"Kalian ? Kenapa kalian ada disini ?" Kata pertama yang keluar dari mulut Willona saat sudah berdiri di dekat meja kami berkumpul
"Kamu kenal mereka ?" Tanya Rai pada Willona
"Kenal, memang mereka siapa kamu Rai ?" Willona berjalan ke samping Rainanda
"Kita duduk saja dulu ya, kita ngobrol santai lah" Ajak Rainanda sambil menarik kursi untu Willona
"Jadi, Willona kenalin ini Rindi dia mantan aku yang pernah aku ceritain sama kamu" Ujar Rai sambil menunjukku yang ada di depannya
"Mantan ?" Tanya Willona dengan ekspresi terkejutnya
"Iya, kenapa ?" Timpa Rai dengan wajah penuh rasa kebingungan. Aku dan Jafran hanya bisa menyimak percakapan mereka berdua
"Aduh Rai, ini Jafran mantan aku yang tentara itu loh" Ujar Willona sambil menunjuk Jafran yang berhasil membuat mata Rai membulat
"Dunia memang sempit ya" Ucap Rai sambil mengambil ponselnya yang berada di atas meja disusul dengan willona yang mengeluarkan ponselnya dari dalam tas kecil miliknya
"Bagaimana kalian bisa memiliki hubungan ?" Tanya Jafran pada Willona dan Rai yang sedang asik dengan ponselnya masing-masing
"Kita dijodohkan" Ucap keduanya hampir bersamaan
"Di jodohkan ?" Tanya Jafran dengan ekspresi bingungnya
"Iya, kenapa ? Mau ketawain kita ?" Willona menatap sinis ke arah Jafran
"Tidak" Jawab Jafran singkat
"Bagaimana bisa ?" Kini aku mulai kepo dengan cerita mereka
"Tentu bisa. Papih aku dan papih Rai itu kerabat dekat dari saat mereka belum sesukses sekarang, mangkannya gampang aja mereka jodohin anaknya" Jelas Willona yang membuatku hanya mampu menganggukan kepala
"Ah iya, Rindi. Aku mau minta maaf atas sikapku kemarin-kemarin, aku gak enak sama kamu" Ucap Willona sambil memainkan rambutnya
"Gak apa kok, sudah aku maafkan dari kemarin" Ucapku yang membuat Willona menghampiriku dan memelukku yang pastinya membuat kedua laki-laki itu menatap kami dengan tatapa herannya
"Kalian sudah pernah bertemu sebelumnya ?" Tanya Jafran. Willona mengalihkan pandangan kepada Rai yang ada di belakangnya
"Ini pertama kali kita ketemu" Jawab Rai yang membuat aku dan Jafran saling berpandangan
---
Dunia memang sempit. Kata itu yang mampu menggambarkan situasi kami berempat sekarang, pasalnya seseorang yang pernah hadir di masa laluku bisa menjadi jodoh di masa depan untuk seseorang yang pernah menjadi masa lalu jodohku juga. Rumit sih memang, membingungkan. Tapi memang begitu keadaannya di luar logika tapi jika sudah membicaran takdir dan jodoh orang yang saling membenci pun bisa saling mencintai bukan ?. Hari ini berakhir dengan pertemuan tak terduga bersama pasangan fenomenal, model cantik Willona Yuanita Anggraeni dan pilot muda Rainanda Pratama Putra yang merupakan sosok masa lau di kehidupan Jafran dan aku."Sayang, kamu kenapa melamun terus ?" Tanya Jafran yang sedang mengendari motornya
"Ah engga kok, aku lagi menikmati malam ini aja. Anginnya bikin sejuk" Pungkasku sambil mempererat pelukkanku
"Ini masih jam 7, mau ke carnival land gak ?" Tanya Jafran yang membuatku melonjak senang
"Ah serius ? Iii mau banget mau" Teriakku sambil melebarkan senyuman di wajahku
"Kamu seperti anak kecil" Ucapnya sambil mengelus tanganku yang ku lingkarkan di perutnya
Hari ini adalah hari yang menyenangkan bagiku, bagaimana tidak ? Akhir pekan yang jarang aku dapatkan setelah menikah dengan seorang tentara seperti Jafran, yang jarang ada di rumah kini bisa menghabiskan akhir pekannya full day bersama denganku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny(END)
Romance[Maaf typo bersebaran] Kecelakaan yang terjadi kepada Jafran, menyebabkan Rindi harus mengikhlaskan kepergian cinta pertamanya tersebut, namun siapa sangka setelah 12 tahun kemudian Rindi bisa bertemu dengan Jafran kembali. Takdir memang tak terduga...