20. Persiapan

20.2K 1K 0
                                    

hari ini semua saudaraku sudah mulai berdatangan karena besok adalah pernikahanku dan Jafran. Semua perlengkapan sudah siap termasuk dekorasi gedung, cattering dan souvenir pernikahan.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku tentang hari bahagia yang akan segera datang. Saat ku lihat siapa yang mengetuk ternyata saudaraku dari Jakarta mereka datang menambah ramai suasana rumah. Aku segera menghampirinya dan menyambutnya

"Cie calon pengantin, ngelamun aja" canda Alexa sambil mencubit-cubit tanganku pelan

"Apaan sih?" Ucapku sambil mencubit pipinya

"Malam ini tidur bareng ya ?" Ajak Alexa sambil mengedip-ngedipkan kedua matanya

"Engga ah, nanti sore sahabat-sahabat gue datang mau pada nginep katanya" ucapku sambil melengos pergi

"Ih ya gak apa-apa, gue kan orangnya gampang akrab sama orang. Kita tidur bareng aja biar seru" Ajaknya sambil menahan tanganku "ya itung-itung terakhiran tidur bareng sebelum lo nikah" sambungnya sambil mengedipkan sebelah matanya

"Oke deh oke" ucapku sambil menggandeng tangannya masuk ke rumah

"Lo tuh harusnya diem aja kali, calon pengantin ko kesana kemari sih ?" Cerocos alexa menggerakan tangannya kesana kemari

"Gak bisa tenang gue, masih banyak yang belum selesai nih" ucapku sambil mengangkat dus berisi souvenir yang belum di rapihkan dan di hitung

Drrtt!

Getar ponselku menghentikan aktifitasku dengan alexa yang sedang merapihkan souvenir. Saat ku lihat ternyata Lala yang menelpon

"Assalamualaikum, ada apa La ?" Tanyaku setelah mengangkat telponnya

"Waalaikumsallam, ini kita parkir dimana Rin ?" tanya Lala yang sepertinya sudah sampai rumah

"Katanya lo datang sore ? Ini masih jam 12 loh" ucapku sambil berdiri

"Lo gak seneng kita datang cepet ? Oke kita pulang lagi ya ?" Ancam Lala dan terdengar suara mesin mobil

"Oke oke, lo tunggu ya gue kesana. Ada berapa mobil ?"

"Ada 4 mobil, mobil gue, Rino, Windi, sama Erin"

"Ima sama Rizka kesini gak ?"

"Iya ima sama gue, Rizka di mobil Erin. bawel"

"Oke gue kesana" ucapku sambil menutup telponnya

---
Malam ini aku tidur berasama ke 7 sahabatku. Loh ? Banyak sekali siapa saja ?
Mereka adalah Lala, Ima, Windi, Sisil, Alexa, Rizka, dan Erin. Ya anggap saja kamarku kini sebagai asrama putri.

"Ini pengantin dari mana aja sih ? Jam 12 baru masuk kamar ?" Ucap Erin saat aku baru menutup pintu

"Iya nih, tadi katanya ada masalah di gedung" Ucapku sambil duduk di sebelah Alexa

"Masalah apa, Rin?" Tanya Ima

"Galeri fotonya bingung di simpan di posisi mana, dan bunga untuk di pelaminan kurang" ucapku kepada ketujuh sahabatku

"Tapi udah beres kan ?" Tanya lala

"Udah ko, jadinya mereka ambil bunga lagi" Ucapku sambil menyenggol Sisil yang asik dengan ponselnya

"Apa sih, Rin?" Ucapnya pelan tanpa mengalihkan penglihatannya dari ponsel kesayangannya itu

"Ngapain sih ? Asik banget kayanya" ucapku sambil merebut ponselnya

"Rindi!" Teriak Sisil sambil berusaha mengambil ponselnya

"Aku lagi nginep di rumah Rindi, besok jemput lagi ya fan" ucap Rizka yang membacakan pesan yang ada d ponsel sisil dan membuat sisil terlihat kesal

"Ciee lagi kasmaran" teriak kami semua kepada sisil yang mengakibatkan wajah sisil berubah menjadi semerah tomat

"Eh tunggu deh, tadi siapa ? Fan ? Jangan bilang Dokter Ifan ya ?" Tanyaku sambil menatap tajam ke arah sisil

"Siniin ah ponsel gue, kalian kepo akut dih. Tidur aja yu" ucap sisil sambil menutup tubuhnya dengan selimut

"Ya udah sekarang kita tidur, masa iya pengantin besok mata panda ?" Ucap Ima sambil membenarkan posisi tidurnya

Setelah ketujuh sahabatku tidur, aku sama sekali tidak bisa tertidur. Aku terus memikirkan acara besok, akankah berjalan lancar ?

Drrrtt!

Getar ponselku menyadarkanku dari lamunan tentang acara esok. Ternyata telepon dari Jafran.

"Assalamualaikum, cantik"

"Waalaikumsallam"

"Belum tidur ?"

"Udah, ada apa telepon?"

"Kenapa bisa angkat telepon? Jutek sekali, ada apa?"

"Ya lagian udah tau aku belum tidur,
basa basi amat, Pak"

"Jangan panggil saya Bapak"

"Emang udah jadi Bapak kan ?"

"Belum, saya kan belum punya anak"

"Ah udah, ada apa larut malam gini nelepon ? Ajak ribut lagi ?"

"Tidak, kamu kenapa kayanya lagi gak mood ?"

"Aku kesel aja masa tadi WOnya telepon ngebahas tentang posisi galeri dan kurang bunga ? Berarti kan gak bakalan sesuai dengan ekspetasi nantinya. Ya aku kesel dong" Omelku panjang lebar dan hanya dibalas dengan deheman dari Jafran

"Ya udah lihat aja besok, tadi Satria udah pap pelaminannya dan aku rasa kamu bakalan suka" Ucap Jafran menghiburku

"Serius ? Coba nanti kirim ya ?"

"Besok mau nikah, kita malah teleponan sampai larut gini"

"Iya ya, biarin aja kali lagian aku gak bisa tidur"

"Keluarga kamu udah pada tidur? Ko sepi ?"

"Aku di kamar sama para gadis, keluarga masih pada ngobrol kayanya. soalnya suara Mama masih kedengeran"

"...."

"Jafran ? Kamu tidur ya ?"

"..."

"Selamat tidur calon imamku, sampai ketemu besok" ucapku sambil tersenyum karena membayangkan wajah Jafran

"Rindi" Ucap jafran yang membuatku batal memutuskan teleponnya dan membuatku membulatkan kedua mataku karema ternyata jafran belum tidur dan itu berarti dia mendengar ucapanku tadi.

"I..iya fran ?" Ucapku sedikit gugup karena menahan detak jantungku yang sangat cepat

"Sampai ketemu besok ya, I love you" ucapnya yang membuat pipiku memanas "Assalamualaikum" sambungnya sambil memutuskan panggilan teleponnya

"Waalaikumsalam, i love you too" ucapku sambil memeluk ponselku

Setelah mendengarkan kalimat itu, membuatku semakin tidak bisa tertidur tak terasa jam sudah menunjukan pukul 2 malam. Hingga akhirnya aku pun tak sadar sudah terlarut dan sudah bermimpi.
*bersambung

Terimakasih untuk semua reader yang sudah membaca DESTINY, ditunggu kritik dan sarannya yaa.   Terimakasih sudah membaca wattpad pertama dari saya. Semoga terhibur ❤
Ayafluu ❤
Indri Mardiani

Destiny(END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang