53 - Prom night

13.8K 733 21
                                        

-Andra's Pov

Seminggu berlalu, malam ini adalah malam yang paling berharga dan berkesan bagi kami semua yang udah melewati masa-masa ujian.

Apalagi kalau bukan prom night, dan saat ini gue tengah terduduk disebuah sofa sambil menggerak-gerakkan kaki gue.

Sekitar 2 jam yang lalu gue sudah terduduk di sofa ini, dan rasanya ini melelahkan.

"Nih silahkan diminum nak Andra," gue tersenyum pada seorang wanita paruh baya yang membawa nampan berisikan secangkir gelas.

"Andra aja Tante jangan pakek nak." Ujar gue sambil mengambil secangkir gelas tersebut lalu meneguknya hingga berisi setengah dari semula.

Wanita paruh baya tersebut terkekeh, "Si Andra mah bisa aja deh, ngomong-ngomong ini gelas ke berapa yang Tante kasih yah?" Tanya wanita paruh baya tersebut.

"Ini gelas yang keempat Tan, bisa-bisa Andra beser ntar kalau dikasih minum lagi, udah cukup Tan, Andra gak setiap detik haus kok." Jelas gue membuat wanita paruh baya tersebut terkekeh.

"Kok Claudya lama yah Tan?"

"Keburu jamuran Andra, ntar bisa jadi tempe." Lanjut gue.

"Kamu ini ada-ada aja Ndra! Makin hari kok makin goblok sih!" Gue hanya tersenyum.

Udah banyak yang bilang gue goblok dan gue gak bisa nyangkal karena gue juga ngerasa kalau makin hari gue makin goblok.

"Tante Mawar gak mau pergi aja gitu? Kerjain pekerjaan yang lain? Soalnya Andra bingung cari topik, hehehe." Kata gue bermaksud mengusir.

Ya, kalian udah tau lah siapa itu Tante Mawar, alias mamah nya Claudya.

"Kamu kok kurang ajar sih Ndra? Kamu ngusir Tante? Dirumah Tante sendiri?"

"Duh Tan, please jangan kek drakor deh. Maksudnya tuh Andra baik, siapa tau Tante mau panggilin Claudya gitu biar cepet-cepet, Andra bener-bener bisa jadi tempe nih, kan gak ada tampe yang ganteng kek Andra." Tante Mawar terkekeh.

"Yaudah deh, Tante ke tempat Claudya aja, capek hati disini mah ngurusin kamu." Gue tersenyum simpul.

***

Tuk... Tuk... Tuk...

Suara derap langkah terdengar membuat gue mengalihkan pandangan gue dari ponsel dan tersenyum.

Disana terlihat seorang perempuan dengan dress berwarna putih, senada dengan gue yang memakai jas hitam.

Perempuan itu tersenyum kearah gue sambil melambaikan tangannya dan disampingnya terlihat Tante Mawar yang entah menatap gue penuh kesal, kek nya si Tante masih kesel deh gara-gara insiden pengusiran tadi, wkwk.

"Nih tuan Puteri nya udah datang pangeran buruk rupa." Celetuk Tante Mawar dengan nada kesal membuat gue terkekeh.

Sedangkan Claudya malah menatap Tante Mawar dengan tatapan bingung, "Ih mamah matanya rabun, Andra ganteng kek gini dibilang buruk rupa." Ujar Claudya membuat gue bersorak girang.

"Tuh Tante, anaknya aja ngakuin Andra ganteng."

"Claudya kan matanya minus," gue mendengus kesal.

"Udah ah, jangan berantem mulu." Ujar Claudya.

"Iya nih si Tante ngajakin berantem mulu, ntar Andra mah maunya berantem sama anaknya aja di ranjang." Ucap gue membuat Tante Mawar memukul bahu gue pelan.

Bugh!

"Si Tante mah pukul-pukul ih, gak boleh tau, itu namanya KDRM!"

"KDRM?"

"Kekerasan Dalam Rumah Mertua." Jawab gue santai lalu mengandeng tangan Claudya.

"Kita pamit deh yah Tan, Andra minjem Claudya nya dulu, sebelum jam 12 udah pulang kok, takut berubah jadi pembantu soalnya, ntar malu-maluin Andra." Claudya memukul bahu gue cukup kencang membuat gue meringis.

Bugh!

"Ih, gak ibunya, gak anaknya, sama-sama suka pukul-pukul Andra yang ganteng ini ih! Andra salah apa sama kalian?" Tanya gue mendramatis.

"Alay deh, cepet sana pergi!" Pekik Tante Mawar sambil mendengus.

"Yodah, assalamu'alaikum." Ucap gue sambil menyalami Tante Mawar diikuti Claudya.

"Wa'alaikum salam, hati-hati yah dijalan." Gue mengangguk.

Jangan bertanya kemana Om Lukman atau ayahnya Claudya, Om Lukman sama kek ayah gue, sama-sama sok sibuk.

***

Gue menepikan motor gue diparkiran yang telah tersedia, "Dah, turun!" Perintah gue pada Claudya.

Sedangkan Claudya hanya mendengus kesal, "Aku udah cantik begini pakek gaun tapi kamu malah bawa motor, dikira aku ini pakek celana kek kamu apa?" Gue terkekeh.

"Motor aja cicilannya belum lunas, masa mau nambah utang mobil sih." Jawab gue dengan candaan.

"Kan ada mobil bang Dirga!"

"Gak ah, mobilnya bau rokok, gak baik buat kesehatan kamu ntar."

"Ya kan cuman bau aja,"

"Kamu sadar gak sih, bau asap rokok berpotensi paling berbahaya jika dihirup oleh manusia."

"Tapi kan kalau pakek motor jadi ribet gini, mana rambut aku jadi acak-acakan kena angin." Dumelnya membuat gue mengulurkan tangan untuk merapihkan rambutnya yang memang terlihat sedikit berantakan.

Lalu setelah itu gue meraih tangannya lalu menariknya pelan untuk masuk kedalam gedung sekolah, acara prom night kali ini memang diadakan disekolah, lebih tepatnya SMA Garuda.

Karena gue akui, lapangan SMA Garuda lebih memandai untuk menampung anak sebanyak-banyaknya.

"Eh Ndra, kamu datang juga akhirnya. Kamu darimana aja sih? Aku kan capek nunggu kamu." Tiba-tiba saja ada suara seorang wanita dari belakang membuat gue dan Claudya menoleh kebelakang.

Claudya menoleh kearah gue, "Dia siapa?"

Bersambung...

******
Eakkkk... Dia siapa? Ayok siapa ayok? Tegang yak? Jangan tegang yak, gue ada rencana mau nambah part, soalnya biar greget.

BAD BOYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang