-Bagir's Pov
Saat ini gue sama anak kelas XII lainnya sedang bersiap untuk menjadi supporter team basket yang akan turnamen hari ini.
Ya, sebenernya gue agak gimana gitu. Karena kan ini masih awal-awal puasa, dan pasti anak-anak yang akan turnamen butuh energi yang lebih untuk tanding.
"Ndra, lo yakin mau ikut?" Tanya gue pada si Andra yang ada di sebelah gue.
Andra terbahak, "Bagir, Bagir! Lo lucu deh, ya kali gue gak ikut. Gue kan kapten nya, tenang aja! Gue pasti menang!" Gue mendengus kesal.
Si Andra emang kapten basket, kalian udah pada tau kan? Tapi tetep aja gitu gue ngerasa takut, ntar kalau si Andra pingsan gara-gara kelaperan gimana?
"Udah ah, jangan khawatir! Bunda gue aja cuek denger gue mau tanding, kadang gue mikir, bunda gue itu kagak takut apa yah anaknya kenapa-napa gitu?" Ujarnya dan gue hanya bisa menahan tawa.
Kadang gue suka ngakak ketika dia nyeritaiin tentang bokap sama nyokap nya.
"Apalagi kemaren, gue, bang Dirga sama si Rey kan pergi ke masjid tuh untuk shalat tarawih. Bokap sama nyokap gue kagak tuh, mereka bilangnya mau shalat tarawih di rumah aja. Tapi pas gue dan yang lain pulang, gue malah denger suara desahan di kamar bokap sama nyokap! Parah gak tuh!" Gue terbahak mendengar celotehan si Andra.
"Mungkin ayah lo gak kuat kali!"
Andra menggeleng, "Bukan deh, justru kata gue yang gak kuat itu bunda gue. Bunda gue kan kata ayah gue tuh ganas dan liar."
Gue hanya bisa menggelengkan kepala sambil terbahak, "Udah ah, ayok naek bus! Tuh bus lo, gue mah apa atuh harus pisah bus!" Ucap gue sambil menunjuk bus yang di pesan khusus untuk para pemain basket.
"Iye deh, jangan kangen yeh lo sama gue. Gue jijik soalnya ntar!" Gue mendengus kesal sambil memandang si Andra yang setelah berbicara itu langsung berlari ke bus.
Jangan heran kalau sikap gue agak berlebih sama Andra, itu semua karena gue sama Andra udah kenal lama, kita udah sahabatan sejak satu SMP, awalnya gue kira gak akan satu sekolah lagi sama dia.
Eh tapi tiba-tiba pas awal masuk SMA, gue lihat dia lagi di hukum sama anak-anak OSIS ketika MOS, emang bener-bener tukang cari gara-gara tuh anak.
***
"Andra! Ayok Andra! Kalahin si Jojo! Kamu pasti bisa!"
"Andra! Kamu pasti menang!"
"Jo, lo harus kalahin si belagu!"
"Andra, kalau kamu menang ntar kamu boleh deh jadi pacar aku!"
"Jojo! Ayok kalahin si songong!"
"Jojo! Lo bawa nama baik SMA Garuda! Ayo, lo pasti menang!"
"Gak! SMA gue yang bakalan menang!"
"SMA Garuda!"
"Pelita kasih!"
"Garuda!"
"Pelita kasih!"
Gue menulikan pendengaran gue dengan earphone yang bertengger di telinga gue. Dan memerhatikan Andra yang tengah tanding, SMA gue unggul 3 point sedangkan SMA Garuda baru mencetak 1 point.
Dan ketika gue nengok ke samping, gue melihat seorang gadis yang wajahnya tak asing.
"Claudya?" Dia tersenyum dan mengalihkan pandangannya pada lapangan.
Dia Claudya, tetangga gue. Ya, dia emang salah satu murid dari SMA Garuda.
"Kapten dari SMA kamu hebat yah!"
Gue terkekeh, "Jangan bilang lo ngefans juga sama si Andra?"
"Andra?" Tanyanya bingung.
Gue pun menunjuk Andra yang tengah bermain dan si Andra sempat menoleh kepadaku lalu kembali fokus. "Kapten basket sekolah gue namanya Andra, si bad boy yang menarik semua perhatian anak SMA se-Jakarta." Jelasku sedangkan Claudya terkekeh.
"Ternyata dia yang sering di omongin sama temen gue, ganteng sih cuman sayangnya bad boy." Gue mengangguk.
"Tapi dia itu juara satu di kelas gue, dia juga sering ngewakilin sekolah gue untuk lomba fisika, kimia, dan biologi. Dia itu anak IPA abis lah!"
"Hebat juga yah?" Gue ngangguk.
"Dia juga anaknya gokil abis sih, lo kalau kenal sama dia pasti seneng mulu."
"Tapi jomblo akut!" Gue membelakkan mata gue lalu tertawa.
"Hahahaha, kalau itu mau udah jadi rahasia umum kali."
"Sama kayak lo!" Lanjutnya membuat gue mendengus kesal.
"Otw taken tau gue tuh!" Balas gue kesal.
Lalu tak lama dari itu terdengar suara wasit yang menandakan bahwa turnamen telah selesai. Dan terdengar suara riuh dari SMA gue, karena team Andra yang menang.
"Bro!" Gue melambaikan tangan gue pada Andra yang berlari mendekati gue.
"Selamat bro!" Gue menyerahkan handuk untuk Andra dan Andra menerimannya lalu mengelap keringat yang membanjiri tubuhnya.
"Dia sape?" Tanya Andra dengan alis yang bertautan.
"Gue Claudya Khanza, tetangga Bagir." Andra mengulurkan tangannya membalas uluran tangan Claudya lalu melepas nya.
"Gue Andra, Andra Ganasiar." Balas Andra dengan nada dingin dan datar.
Gue mendekati wajah gue ke telinga Claudya, "Dia emang gitu kalau sama cewek, dingin dan datar." Bisik gue dan Claudya mengangguk.
"Kalau gitu, gue duluan yah. Bye, Gir! Ndra!" Gue mengacungkan jempol gue.
Bersambung...
******
Nih gue next, gak tau kalau nanti. Liat kouta yang sekarat membuat gue tak ada semangat untuk next, kouta😥 maklum lah karena kouta tak abadi, sama seperti nyawa, tapi kouta lebih singkat hidupnya jika kita pakek dia untuk nonton YouTube.
Dan sedikit informasi untuk kalian semua, gue ini perempuan, kalau gak tau perempuan, gue itu cewek, kalau masih gak tau gue tuh wanita dan kalau masih saja tidak tau coba tanya Mbah Google karena gue rasa kasihan sekali hidup lo tidak mengetahui apa itu perempuan, cewek dan wanita.
Jadi tolong mengerti, karena gue pengen di mengerti:(
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD BOY
Comédie"Karena nakal hak segala bangsa!" Andra Ganasiar. Si bad boy yang bermetamorfosis menjadi kapten basket dari SMA Pelita Kasih ini adalah penganut sistem jomblo akut. Tak pernah terlintas di otak Andra untuk mencari pacar, terlebih setiap hari ia se...
