(Bab 4/Part 9) It's Serendipity

77 29 7
                                        

Lona pergi untuk memeriksa golongan darahnya. Hanya satu yang ia harapkan saat ini yaitu golongan darahnya sama dengan mamanya.

Setelah selesai memeriksa golongan darah, ia kembali menemui Alva.

Ternyata Alva benar-benar menjaga mamanya. Ia masih saja duduk di depan ruangan inap mama Lona.

Alva menoleh ketika mendengar suara langkah kaki mendekatinya. "Eh, Lon. Gimana?"

Lona tersenyum, "hasil tesnya besok pagi baru bisa diambil, Va." Lona kemudian duduk kembali disebelah Alva. "Makasih ya, Va."

Alva mengerutkan keningnya. "Makasih? Makasih untuk apa nih?"

"Makasih karna lo udah menyadarkan gue. Sehingga gue bisa bangkit dari keterpurukan." Lona tersenyun memandang Alva. Senyumannya begitu tulus.

"Makasih doang nih? Gak mau ngasih gue apaan gitu?" Alva mulai menggoda Lona.

"Jadi gak ikhlas nih?" Lona mencubit lengan Alva.

"Dih, sakit tau." Alva mengelus lengannya yang tadi dicubit oleh Lona.

"Yaudah, gue gelitik aja deh. Mau?" Lona mulai tersenyum jahil dan mengangkat kedua tangannya.

Sebelum sempat tangan Lona mendarat di pinggangnya, Alva sudah menghindar.

Namun peristiwa ini tak seperti dalam film atau novel. Yang mana ketika salah satu dari pasangan itu berlari karena menghindar dari gelitikan, pasangannya akan mengejarnya.

Lona tetap diam di kursi. Tak berniat sama sekali untuk mengejar Alva.

Alva kembali mendekati Lona. "Kok lo gak ngejar gue?"

Lona berdecak, "lo gimana sih? Gue kan harus tetap jaga mama gue. Kalau gue ngejar lo, Siapa yang jaga mama gue?"

Alva membulatkan matanya ketika memdengar perkataan Lona. Alva pun kembali duduk menemani Lona.

###

Lona terbangun. Ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 07.00, menandakan saat ini sudah pagi.

Dilihatnya Alva masih tertidur di sebelahnya. "Dasar kebo."

Lona bangkit dan pergi untuk mengambil laporan hasil pemeriksaan golongan darah.

Lona merasakan tangannya mulai berkeringat. Ia begitu gugup saat ini. Rasanya saat ini tenaganya hampir terkuras habis. Ia takut hasilnya akan mengecewakannya. Ia ingin sekali bisa membantu mamanya.

"Bismillahirrahmanirrahiim." Lona membuka amplop tersebut.

Ia membacanya. Ia benar-benar tak percaya bahwa ia memiliki golongan darah yang sama dengan mamanya, meskipun ia hanya anak angkat.

Mungkin inilah yang namanya kebetulan membawa keberuntungan. It's Serendipity.

SEVERANDAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang