional eksentrik itu sepenuhnya tertutup rapat dari dalam. Polisi membutuhkan waktu lima belas menit untuk mendobrak pintu. Musik opera masih nyaring terdengar dari pengeras suara.
Riani, istri Trevor Dingham yang berkebangsaan Indonesia terduduk lemas di luar ruangan. Ia sudah lelah menjerit histeris melihat jasad suaminya. Tangannya masih menggenggam gelas berisi air yang diberikan pelayan pria berwajah masam.
Detektif Anderson memperhatikan Mrs. Dingham yang menatap gelas dengan tatapan kosong. Ia menghela napas, sebelum kembali memperhatikan mayat Mr. Dingham tepat di depan lukisan yang belum selesai. Kuas cat minyak patah di telapak tangannya, meninggalkan luka tusuk yang tidak terlalu dalam.
"Kumohon, siapa saja matikan musik keparat itu!" teriak Detektif Anderson sambil menunjuk speaker yang berada di sudut ruangan. "Orang gila macam apa yang bisa berpikir dengan suara jelek sekeras ini?"
Tapi, ketika musik dimatikan, Detektif Anderson malah kembali menatap Riani Dingham yang kini menutup mata hitam indahnya. Posisi perempuan itu tidak berubah, seolah baru saja melihat medusa dan berubah jadi batu.
"Kenapa Dingham harus melukis perempuan lain kalau dia punya perempuan yang begini indah?" tanya polisi di dekatnya.
Anderson terkesiap. Ia memandangi studio Dingham yang dipenuhi lukisan telanjang perempuan rambut pirang.
***
POSESIF
By Subetty
Seketika razia yang ditujukan untuk mencari narkoba dan senjata tajam itu menjadi gempar ketika polisi menemukan sesosok mayat perempuan dalam bagasi yang tadinya . Perempuan cantik yang wajahnya beberapa kali menghiasi layar kaca. Artis muda yang kini telah menjadi pengusaha kaya raya.
Keringat dingin membasahi dahi Frans, tapi dia tetap berusaha tenang. Salah seorang polisi mendekat dan memintanya keluar dari mobil. Sekilas, diliriknya kertas berisi kopi yang mulai dingin di sebelah kiri kursi pengemudi.
*
"Sumpah, Pak. Saya tidak tahu menahu. Saya cuma karyawan. Tadi bos saya yang suruh saya bawa mobil ini ke dari rumah ke apartemen Ibu. Saya sama sekali tidak menyangka kalau di bagasi ada...," kalimat Frans menggantung di udara.
Bripka Emir, yang diserahi tugas untuk mengambil keterangan dari Frans berpikir keras. Alibi pria ini sudah diperiksa. Semuanya terkonfirmasi. Tapi pria ini punya motif. Motif kuat yang tak banyak orang tahu. Frans, adalah mantan suami Sandra. Jauh sebelum wanita malang itu menjadi artis.
Bripka Emir menghela nafas berat. Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang.
***
Berita Kematian Terburuk
Oleh : Kinanti WP
"Sebaiknya kamu menyingkir!" desis Julia.
"Tapi, Ma'am, saya diperintahkan untuk tidak membiarkan anda memasuki TKP," ucap pemuda itu.
Julia mendengus, "Pembunuhan adalah keahlian saya, dan penyelidikan ini tidak akan dimulai tanpa saya!"
Julia mendorong paksa polisi muda itu dari pintu rumah yang tertutup rapat. Tempat kejadian perkara adalah sumber informasi utama yang harus diteliti. Julia heran mengapa orang-orang ini menghalangi pekerjaannya.
Setelah merangsek masuk, Julia mulai meneliti barang-barang yang ada di situ. Matanya mencari kejanggalan. Kelalaian kecil yang tak kasat mata bagi sebagian orang.
Julia memperhatikan tubuh wanita-wanita yang tergeletak bersimbah darah dengan pecahan gelas champagne menancap pada perut ketiganya. Sebuah ciri khas yang sengaja dibuat pelaku.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Wick.
"Mengerjakan tugasku," sahut Julia santai.
"Kamu dibebastugaskan dari kasus ini. Akan ada detektif lain yang mengurus kasus ini. Sebaiknya kita kembali ke kantor."
Julia baru saja hendak melawan atasannya itu ketika petugas medis mengeluarkan sesosok korban lain dari kamar. Julia terbelalak. Gaun biru yang dikenakan korban itu adalah pakaian yang dibelinya seminggu lalu sebagai hadiah untuk istri sang adik, ipar yang paling disayanginya.
Perut Julia mual membayangkan cara menyampaikan berita ini pada adiknya.
Wick merangkul Julia menjauh sambil berbisik, "Kita akan temukan pelakunya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Pilihan
Historia CortaCerita-cerita yang ada di sini merupakan hasil karya para Memberdeul KANOI. Enjoy reading! ^_^
