Lona masuk ke kamarnya setelah malan malam. Ia duduk di sebuah kursi yang menghadap ke arah jendela. Dipandanginya jendela tersebut. Namun ia terus terbayangkan kejadian yang tadi dialaminya.
Ia mengambil buku diary miliknya. Menuliskan sesuatu disana.
Hari ini kau memberi harapan yang jelas terlihat. Apakah esok harapan tersebut berubah menjadi luka yang menyakitkan?! -AAM
Lona menghembuskan nafas asal. Pikirannya seperti pikiran orang kacau. Di tutupnya buku diary miliknya kemudian ia diam. Diamnya bukan berarti ketenangannya.
Ia bangkit dari kursinya menuju tempat tidur. Dilihatnya ponsel miliknya. Tak ada satupun notif yang masuk. Akhirnya ia memutuskan untuk tidur.
"Semoga hari esok lebih baik." Ucapnya lirih. Ia memejamkan matanya dan tertidur dengan pulas.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEVERANDAY
Short Story#800 in Short Story (14 Juni 2017) Setiap individu punya alasan. Alasan lebih memilih untuk mencintai, alasan lebih memilih untuk tetap bersama, alasan lebih memilih untuk diam, bahkan alasan lebih memilih untuk berlalu.
