~Beberapa bulan kemudian~
"Baiklah Katelynn, kau sudah stabil, dan kau tidak perlu datang lagi dalam waktu dekat," resepsionis itu tersenyum padaku.
Aku mengembalikan seragamku dan berjalan ke Van yang mengantarku ke tempat ini. Pakaian yang kukenakan adalah crop-top putih polos dan Jeans hitam. Sudah sekitar tiga bulan sejak aku dirawat di rumah sakit ini, dan aku tidak pernah merasa senang untuk meninggalkan sebuah lokasi.
"Apakah kita akan mengantarmu ke tempat dimana kita menjemputmu dulu?" salah satu penjaga bertanya. Aku hanya mengangguk.
Yang lainnya tidak tahu bahwa aku keluar dari pusat rehab hari ini, jadi kuharap ini bisa menjadi sebuah kejutan. Mereka seharusnya belum kembali tour, jadi mereka pasti masih ada dirumah Ian.
Aku naik kedalam mobil, dan penjaga itu mengembalikan ponselku. Ada banyak panggilan tak terjawab, pesan, pesan suara, dan notifikasi, jadi aku mengecek semuanya lalu mematikan kembali ponselku.
Kami sampai di rumah setelah apa yang terasa seperti setahun kemudian, dan aku segera melompat keluar dari mobil dan mengambil tasku. Penjaga itu tersenyum padaku sebelum pergi, dan aku mulai berjalan ke pintu.
Aku mengetuknya tiga kali dan mundur selangkah. Banyak suara terdengar, jadi aku tahu ada orang di sana.
Pintunya terbuka sekitar dua puluh detik kemudian, dan aku melihat sisi muka Ian karena dia sedang berbicara dengan sesorang.
"Yea-Kate!" teriaknya. Dia memberikanku pelukan, dan aku sumpah aku merasakan tulangku patah. Aku memeluknya balik, dan aku merasa tetesan air mata di bahuku.
Tidak lama kemudian, aku merasa lebih banyak orang yang memelukku, dan aku mulai menangis. Saat mereka melepaskanku, kami berjalan masuk ke ruang tamu, dan aku sadar bahwa semuanya ada disana kecuali Luke.
"Dimana Luke?" tanyaku.
"D-dia, uh," Michael tergagap.
"Kalian harus menonton film itu-Kate?" sebuah suara berbicara. Aku berbalik dan melihat Luke berdiri di ambang pintu.
Dia terlihat berbeda... berbeda tapi bagus... Jeans yang dikenakannya mesih sama seperti dulu, ripped jeans dan dia mengenakan baju kaos 'Greenday', tapi sesuatu kelihatan berbeda.
"Hey," sapaku malu. Dia berlari kearahku dan memelukku, tetapi sesuatu terasa lain. Ia seolah-olah ragu untuk memelukku. Aku mengabaikannya dan memeluknya juga.
"Kate, aku ingin kau menemui seseorang," kata Luke gugup.
"Luke, kurasa itu bukan ide yang bagus-" Victoria memulai.
"Dia sudah stabil secara mental, ingat. Semuanya akan baik-baik saja," Luke tersenyum. Sejujurnya, istilah 'stabil secara mental' membuatku takut. Tidak ada yang benar-benar stabil secara mental, kan? Aku mulai menjadi gugup saat Luke mulai menelepon seseorang.
"Sekarang, kita menunggu,"
Untuk menghabiskan waktu, mereka menanyakanku tentang bagaimana semua saat di rehab, aku memberitahu mereka semuanya. Tapi detailnya tidak begitu menarik. Mereka mungkin hanya sedang bosan danmembutuhkan sesuatu untuk dibicarakan.
~~~
Sekitar lima menit kemudian, ada ketukan di pintu, dan Luke lompat dari sofa untuk membuka pintunya. Yang lainnya disekitarku terlihat gugup. Semua yang bisa kulihat adalah Luke memeluk sesorang.
Ya Tuhan, kumohon itu adalah ibunya.
Tapi seperti biasa, aku kurang beruntung.
"Kate, ini Grace, pacarku,"Luke tersenyum. Hatiku hancur, tapi aku tetap tersenyum.

KAMU SEDANG MEMBACA
Amnesia ✔
Fiksi RemajaAku tersesat sebelum aku menemukanmu. Kehadiranmu memberikanku alasan untuk hidup, dan aku tidak akan pernah bisa membalasmu untuk itu. Jadi, cobalah untuk membuatku tetap hidup, oke? (WARNING!!! : MENGANDUNG BAHASA KASAR DAN KONTEN GRAFIK) Started...