(Part 32) Masa Lalu

53 5 7
                                        

Angin semilir berhembus seolah membelai rambut Lona. Lona duduk sendiri di taman sekolah sambil terus memandangi sapu tangan ungu yang dia dapatkan dari seorang laki-laki. Laki-laki yang dulu pernah masuk kedalam kehidupannya. Laki-laki yang dulu pernah memberikan warna-warna indah dikehidupannya. Laki-laki yang mencuri hatinya lalu berlalu pergi sesuka hati. Laki-laki yang selama ini kerap kali muncul dalam pikirannya. Laki-laki yang selama ini ingin ia lupakan namun kenyataannya tak semudah itu.

"Kenapa lo harus datang lagi disaat gue udah hampir bisa ngelupain lo?!" Ucapnya lirih.

"Karena kamu istimewa, karena kamu pantas untuk dicintai, dan karena kamu gak pantas disakiti."

Deg

Jantung Lona tiba-tiba berdetak cepat. Ia kenal suara itu. Suara bass yang dulu pernah selalu dirindukannya.

Laki-laki itu duduk di samping Lona. Memandang Lona kemudian tersenyum, "hanya saja kamu tak pernah menyadarinya."

Lona kembali diam dan kembali menunduk.

Apa kamu pikir perlakuan yang dulu kamu lakukan tidak menyakitiku? Seharusnya kamu sadar bahwa kamu tak jauh berbeda dari mereka. Mereka yang datang untuk menyakiti kemudian pergi sesuka hati.

"Lon, kok diam?" Laki-laki itu menyentuh pundak Lona. Menyadarkan Lona dari lamunan.

Lona kemudian tersenyum, "Sorry, sekarang gue harus pergi."

"Oke. Hati-hati." Ucapnya sebelum Lona pergi. Meninggalkannya sendiri di taman. Tempat yang menyimpan rahasia masa lalu.

SEVERANDAYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang