Hari ini adalah hari bahagiaku, karena hari ini adalah hari pernikahanku dengan calon imamku Kapten Jafran. Saat ini, sudah menunjukkan pukul 5 subuh aku dibangunkan oleh sahabat-sahabatku. aku pun langsung bangun dan berjalan turun untuk mengambil wudhu sebelum aku di make up.
"Kamu sudah bangun, Rin?" Tanya Mama yang sedang memasak sesuatu
"Sudah Ma, mau sholat. Mama udah sholat ?" Tanyaku sambil memeluk Mama dari belakang dengan manja
"Sudah tadi, kamu cepet sholat sana. kamu kan belum di make up belum mandi pula. Malah manja-manjaan kaya gini?" Ucap Mama sambil memelukku
"Kapan lagi manja sama mama" ucapku lalu mencium pipi mamaku yang sangat ku sayang sebelum aku pergi untuk mengambil wudhu
Setelah aku sholat subuh, aku langsung mandi dan bersiap di depan meja rias pengantin disana sudah ada saudaraku yang akan meriasku.
"Nyalain MP3 dong, biar gak bosen. Ngerias tuh lama loh apalagi pengantin" ucap Tante Dewi yang akan meriasku
"Lagu apaan tan ?" Tanyaku sambil menyalakan ponselku
"Apa ajalah yang penting jangan lagu galau" ucapnya lagi sebelum mulai memolesi wajahku
"Oke deh" Jawabku lalu menyalakan lagu Mine.
---
Aku mendengar sudah banyak suara dari luar kamarku, sepertinya saudara-saudaraku sedang di dandani dan sedang bersiap. Ku dengar suara ribut-ribut dari luar setelah ku tanyakan pada tante Dewi ternyata mereka sedang ribut karena kebaya yang akan digunakan Ima kekecilan dan sepertinya tertukar dengan kebayanya Lala. Dasar sahabatku ini saja saja tingkahnya batinku."Selesai, kamu cantik sekali Rindi" ucap tante dewi sambil merangkulku dari belakang
"Tante, ini rindi ?" Tanyaku tak percaya pada apa yang ku lihat di cermin, mungkin karena aku tidak pernah bermake up maka aku merasa berbeda kali ini
"Cantik kan ?" Tanya tante rindi lalu membereskan alat-alat make upnya.
"Cantik banget make upnya tante" Ucapku sambil mencoba berdiri dan merapihkan kebaya berwarna putih yang dipadukan dengan warna gold dan hijab yang senada dengan di bantu oleh Tante Dewi
"Kamu hari ini jadi Princess sayang" Ucap Tante Dewi sambil tersenyum hangat
"Iya tante, Rindi suka banget riasan wajahnya" Ucapku sambil duduk dan menggunakan sepatu tinggi khas pengantin
"Kamu diam disini ya, sampai nanti Tante jemput buat ketemu Jafran" Ucapnya sambil membuka pintu dan melambaikan tangannya
Tok tok tok
Setelah mendengar suara ketukan pintu, aku langsung menolehkan kepala ke arah pintu. Mama dan Teh Yuli yang menggendong Gefira masuk ke dalam kamarku sambil tersenyum.
"cantik sekali anak mama ini" ucap mama sambil memelukku
"Amin, makasih Ma" ucapku lalu membalas pelukkannya
"Ti de ong" ucap Gefira yang berarti "onti dede gendong"
"Ontinya udah cantik, masa gendong Gefira?" Ucap Teh Yuli kepada bayinya yag baru bisa bicara sedikit-sedikit itu namun malah dibalas oleh tangisannya yang membuat aku, Mama dan Teh Yuli tertawa
"Yaudah sini sama onti" Ucapku sambil menggendong Gefira
"Semoga bahagia ya sayang" ucap Mama sambil merangkulku dari sebelah kiri
"Amin, doain Rindi terus ya Ma" Ucapku sambil memainkan rambut Gefira yang terkucir dua
"Ma, Jafran sama keluarganya sebentar lagi datang kata Sidik" Ucap Teh Yuli yang membuatku merasa sesak nafas dan sesaat ingin pingsan saat itu juga

KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny(END)
Romance[Maaf typo bersebaran] Kecelakaan yang terjadi kepada Jafran, menyebabkan Rindi harus mengikhlaskan kepergian cinta pertamanya tersebut, namun siapa sangka setelah 12 tahun kemudian Rindi bisa bertemu dengan Jafran kembali. Takdir memang tak terduga...