28. Kencan ala Jafran

21.6K 965 5
                                        

Bandung kali ini mendukung kencanku bersama Jafran pasalnya jalan raya di Bandung saat ini lancar selancar-lancarnya. Apalagi Jafran memilih melewati jembatan Pasupati Bandung yang membuat aku semakin merasakan bahagia yang teramat sangat. Memang tidak ada hal istimewa yang dilakukan Jafran kini, tapi dengan berkencan menggunakan motor lebih membuatku menikmati quality time bersama Jafran.

"Kenapa senyum-senyum, yang ?" Ucap Jafran sambil melihat sekilas ke arah belakang

"Gak apa-apa, sayang" Jawabku sambil tetap tersenyum

"Kamu mikirin aku ya ?" Tanya Jafran sambil membuka kaca helmnya

"Engga ih, sok tahu" Ucapku sambil memukul bahu Jafran

"Bukan sok tahu, tapi memang tahu" Jawabnya dan aku lihat dari kaca spion Jafran sedang tersenyum

"Kok berhenti ?" Tanyaku pada Jafran saat Jafran menepikan motornya

"Mau ice cream ?" Tanya Jafran yang membuatku tertawa terbahak

"Kamu kenapa ?" Jafran memasang wajah bingungnya

"Kamu mau bikin kencan ala anak muda ya ?" Cibirku yang dibalas senyuman hangat dari Jafran

"Kamu gak suka ? Ya sudah kita balik lagi aja ya" Ucapnya hendak memakai helmnya

"Engga kok, aku suka banget" Aku turun dari motor dan melepas helm yang ku pakai

"Kamu mau ice cream apa ?" Tanya Jafran yang sudah ada di sampingku

"Vanilla aja deh" Jawabku singkat

"Pak, vanilla satu coklat satu ya" Pesan Jafran kepada pedagang ice cream di depan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan Bandung itu.

Saat menunggu pesanan sambil duduk di bangku kayu pinggir jalan seperti ini aku jadi ingat waktu awal bertemu dengan Jafran, tidak pernah terpikirkan olehku jika kini aku bertemu dengannya lagi dan Jafran sudah menjadi suamiku. Bahkan tidak pernah terpikirkan juga jika aku akan menjadi seorang istri dari seorang abdi negara seperti Jafran.

"Hayo, mikirin apa ?" Suara Jafran meyentak lamunanku

"Engga ada, cuma lihat suasana jalan raya aja" Alasanku sambil mengambil ice cream yang di pegang Jafran

"Sayang" Ucap Jafran sambil menatapku

"Iya ?"

"Ice cream kamu enak ?" Tanya Jafran yang kini sedang menatap ice cream yang ku pegang. Sontak aku langsung mengalihkan pandanganku ke arah ice cream itu

"Enak banget" Aku hendak memakan ice cream vanilla yang ku pegang, namun Jafran menahan tanganku dan memakan ice cream vanillaku.

"Iih! Kamu kan udah punya ice cream sendiri, yang" Teriakku sambil memukul bahu sebelah kanan Jafran. Bukannya merasa bersalah, Jafran malah tertawa terbahak-bahak.

"Kamu mau cobain yang aku juga?" Jafran tersenyum ke arahku sambil menyodorkan ice cream coklatnya

Saat aku hendak mendekatkan wajahku ke arah ice cream coklat itu

pluk

Jafran memajukan ice creamnya hingga mengenai hidungku dan tertawa terbahak-bahak karena kejahilannya yang berhasil membuat hidungku penuh dengan ice cream coklatnya.

"Iiiih resek banget sih kamu" Pekikku sambil memukul-mukul bahunya

"Kamu lucu sekali, sayang" Ucapnya di sela-sela tawa terbahaknya

"Hidung aku jadi coklat kan, ih nyebelin" Teriakku sambil menghapus ice cream di hidungku menggunakan tangan kananku.

Aktifitas kami tentu saja menjadi perhatian orang-orang yang lewat di pinggir jalan dan yang mengendarai motor apalagi yang ada di tempat pedagang kaki lima.

Destiny(END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang