32. Don't Leave Me, Please

25.7K 984 25
                                        

Selamat pagi dunia, selamat pagi suami tercinta, selamat pagi Baby JR. Minggu pagi ini aku terbangun di dalam pelukan hangat Jafran pukul 03.00 dini hari. Wow ini sebuah keajaiban, kenapa aku mengatakan itu ? karena memang biasanya selalu Jafran yang bangun duluan tapi tidak untuk hari ini aku bangun dengan semangat yang membara seperti ponsel yang sudah di charger. Mungkin Baby JR ingin mamanya lebih semangat dan bekerja di pagi hari, ya Baby JR memang anak yang baik dia tenang di dalam sana dan tidak membuat aku kesusahan seperti bumil biasanya. Ya meskipun sindrom di pagi hari selalu ada. hiks
Seperti rencana kemarin, hari ini kami sedang berada di kediaman orang tuaku untuk memberitahukan tentang kehamilanku kepada semua keluarga. Tentu saja semua keluargaku meresponnya dengan sangat bahagia. Terutama bumer alias ibu mertua, sangat bahagia akan mendapatkan cucu pertamanya.

"Sayang kamu sudah bangun ?" Jafran melepaskan pelukan hangatnya dan menatapku di ruangan redup ini.

"Sudah dong, aku semangat banget loh hari ini. Lari pagi yuk" Ajakku yang sontak membuat Jafran langsung duduk dengan kekuatan kilatnya

"No. Kamu lagi hamil muda sayang, malah pingin lari pagi ? pokoknya engga" Jafran berdiri dari tempat tidur dan langsung berkacak pinggang

"Kamu kok bentak aku ?" Ucapku sambil menghapus air mata yang tumpah. Iya aku akui kalau aku kini semakin manja dan terlalu sensitif.

"Bukan gitu sayang, kamu lagi hamil muda. aku gak mau kamu kenapa-kenapa. Nurut sama aku sekali saja ya" Ucapnya sambil duduk di tepi ranjang lalu mengelus puncak kepalaku

"Pokonya aku pingin lari pagi titik" Tegasku pada Jafran yang hanya menatap depresi kearahku

"satu putaran" Ucapnya dengan suara tegas

"Lima ?" Aku menggunakan kekuatan puppy eye dan berharap Jafran tidak melarangku lagi

"Dua putaran" Ucapnya tak mau kalah

"Tiga ya?" Aku memeluk Jafran yang sedang duduk di tepi ranjang dari arah belakang. Modus dikit tidak apa ya ?

"Dua atau tidak sama sekali" Jafran memutar badannya sehingga kini aku berada tepat di depan dada bidangnya

"Ih kamu mah gak asik" Jafran mencubit gemas hidungku lalu berdiri

"Sholat terus tadarusan dulu ya sayang" Ucapnya lalu bergegas ke arah kamar mandi. Imam idaman sekali kamu bang

---

Lapangan Brigif, cimahi Jawa Barat.

Aku sudah lengkap dengan pakaian olahraga pagi yaitu training panjang berwarna hitam, baju olahraga berwarna pink, kerudung simple berwarna hitam serta sport shoes berwarna pink. Sedangkan Jafran hanya menggunakan celana training pendek selutut berwarna hitam dan baju olahraga berwarna hijau tua lengkap dengan sport shoes hitam miliknya. Iya kami sudah siap untuk lari pagi di lapangan Brigif, Cimahi. Wow! Aku semangat sekali.

"Tetap disampingku" Tahan Jafran saat aku mulai berlari kecil meninggalkannya

"Aku itu engga apa-apa sayang, tenang aja kenapa sih ?" Aku melepaskan pegangan Jafran pada pergelangan tanganku

"Aku khawatir, pokoknya tetap di sampingku" Tegasnya untuk kesekian kalinya

"Iya pak kapten yang bawel sekali" Aku memeluk Jafran yang pastinya langsung menjadi sorotan orang yang lewat

"Kamu ini ya, dikasih tahu ngeyel banget" Jafran menyubit lembut pipi kananku. Blushing dedek bang. hiks

"Iya deh iya, bawel banget ih" Aku berjalan meninggalkannya

"Bawel juga demi kebaikan kamu dan Baby JR kan" Ucapnya yang sudah berada di sampingku lalu merangkulku

"iya deh iya, jadi kita larinya kapan nih ?" Aku menghentakkan kakiku dan mendapatkan tawa geli dari Jafran

Destiny(END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang