Chapter 23

1.1K 24 1
                                    

"Apa yang kau lakukan disini?" bisikku.

Dia mengabaikanku dan berjalan masuk kedalam kamarku. Aku berdiri di ambang pintu terkejut. Bukankah dia seharusnya berada dipenjara?

"Katelynn, kau harus kembali kerumah bersamaku." Katanya dengan marah. Ia mengulurkan tangannya untuk memegang lenganku, tetapi aku menjauhinya.

"What? No!" balasku.

"Kate, aku hanya mencoba untuk melakukan hal yang terbaik untukmu," ia menyengir.

"Maka kalau begitu keluarlah," kataku dengan kasar.

Dia melihatku dengan syok dan ekspresinya mulai berubah menjadi tatapan yang menyeramkan. Aku mulai menjadi takut saat dia mulai berjalan kearahku. Aku sudah tidak berdiri di dalam kamarku, tetapi aku berdiri di koridor ketakutan.

"Katelynn, kau akan ikut bersamaku!" perintahnya.

Aku mulai panik dan berteriak sekeras mungkin dengan harapan dapat mendapatkan perhatian seseorang. Sayangnya, tidak ada yang datang, dan cengkeraman ibuku mulai menghentikan aliran darah di lengan kiriku.

"Hey! lepaskan dia!" sebuah suara berteriak.

Aku berpaling dan melihat salah satu penjaga kampus berlari kearah kami. Ibuku mencoba untuk menarikku, tapi aku memegang kusen pintu sekuat yang aku bisa.Penjaga itu datang beberapa saat kemudian dan melepaskan cengkeraman ibuku dari tubuhku. Beberapa penjaga lagi datang untuk membawanya pergi, dan para siswa berkerumun di sekitar daerah tersebut.

Ketika aku yakin dia berada jauh dari kampus, aku kembali ke kamarku dan mengunci pintu di belakangku. Aku memeriksa ponselku untuk sementara waktu, dan aku melihat beberapa pesan baru dari pengirim pesan anonymus itu.

Katelynn, Katelynn, aku merasa sedikit kasihan, apa yang telah kau lakukan untuk membuat ibumu semarah itu?

Katelynn, Katelynn, Kau belum bisa menebaknya? Hidupmu mulai kacau.

Katelynn, Katelynn, ada Luke di sini bersamaku. Aku tidak akan menyakitinya, jadi jangan khawatir. ;)

Pesan yang terakhir membuatku ingin muntah. Orang ini benar-benar mengacaukan emosiku.

Saat itu sudah tengah malam, tapi aku tidak bisa tidur. Aku terus memikirkan siapa yang mengirimiku pesan-pesan ini. Mungkin jika aku memblokir nomornya, semua masalah ini akan hilang.

Aku meraih ponselku dari pengisi baterai dan dengan cepat memblokir nomor telepon tersebut. Semoga saja, pesan-pesan itu akan berhenti.

•••

Aku terbangun keesokan paginya sekitar pukul sepuluh, aku bahkan tidak menyadari bahwa aku telah tertidur pada malam sebelumnya. Ponselku tidak memiliki pesan baru dari nomor tersebut, dan aku pikir memblokir nomor tersebut benar-benar berhasil. Sayangnya,aku  menerima sebuah pesan anonymus baru dari sebuah nomor anonymus baru beberapa menit setelah aku beranjak dari tempat tidur.

Katelynn, Katelynn, apakah mulai terasa sakit? Memblokir nomorku hanya akan memperburuk keadaan.

Aku menjatuhkan ponselku dan membenamkan wajahku di tanganku. Mengapa orang ini tidak mau meninggalkanku sendirian?

Ada ketukan samar di pintuku, dan aku panik karena aku belum berpakaian.

"Tunggu!" Aku berteriak.

Dengan cepat aku berlari ke koperku dan mencari pakaian yang pantas untuk dipakai. Aku memutuskan untuk memakai sweater merah maroon ku dan jeans berwarna hitam.

Amnesia ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang