"James" gumamku.
Ini sedikit backstory tentang James dan aku. Pada saat tahun pertama SMA, James dan keluarganya pindah di samping rumahku, dan kita menjadi teman baik, sahabat kalau perlu. Setelah beberapa lama, kita mulai berpacaran tetapi kemudian aku tahu bahwa dia berselingkuh dengan sahabatku. Aku memutuskannya dan dia menjadikan tujuan hidupnya untuk membuat hidupku sengsara.
Setiap hari disekolah, James dan teman-temanya akan terus menerus menyiksaku dan memberitahuku untuk bunuh diri. Dialah salah satu alasan mengapa aku bisa depresi. James, dia adalah sebuah mimpi buruk bagiku.
"Lihat, guys! Ini dia pelacur jelek yang aku ceritakan pada kalian!" serunya.
Victoria terlihat bingung, sama seperti yang lainnya, dan satu hal yang ingin kulakukan saat itu adalah lari, lari sejauh mungkin dari tempat itu. Aku mencoba untuk berjalan kebelakang dan pergi, tetapi tangan Alec masih terletak di punggungku jadi aku hanya bisa bersandar. Lalu dia memeluk pinggangku dengan cara yang protektif.
"Tapi Katelynn yang kau ceritakan memiliki rambut berwarna pirang yang sangat jelek, dan matanya suram. Kau juga mengatakan kau pacaran dengannya lalu dia berselingkuh dengan sahabatmu." Jelas Victoria.
Dia berkata begitu tentangku? Mataku mulai berkaca-kaca, tapi aku menahannya dengan cara melihat keatas. Tarik nafasmu, lepaskan, bernafaslah Kate. Jangan menangis! Dia tidak berharga untuk air matamu! Alec mengeratkan pelukannya di pinggangku aku menoleh kearahnya sebelum menyandarkan kepalaku di bahunya.
"Dia pasti sudah operasi plastik! Hey, Kate! Ahli bedah itu tidak melakukan pekerjaan yang baik mengoperasi mukamu, karena mukamu masih kelihatan jelek!" James terkekeh. Si perempuan itu, Heather, dengan cepat memukul lengannya.
"Aku benar-benar minta maaf tentang dia, ayo pergi James" kata Heather.
Dia mengambil tangan James lalu menyeretnya keluar dari rumah Ian. Setelah pintunya tertutup, lututku tiba-tiba lemas tetapi Alec menangkapku sebelum aku terjatuh ke lantai. Apa masalahku dengan terjatuh? Aku perlu mengecek itu.
Michael membantu Alec untuk mengangkatku ke sofa, setelah aku berada di sofa, aku memeluk lututku dan mulai menangis. Aku merasakan ada seseorang memelukku, tetapi aku tidak tahu siapa.
Setelah beberapa menit, aku berhenti menangis, tetapi aku mengeluarkan beberapa rintihan yang teredam sesekali. Aku merasakan diriku mulai tertidur, dan seeorang membawaku ke suatu tempat dan meletakkan ku di tempat tidur, kurasa. Siapapun yang membawaku ketempat tidur ini, juga menyelimutiku. How sweet.
"Kau adalah jalang murahan! Tak ada yang akan menyukai seseorang segemuk sepertimu! Mati sana!!!" teriak James.
Aku berjongkok dibawah mencoba mengambil bukuku yang jatuh, tapi sahabat James yang berengsek, Marcus, menendangnya. Mereka mulai tertawa.
"Tinggalkan aku sendiri, berengsek!" bentakku.
"OOOHHH, MAKHLUK ITU BISA BICARA!" James tertawa.
Marcus mendekatiku lalu menendangku. Aku mulai berteriak sekeras mungkin, Dan-
Aku terbangun sesak nafas, dan tidak mengenali sekitarku sampai aku sadar bahwa aku masih berada di rumah Ian. Aku mengeluarkan ponselku dari saku belakang celanaku dan melihat dilayar 11 panggilan tidak terjawab. 3 dari Ibuku, 5 dari Alec, 2 dari bosku Jake, dan yang satunya nomor tak dikenal. Mengapa bosku menelponku? Apakah aku dibutuhkan di tempat kerja?
Aku mengabaikan semua itu lalu beranjak dari tempat tidur. Jamnya menunjukkan 09:23AM, jadi kurasa aku bermalam dirumah Ian. Aku sadar bahwa ada kamar mandi dikamar ini, jadi aku masuk kedalam sana dan mengecek di cermin, ternyata ada bekas maskara dan air mata di pipiku. Aku mendapatkan handuk kecil dan mulai untuk membersihkan mukaku.

KAMU SEDANG MEMBACA
Amnesia ✔
Teen FictionAku tersesat sebelum aku menemukanmu. Kehadiranmu memberikanku alasan untuk hidup, dan aku tidak akan pernah bisa membalasmu untuk itu. Jadi, cobalah untuk membuatku tetap hidup, oke? (WARNING!!! : MENGANDUNG BAHASA KASAR DAN KONTEN GRAFIK) Started...