4. Back to Back

8 1 0
                                    

Kata ibunya, dari dulu ia memang sering duduk bersandar pada punggung sang bunda. Karena ayahnya telah lama meninggal, sang ibu terpaksa menopang hidup dengan berjualan roti saat fajar menyingsing dan membuat kerajinan bunga di bawah cahaya rembulan. Ia yang kecil pun akan duduk bersandar pada punggung ibunya sambil belajar.

Aku suka duduk di lantai ruang tamu dengan laptop kerja di atas meja rendah. Ia akan datang duduk bersandar di punggungku. Tak pernah sekalipun ia menggubris sofa empuk dan panjang itu. Ia juga tidak akan menggangguku bekerja. Hanya duduk, bersandar di punggung satu sama lain dan mengerjakan apa yang butuh dikerjakan.

Sesekali ia akan mencolek pundakku untuk menunjukkan sesuatu.

Sesekali aku akan bersandar penuh padanya karena lelah.

Hingga akhirnya layar laptop ini tertutup dan perhatianku akan seluruhnya tertuju padanya.

Aku dan DiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang